Proyek konstruksi bukanlah sekadar kegiatan membangun struktur fisik, melainkan rangkaian kegiatan sementara yang kompleks, unik, interdependen, multidisiplin, dengan batasan waktu tertutup serta keterbatasan sumber daya. Mengelola proyek berarti menjaga keseimbangan absolut di antara waktu, biaya, mutu, ruang lingkup, dan keselamatan tanpa mengorbankan satu sama lain — sebuah tantangan yang dihadapi setiap hari oleh tenaga ahli konstruksi di lapangan.
Kesenjangan implementasi sering kali terjadi antara perencanaan di atas kertas dan realitas di tapak proyek. Transisi dari pelaksana teknis menjadi pemimpin lapangan (Site Manager) menuntut pergeseran pola pikir: dari “saya yang mengerjakan” menjadi “saya mengatur orang untuk mengerjakan”, dari fokus teknis semata menuju kesadaran komersial, ketepatan keputusan, dan manajemen krisis. Kegagalan dalam memahami pergeseran ini berisiko menimbulkan rework, pembengkakan biaya, bahkan kecelakaan kerja fatal sebagaimana ditunjukkan oleh berbagai kasus nyata di lapangan.
Profil Instruktur
Dr. Yanda Dwira Firman Z., S.T., M.C.M., CIT. — Laksamana Pertama TNI
Dosen Universitas Pertahanan
Deskripsi Pemateri:
RIWAYAT HIDUP SINGKAT
Nama : Dr. Yanda Dwira FZ, ST. MCM., CIT.
Pangkat : Dosen Teknik Sipil FTTP Unhan RI
Pendidikan :
Penugasan :
Proyek :