Tanya Jawab Teknologi Biomedik Series #1: Aplikasi Teknologi Plasma untuk Strerilisasi Ruangan: Upaya Menghadapi Pandemi COVID-19
Persatuan Insinyur Indonesia Learning Center

Tanya Jawab Teknologi Biomedik Series #1: Aplikasi Teknologi Plasma untuk Strerilisasi Ruangan: Upaya Menghadapi Pandemi COVID-19

Teknologi Biomedik Series #1
Biaya untuk Umum
Rp0
Biaya untuk Mahasiswa/Freshgraduate
Rp0
Total Modul
0
Pemateri
Anto Tri Sugianto, Ph.D
Tanggal Webinar

Pukul None - None WIB

Tanya Jawab Teknologi Biomedik Series #1

Materi: Aplikasi Teknologi Plasma untuk Strerilisasi Ruangan: Upaya Menghadapi Pandemi COVID-19
Instruktur: Anto Tri Sugianto, Ph.D
Jadwal Webinar: Rabu, 4 Agustus 2021

1. Pertanyaan dari Bapak Dedi Irawan
Apakah pembuatan Ozon Nanomist ini sudah masuk tahap komersial di LIPI? Kira-kira kapan produknya ada di market dan terkait riset plasama apakah di LIPI terdapat peralatan research yang lengkap terkait penggunaan research plasma untuk energi?

Jawaban: Kaitannya untuk Ozon Nanomist ini terhadap komersial sudah bekerjasama dengan swasta, sekarang produknya sudah ada di market walaupun masih limited jumlahnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa diperbesar marketnya. Peralatan research plasma di LIPI cukup lengkap, mungkin yang kaitan dengan energi ini kita untuk ke easy naratornya saja tapi belum sampai menjadi energinya.

2. Pertanyaan dari Ibu Fida
Ozonasi apa bisa dipasang dipusat HVAC High Rise Building? Agar sterilisasi seluruh ruangan dengan AC, pemantauan kualitas udara ruang pakai aplikasi apa atau dengan standar?  

Jawaban: Ozonomis ini kita sedang persiapkan, karena pada prinsipnya ini sangat sederhana, kita bisa kombinasikan di system AHU. Jadi untuk system AC sentralisasi ini bisa di implementasikan dan dimanfaatkan untuk mensterilkan udara yang masuk kedua untuk memberikan kandungan ozonomis ke udara yang masuk ke dalam ruangan. Untuk pemantauan kualitas udara ruangan itu bisa menggunakan yang standar, nanti kita bisa mendapatkan misalnya partikel yang ada di dalam ruangan jadi berapa partikel kandungannya, kita bisa menurunkan partikel PM 2\(^1/_2\), PM 0.5, PM 0.3 itu bis akita tangkap. Termasuk juga bisa mendeteksi mikroba yang ada di dalam ruangan, ini bisa dimanfaatkan.

3. Pertanyaan dari Bapak Muhammad Fuadi
Untuk sterilisasi ruangan melalui udara lebih baik antara air purifier menggunakan plasma atau yang melepaskan electron atau menggunakan ozon? Sedangkan dikatakan bahwa ozon berbahaya bagi tubuh jika tidak sesuai dosis yang seharusnya.  

Jawaban: Air purifier itu mengambil udara dari sekitarnya kemudian di filter, dan akan mengeluarkan ion, ion yang dihasilkan itu ion negatif, ion negative itulah kemudian nanti bekerja di dalam proses untuk menangkap partikel. Ion negatifnya rata-rata yang dari oksigen dan nitrogen, tapi biasanya yang umurnya panjang, jadi kalau seperti oksigen radikal itu umurnya pendek, jadi sebenarnya tidak kemana mana. Jadi nano second, O radikalnya nano second, kalau O radikal lalu melayang – layang di udara itu tidak. O radikal hanya ada di sekitar air purifier ini dan akan menangkap, dan yang lainnya yang melayang-layang itu ada ion, ion negative yang akan menangkap ion positif, sehingga ditangkap dan kemudian jatuh ke bawah, menangkap saja jadi mengurangi jumlah partikel. Jadi kalau di swab di udara kemudian di ambil sampel memang partikelnya berkurang, namun kalau yang di lantai di swab akan meningkat. Jadi jangan sampai nanti miss leading, bahwa dengan ini bisa mematikan itu dari hasil penelitiannya saja, air purifier yang punya Sharp, alat ini harus dinyalakan terus menerus 12 jam baru dia bisa berdampak, jadi kalau tidak dinyalakan terus menerus juga dia tidak akan terlalu efektif.

Sedangkan kalau yang untuk ozon disini, supaya tidak miss, yang dipakai disini, kalau yang gas itu memang butuh dosis tinggi untuk sterilisasi covid, sehingga efektif tetapi kalau dosisnya tinggi tidak bagus, pada saat ada orang di dalam tidak bisa dioperasikan ini harus dioperasikan pada saat tidak ada orang di dalam ruangan. Sedangkan kalau kita larutkan gasnya di dalam air dan kita uapkan, dosis kita rendah, sehingga bisa aman untuk orang yang berada di dalam ruangan. Ozon itu sebenarnya seperti obat, kalau dosisnya tepat maka dia bagus, kalau dosisnya berlebihan tidak bagus, maka dari itu kita mengembangkan ozon bukan dalam bentuk gas tetapi dalam bentuk uap air, supaya dosisnya rendah bisa dioperasikan tapi tidak membahayakan namun efektif dalam sterilisasi. Jadi, standar WHO 0.1 ppm gas ozon selama 8 jam dalam ruangan itu tidak masalah.Frekuensi penggunaannya 30 menit per 4 jam sekali, mengikuti protokol kesehatannya Menkem, Menkes.

(Video orang di Masjid) targetnya yaitu steril yang menempel di baju, kalau kita masuk kedalam ruangan, ozonnya di dalam uap air yang menempel dia yang mensteril yang ada di tubuh personal, dosis untuk yang mengenai personal itu diturunkan menjadi 0.05-0.03, sehingga mengenai personalpun tidak masalah karena kita sudah menggunakan standar WHO yang berlaku.

4. Pertanyaan dari Bapak Nurega Arif Wibowo
Kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan Ozon Nanomist untuk sterilisasi pada seseorang? Apakah sudah diperhitungkan efektifitasnya?

Jawaban: Untuk sterilisasi ini kita sudah melakukan pengujian dengan badan terakreditasi tentunya, jadi untuk sterilisasi di dalam camber biasa melakukannya 10 detik, dengan dosis yang sudah kita sesuaikan di 0.03-0.05 ppm. Kita melakukan pengujian untuk anti bakteri itu bisa 90 – 99%, seperti ekoli bisa 99%, sedangkan untuk virus COVID19 kita sedang dalam proses sekarang pengujian di RS Poli dan RS UI untuk efektifitasnya. Namun secara garis besar, biasanya kalau bakteri sudah bisa dimatikan oleh ozon ini, virus biasanya dosisnya lebih rendah dari pada ini.

5. Pertanyaan dari Bapak Antonius
Alat untuk Ozon Nanomist apakah sudah ada di pasaran dan sudah bisa diperjual belikan? Dan perindikasi harganya.  

Jawaban: Ozon Nanomist sudah kita kerjasamakan LIPI dengan Plasma Center Indonesia salah satunya untuk memproduksi dan memasarkan, saat ini memang masih limited jumlah pproduksinya, namun dalam waktu dekat kita memang akan memproduksi untuk kebutuhan lebih banyak, mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa didapatkan di Tokopedia. 

6. Pertanyaan dari Ibu Devi Arjuni
Bagaimana sterilisasi yang aman untuk ruang ICU dan NICU?

Jawaban: Saat ini kita sedang melakukan pengujian, kalau yang di Rumah Sakit yang sudah kita pakai itu memang untuk yang ruangan pasien terpapar. Pasien terpapar covid itu sekarang menjadi masalah karena Nakes masuk dalam ruangan tetapi tidak ada pengaman, karena disitu jelas ruangannya airbound. Sekarang di RS. Alfauzan Jakarta menggunakan untuk ruangan pasien covid dan ICU. Jadi memang sterilisasinya lebih aman karena kita mengsteril udara di sekitar dan permukaan sehingga tidak adanya penyebaran kepada Nakes. Saat ini juga kita sedang melakukan pengujian bersama FK UI kemudian RS POLRI, dan RS UI untuk pengujian diruang ICU, pasien.

7. Pertanyaan dari Bapak Roki Solomon
Di daerah kami saat ini muncul fenomena masyarakat membakar garam dengan media garam, kira-kira apakah kegiatan tersebut cukup efektif mengikat atau membunuh virus?  

Jawaban: Mungkin aga diluar konteks, tapi kalau untuk mengikat virus ini kan sebenarnya ada 2 kemungkinan, pertama karena ukuran sangat kecil 0.12 mikon/120 nano meter jadi memang butuh untuk ada yang mengikat. Salah satunya garam itu NHCL itu juga perlu kita perhatikan kalau dibakar garamnya yang terbang apanya, garam itu kalau bentuknya NHCL mungkin bagus, tapi kalau NHCL ini dirubah bentuknya menjadi kaporit misalkan unsurnya sama yaitu akan berbahaya, kalau CL nya banyak lalu di taburkan diudara dan kita hirup itu akan sangat berbahaya, jadi perlu ada kajian khusus supaya tidak miss leading.

8. Pertanyaan dari Bapak Arjuna Sriwijaya
Untuk AC mobil, apakah cukup aman untuk mensterilkan cabin mobil?

Jawaban: Kalau misalnya pakai gas Ozon cukup efektif, hanya saja perlu diperhatikan penggunaannya, karena ozon ini umurnya panjang. Kalau gas ozon bisa sampai 2 jam, dia masih akan ada di dalam cabin mobil, jadi biasanya aga kurang nyaman kalau diozon langsung, baunya. Tapi kalau kita menggunakan yang uap ini, karena dia tidak berbau, dan dosisnya juga rendah sesuai, itu bisa lebih pas untuk steril cabin. Beberapa customer saya yang membeli Ozon Nanomist ini memang dipasang di dalam mobil untuk steril mobil. Karena ‘Nanomist’ jadi dia melayang layang uap airnya, ozon itu untuk bisa mematikan itu butuh umidity atau butuh air, ozon tidak bekerja sendir, ozon bisa mensteril jika ozon ketemu air, itu kuncinya. Sehingga dari kita bentuk dalam uap air.

9. Pertanyaan dari Bapak Edwin Panji
Tadi disebutkan bahwa teknologi plasma ini berpotensi menjadi industri manufaktur unggulan di Indonesia, caranya bagaimana agar potensi tercapai?   

Jawaban: Di Indonesia ini industri manufakturnya tidak ada, boleh dikatakan lebih banyak assembly mengakibatkan teknologi jadi tidak menarik, sehingga itu menjadi suatu tantangan, karena harapannya kita bisa mendorong. Ini keteknikannya tinggi, penguasaan Teknik plasma ini high tech, seperti diklat, Pendidikan , kebutuhan, jadi kita berusahan untuk mandiri, jadi kuncinya kemandirian industry nasional itu yang membuat teknologi ini menjadi bermanfaat.

10. Pertanyaan dari Ibu Sandra
Bagaimana cara kerja Fotokatalitik Oksi Genetation/FCO ?

Jawaban: Ini fotokatalis untuk memanfaatkan UV, kemudian dengan memanfaatkan oksigen disana, ketika dia bisa terbentuk dia menghasilkan radikal. Radikal bebas ini nanti bisa dimanfaatkan untuk berbagai pemanfaatan. Jadi biasanya untuk mengaktifkan oksigen, kita butuh oksigen, oksigen ini jadi kunci, oksigen ini nanti sistem fotokatalis (platinum, piki, titanium) ini nanti menghasilkan radikal bebas seperti hidroksil maupun Oradikal maupun ozon, nanti dia akan bekerja di dalam proses selanjutnya, jadi ini dalam rangka untuk menggenerate aktif spesies.  

11. Pertanyaan dari Bapak dr. Ahmad Gozali Tohir
Apakah sudah ada referensi hasil pengujian ada tidaknya virus COVID-19 pasca sterilisasi ruangan dengan Ozon Nanomist? Misalnya dilakukan PCR sampel udara, saya sendiri pernah menghadiri suatu presentasi produk air purifier, mereka menggunakan coloni counter, jadi sebelum di purifier keluarnya bagaimana itu terlihat hasilnya, kalau ini bagaimana?

Jawaban: Untuk mikroba kita sudah melakukan sterilisasi ruangan dengan menggunakan counting juga dan itu anti mikroba sudah kita lakukan bekerja sama dengan PT. Saraswanti, dan hasilnya 99% untuk ekoli, mikroba, protozoa, dll. Untuk COVID19 kita sedang berproses, ada 3 yang bekerja sama yaitu RS. FK UI, LIPI, PT. Nusantik, kita sedang melakukan pengujian dalam 1 – 2 minggu kedepan mudah-mudahan sudah mendapatkan hasilnya. Jadi, kita mengsampling di udara langsung, jadi diruangan itu di sedot udaranya menggunakan air collecting yang mereka kembangkan oleh PT. Nusantik, nanti akan megcounting jumlah virusnya. Rencananya di RS. Harapan Kita dan di RS. Poli. Dalam rangka melengkapi AKD, kita sedang mempersiapkan untuk uji virusnya, kalau uji bakteri sudah selesai.

12. Pertanyaan dari Bapak Gutus Nirwanto
TKDN berapa persen dalam produk Nanomist ini?

Jawaban: Ini produk paten kami, lokal, hampir 100%, ada Sebagian komponen yang impor dari Cina (10-15%) sisanya lokal.

13. Pertanyaan dari Ibu Devi Arjuni
Berarti sterilisasi ini dapat digunakan diruang kelas? Dalam sehari berapa kali harus disteril mengingat kelas tersebut berganti-ganti murid.

Jawaban: Jadi sebenarnya alat yang kami kembangkan ini bisa diperasikan di dalam kelas, jadi tidak harus muridnya keluar dari ruangan. Jadi kita membuat unit yang memang bisa dipergunakan langsung, kalau mengikuti standar protokol yang ada memang 4 jam sekali di steril namun muridnya harus keluar, tapi kalay menggunakan Ozon Nanomist ini fungsinya/prinsip kerjanya mirip dengan air purifier jadi bisa beroperasi terus di dalam ruangan, jadi murid aman di dalam kelas.

14. Pertanyaan dari Bapak Adri Bayu
Untuk daya sebarnya berapa luas untuk di ruangan terbuka? Seperti di lobby hotel, RS, dan efektifitasnya apabila di ruangan tersebut sudah menggunakan sistem nanomist ini atau tata udara yang baik seperti lab atau ruang isolasi?

Jawaban: Jadi untuk ruangan, unit yang digunakan sesuai dengan sizenya, yang paling kecil itu 5x5 m2 , jadi nanti unitnya membesar mengecil sesuai dengan kebutuhannya. Jadi sampai ruangan yang paling besar itu bisa 400m2, kita ada unit yang sebesar itu.

15. Pertanyaan dari Bapak Hendi
Soal kalibrasi bagaimana, dan after sales servicenya di mana?

Jawaban: Kalau untuk kalibrasi kita bisa menggunakan alat ukur yang ada di pasaran, relatih murah. Untuk after sales itu pabrik di Bandung, workshop di Bekasi jadi bisa di 2 tempat tersebut.

Kursus Lainnya

Biomedical Engineering in Medical Device Industry: Technology Overview and Trend

Biomedical Engineering in Medical Device Industry: Technology Overview and Trend

Aplikasi Teknologi Plasma untuk Sterilisasi Ruangan: Upaya Menghadapi Pandemi Covid-19

Aplikasi Teknologi Plasma untuk Sterilisasi Ruangan: Upaya Menghadapi Pandemi Covid-19

https://www.diklatkerja.com/ google-site-verification=NZYxT_LuTP9MO8Y5NiwWF4-gn9VswpOgX2gKm3EGtmE k=rsa; p=MIGfMA0GCSqGSIb3DQEBAQUAA4GNADCBiQKBgQC7oocmjoXIed2vSE790e1bSahpUlaqGTn4MPX1dqt6iZb/bCeDPF8AwU5V+O2GdUldnnwsg6EFqqsJZ8QUfXJDbOetOSH/ETbRIAHxeSQjiaq2Cqob+uyKl7uVYIXkWYR1p1Ln04hc7B05Bs/pv7t7sToNFRIqr9G04P8vRxjpswIDAQAB