Tanya Jawab Sistem Manufaktur 3: Perencanaan Tata Letak Fasilitas: Cellular Manufacturing
BADAN KEJURUAN TEKNIK INDUSTRI PERSATUAN INSINYUR INDONESIA (BKTI – PII)

Tanya Jawab Sistem Manufaktur 3: Perencanaan Tata Letak Fasilitas: Cellular Manufacturing

Biaya untuk Umum: Rp. 0
Biaya untuk Mahasiswa: Rp. 0
Total 0 Modul
Pemateri: None
Tanggal Webinar: None None - None
Tanggal Ujian: None -
Tanggal Remedial: None None - None

Tanya Jawab Sistem Manufaktur 3: Perencanaan Tata Letak Fasilitas: Cellular Manufacturing

Instruktur: B. Laksito Purnomo, ST, M.Sc, IPM, ASEAN Eng.

Pendaftaran Free Webinar: https://linktr.ee/diklatkerja

  1. Lina Gozali (Universitas Tarumanagara): kalau misalnya ada 1 mesin dipakai 2 group atau kelompok Layout ... tadi alternatifnya split ... tapi kalau 1 mesin mgkkah dibuat seperti irisan ... jadi dia ditengah ... kelompok mesin 1 kiri ...kelompok mesin 2 di kanan ... ini usul saya aja... maaf bertanya ... mgk kalau layout ngak tll masalah... paling masalah di penjadwalan mesin ... karena kapan dipakai kelompok kiri ...kapan dipakai di kelompok kanan

Jawab: beberapa alternatif memiliki kemungkinan yang lain. Usulan ini harus dilihat beban mesin tambahan, ada tambahan 1 center atau cell lagi yang akan dipakai di mana tergantung dari mana kita melihatnya. Dilihat dulu beban atau load atau fraksi mesin. Karena fraksi mesin menentukan beban atau load kerja masin yang akan digunakan. Tapi harus memiliki data mengenai load. Jika load mesin masih bisa digunakan, maka bisa menggunakan usulan ini. Tapi sebelumnya harus dilihat dulu di hitung dan ditentukan dulu loadnya atau fraksi mesin yang akan dipakai, nanti akan terlihat kebutuhan itu perlu di tengah atau tidak. Mana load yang tinggi dan load yang rendah. Bagaimana kalau 3 cell load nya harus di bagi dulu.

  1. Univ. Putera Batam_Nofriani Fajrah: dalam penelitian TLFP kita perlu melakukan pengujian dari hasil desain layout kita, menurut Bapak, metode apa yang dapat digunakan untuk menguji atau mengukur efektivitas dan efisiensi dari hasil desain layout kita pak?

Jawab: tergantung dari jenis layout, kalau sekarang cellular sekarang clustering di ukur dari banyak tidaknya void dengan elemen, secara spesifik diukur dengan 3 parameter grouping; grouping efficiency, grouping efficacy, dan grouping measure. Dasar atau variabel input untuk perhitungan dengan menghitung jumlah void dan elemen. Termasuk berapa banyak part mesin yang bisa kejaring. Nanti akan menentukan, berkiran antara nol sampai satu atau nol sampai 100. Kemudian yang kedua material juga umum. Baik di dalam sel ataupun antar sel. Harus diminimalkan karena merupakan biaya. Product layout akan dikaji dengan line balancing nya. maka yang akan di nilai masalah line balancingnya. Kalau Process layout aliran nya tidak karuan vairan juga tinggi di ukur dengan minimasi biaya perpindahan material. Maka model pada tata letak fasilitas yang menggunakan process layout minimasi biaya dengan jarak perpindahan tadi. Meskipun pada layout yang kontemporer tidak hanya itu.

  1. Vincentius Marvelin Tambunan (USU): saya ingin bertanya mengenai pengelompokkan mesin mesin menjadi 1 cell itu bagaimana caranya? karena yang dijelasi tadi hanya se-sederhana melihat dari OPC nya saja, apakah memang seperti itu pengelompokkannya karena akan sangat banyak kemungkinan cell jika dilakukan pada proses manufakturing yang nyata. Terimakasih

Jawab: lihat dulu cara clusteringnya, ada 3 macam. Partnya ga banyak pake visual saja. Seperti ini mirip, bentuk kotak, atau bulat. Kalau misal perusahaan besar produksi banyak menggunakan kode barang. Sudah banyak dilakukan seperti di warehouse. Menggunakan kode material, mengikuti monocode yang menunjukan atribut manufaktur akan dikerjakan. secara spesifik diukur dengan 3 parameter grouping; grouping efficiency, grouping efficacy, dan grouping measure.

  1. M Hanifuddin Hakim: apakah ada software untuk mempermudah TLS sbg penunjang merancang tata letak fasilitas pabrik?

Jawab: tinggal mengembangkan software saja, program tidak rumit karena algoritma sudah tersedia.

  1. Ukurta Tarigan: Izin bertanya Pak, perusahaan-perusahaan apa saja di Indonesia yang menerapkan Cellular Manufacturing?

Jawab: surveinya belum pernah dilakukan, ada perusahaan pembuat alat untuk mengkaitkan mobil. Dengan menggunakan cellular, karena perusahaan itu ada penggunaan cell robot, maka di bentuk menjadi cellular. Di Indonesia yang sederhana di furniture tapi hanya dua cell dan sederhana.

  1. Puthut Prasetiyo S.T (Univ Trunojoyo): Apakah cellular ini bisa di terpkan di perusahaan air minum? dimana biasanya satu line mesin biasanya digunakan untuk 1 produk saja walaupun ada beberapa step produksi misalnya sealing dan packing yang sama antar produk 1 dan produk lainnya.

Jawab: ya pasti selalu bisa sejauh produknya bisa di klasifikasi seperti goruping pasti bisa, dan harus dilihat yang mau diperbaiki dari perfomansi sistemnya. 2 keuntungan masalah pengurangan WIP working process dan keuntungan pada set upnya. Jika ingin mencapai itu setidaknya selama part partnya bisa dikelompokan atribut desainya atau manufakturnya itu bisa. Kalau air minum harus mempunyai dasar dulu, ini atribut apa yang mau di pakai. Apa ada air minum yang tidak boleh tercampur dalam satu mesin. Yang penting harus dilihat dulu klasifikasi produk yang akan dilakukan. Apabila tidak bisa di campur atau di groupkan jangan.

  1. Devi Pratami. (TEL U): Apakah ada semacam maturity readiness untuk layout yang tepat misal untuk small, medium dan big industri? terima kasih

Jawab: tergantung dari manufakturnya. Ya tetep karena fisik penataan layout akan tetap seperti itu, disamping ada pengembangan yang baru, ada NFGL ada 6 varian salah satunya yang menjadi tantangan untuk industri 4.0 adalah reconfigurable layout. Nah kalau mau dikata readiness lihat saja perusahaan apakah sudah bisa mengadopsi syarat-syarat untuk penggunaan layout ini.

  1. Ardan Pradana: apabila ada kendala dari layout yg sudah di tetapkan suatu perusahaan dan kita sebagai operator membuat suatu layout sendiri apakah harus izin dari kepala produksi/ppic? sedangkan menurut saya proses/layout yg telah ditetapkan sudah lama dan belum ada perubahan membuat proses produksi lambat dan tidak efisien.

Jawab: tergantung dari perusahaan dan prosedur perusahaan.

Kursus Lainnya

Sistem Manufaktur Seri-4: Operasi Warehousing

Sistem Manufaktur Seri-4: Operasi Warehousing

Sistem Manufaktur Seri-3: Perencanaan Tata Letak Fasilitas: Cellular Manufacturing

Sistem Manufaktur Seri-3: Perencanaan Tata Letak Fasilitas: Cellular Manufacturing

Sistem Manufaktur Seri-5: Next Generation Factory Layout (NGFL)

Sistem Manufaktur Seri-5: Next Generation Factory Layout (NGFL)

PERENCANAAN TATA LETAK STASIUN KERJA

PERENCANAAN TATA LETAK STASIUN KERJA

Perencanaan Tata Letak Fasilitas - Macro Level Design

Perencanaan Tata Letak Fasilitas - Macro Level Design

Batch 2 Sistem Manufaktur Seri-2: Perencanaan Tata Letak Fasilitas - Macro Level Design

Batch 2 Sistem Manufaktur Seri-2: Perencanaan Tata Letak Fasilitas - Macro Level Design

Batch 2 Sistem Manufaktur Seri-3: Perencanaan Tata Letak Fasilitas: Cellular Manufacturing

Batch 2 Sistem Manufaktur Seri-3: Perencanaan Tata Letak Fasilitas: Cellular Manufacturing

Tanya Jawab Sistem Manufaktur-5: Next Generation Factory Layout (NGFL)

Tanya Jawab Sistem Manufaktur-5: Next Generation Factory Layout (NGFL)

Tanya Jawab Sistem Manufaktur 4: Operasi Warehousing

Tanya Jawab Sistem Manufaktur 4: Operasi Warehousing

Batch 2  Sistem Manufaktur Seri-5: Next Generation Factory Layout (NGFL)

Batch 2 Sistem Manufaktur Seri-5: Next Generation Factory Layout (NGFL)

Batch 2 Sistem Manufaktur Seri-4: Operasi Warehousing

Batch 2 Sistem Manufaktur Seri-4: Operasi Warehousing

Tanya Jawab Sistem Manufaktur 2: Perencanaan Tata Letak Fasilitas: Macro Level Design

Tanya Jawab Sistem Manufaktur 2: Perencanaan Tata Letak Fasilitas: Macro Level Design

Tanya Jawab Sistem Manufaktur Seri-1: Perencanaan Tata Letak Stasiun Kerja

Tanya Jawab Sistem Manufaktur Seri-1: Perencanaan Tata Letak Stasiun Kerja

Batch 2 Sistem Manufaktur Seri-1: Perencanaan Tata Letak Stasiun Kerja

Batch 2 Sistem Manufaktur Seri-1: Perencanaan Tata Letak Stasiun Kerja

Sistem Manufaktur Series #6: Aspek Transformasional Sistem Manufaktur Dalam Konteks Industry 4.0

Sistem Manufaktur Series #6: Aspek Transformasional Sistem Manufaktur Dalam Konteks Industry 4.0

Aspek Struktural Sistem Manufaktur Dalam Konteks Industry 4.0

Aspek Struktural Sistem Manufaktur Dalam Konteks Industry 4.0

https://www.diklatkerja.com/ google-site-verification=NZYxT_LuTP9MO8Y5NiwWF4-gn9VswpOgX2gKm3EGtmE k=rsa; p=MIGfMA0GCSqGSIb3DQEBAQUAA4GNADCBiQKBgQC7oocmjoXIed2vSE790e1bSahpUlaqGTn4MPX1dqt6iZb/bCeDPF8AwU5V+O2GdUldnnwsg6EFqqsJZ8QUfXJDbOetOSH/ETbRIAHxeSQjiaq2Cqob+uyKl7uVYIXkWYR1p1Ln04hc7B05Bs/pv7t7sToNFRIqr9G04P8vRxjpswIDAQAB