Tanya Jawab SCM Seri-3: Material Planning with ERP
BK TEKNIK INDUSTRI PII (BKTI – PII)

Tanya Jawab SCM Seri-3: Material Planning with ERP

Total 0 Modul

Tanya Jawab SCM Seri-3

Materi: Material Planning with ERP 

Instruktur: Sri Sardjananto, ST, MT, IPM (Praktisi ERP PT. Garuda Indonesia)

Pendaftaran Free Webinar: https://linktr.ee/diklatkerja

  1. Siti Failasufa: assalamualaikum wr wb. perkenalkan nama saya siti faila lulusan politeknik STMI Jakarta. Sebelumnya bapak menyebutkan dalam inventory management kalau kuncinya disiplin transaksi. Apabila transaksi tidak disiplin apa yang akan terjadi? apakah akan berpengaruh pada material planning. Terima kasih sebelumnya.

Jawab: kaitan nya dengan material. Tergantung data histori.  Bayangkan 1 proses transaksi good issues merupakan consumtion, yaitu mengeluarkan barang dari gudang ke produksi. Pengeluaran barang itu secara tepat waktu, jadi di keluarkan transaksi juga. Tp ada juga user yang menumpuk kerjaan. Departement lain di dalam suatu perusahaan, bagian plannging.ERP nya lebih dulu, mengumpulkan running terlebih dulu. Sistem akan membaca tidak ada consumtion. Atau di tumpuk atau kebalikannya. Intinya apa yang menjadi data di situ bagaimana yang kita input. Kita memberika tahu consumtion ke sistem untuk dijadikan planning, data itu yang harus di jaga. Jadi kita menjaga kedisiplinan itu membantu unit lain menjalankan bisnis proses planning.

  1. Muhamad Jepri (Universitas Andalas): perkenalkan pak, saya jepri dari universitas andalas, izin bertanya terkait tabel mrp tadi pak, jika leadtime produksi suatu barang = 1, apakah produksi tersebut harus dilakukan sebelum mps sesuai leadtime (seperti tabel mrp pen yang bapak contohkan) atau tetap diproduksi sesuai jadwal mps pak? bukankah jika produksi dilakukan sesuai dengan jadwal mps, maka produk tersebut tidak sampai tepat waktu dengan permintaan konsumen pak? terimakasih pak

Jawab: itu memang disusun untuk hubungan dengan kebutuhan customer. Jadi kapan harus available. Ada delivery lead time pada bulan ke 5 harus available di bulan ke 5. Tapi itu tergantung dari lead time produksi. Jadi kalo lead time membuat produk itu 4hari. Harus di kerjakan 4 hari sebelumnya agar available. Menskinrkonkan running dengan available material dan capacity. Karena capacity ini terbatas. Kalau running capacity bisa dilakukan leveling. Leveling menyesuakian volume produksi. Dengan kapasitas. Disitu hasilnya apakah jadwal di undur atau ada kerja lembur. Intinya interaktif sistem harus dipantau terus, sedang memproduksi tiba tiba ada customer order harus di pertimbangkan juga harus di lepas atau dikerjakan. Kalau di kerjakan ada tidak capacity dll. Itu tantangan kerja di industri. Bagaimana sistem bekerja untuk proseskerja yang lurus, dalam kenyataan banyak variable nya. contohnya order dari customer tadi bisa liat safety stock nya berapa.

  1. Rico Managam Imanuel Siboro: Perkenalkan Pak, Nama saya Rico. Izin bertanya pak untuk Industri Make to Order, parameter apa saja yang harus diperhitungkan? Apakah tetap diadakan Safety stock untuk material? Terimakasih pak sebelumnya.

Jawab: MtO sudah dilihat itu tidak ada kaitan dengan stok atau warehouse. Pabrik membuat berdasarkan pesanan. Misalkan kita beli pesawat selama tidak ada pesanan boing tidak akan membuat pesawat untuk di simpan atau stock.

  1. ARY WICAKSONO: Perkenalkan saya ary dari umsida,1. apakah ERP dapat memaksimalkan penghematan biaya pd proses pengadaan/pembelian.?
  2. 2. apakah erp dapat memaksimalkan perencanaan produksi?? apakah erp dapat menghitung kebutuhan perushaan?
  3. 3. apakah ERP dapat mermalkan kebutuhan dgn tepat?

Jawab: ERP sistem intergrasi, jadi memang konsep nya membalance kebutuhan produksi, procurement dan membalance availablity dari stock. Di jaga. Satu pemikiran di procurement dia menghemat. Karena vendor menawarkan diskon, makin banyak makin murah. Tp apa sesuai dengan yang dibutuhkan di produksi. Takut menimbulkan biaya di inventori. Jadi integrasi bagaimana mengorkestra antara procurement, produksi, dan inventory dalam satu integrasi. Bekerja bersama-sama.

  1. Eron Suwantra S.MI, MM: Ijin bertanya Pak Sri, bagaimana membuat system ERP, jika belum menggunakan software SAP. Disamping SAP software alternative apa yang sesuai.

Jawab: banyak, tidak hanya SAP. Ada oracle, baan, iris, yang kecil ada odoo. Tapi yang ditegaskan kita belajar konsepnya. Bagaimana software erp untuk menjalankan kebutuhan material, ini baru satu sudut pandang saja belum yang lainnya.

  1. B. Laksito Purnomo:  ERP software versi apa yg sdh menggunakan Demand Driven MRP (DDMRP)?

Jawab: driven demand ada namanya EPO. Untuk simulasi ERP menggunakan software berdasarkan analisa-analisa forecasting tambahan nya.

  1. M Rifqi: Perkenalkan saya Rifqi dari Universitas Pasundan izin bertanya. ketika saya magang di perusahaan sparepart kendaraan bermotor pernah menemui kasus bahwa ada variansi/selisih pada data persediaannya di setiap bulannya. pertanyaannya bagaimana langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut agar di kemudian hari tidak terjadi lagi ada nya variansi? cycle count sudah dilakukan secara berkala tapi masih terdapat variansi

Jawab: pertama memang stok opname. Di dalam sistem SAP yaitu bagaimana meningkatkan data quality mengcrosschek antara quantity yang ada di sistem dengan fisiknya. Itu langkah pertama. Itu pasti ada selisihnya.

Kursus Lainnya

Batch 2 SCM Seri-2: ERP Implementation for Material Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 SCM Seri-2: ERP Implementation for Material Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

SCM Seri-3: Material Planning with ERP (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

SCM Seri-3: Material Planning with ERP (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 SCM Seri-3: Material Planning with ERP (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 SCM Seri-3: Material Planning with ERP (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

SCM Seri-4: ERP for Sales and Distribution (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

SCM Seri-4: ERP for Sales and Distribution (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 SCM Seri-4: ERP for Sales and Distribution (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 SCM Seri-4: ERP for Sales and Distribution (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab SCM Seri-4: ERP for Sales and Distribution

Tanya Jawab SCM Seri-4: ERP for Sales and Distribution

Batch 2 SCM Seri-5: ERP for Production Planning and Control (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 SCM Seri-5: ERP for Production Planning and Control (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

SCM Seri-5: ERP for Production Planning and Control (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

SCM Seri-5: ERP for Production Planning and Control (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

SCM (ERP) Series #6: Plant Maintenance Module

SCM (ERP) Series #6: Plant Maintenance Module

Batch 2 SCM Seri-1: ERP Implementation for SCM (Merdeka Belajar - Kampus Merdeka)

Batch 2 SCM Seri-1: ERP Implementation for SCM (Merdeka Belajar - Kampus Merdeka)

SCM Seri-1: ERP Implementation for SCM (Merdeka Belajar - Kampus Merdeka)

SCM Seri-1: ERP Implementation for SCM (Merdeka Belajar - Kampus Merdeka)

Tanya Jawab SCM Seri-2: ERP Implementation for Material Management

Tanya Jawab SCM Seri-2: ERP Implementation for Material Management

SCM Seri-2: ERP Implementation for Material Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

SCM Seri-2: ERP Implementation for Material Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab SCM Seri-1: ERP Implementation for SCM

Tanya Jawab SCM Seri-1: ERP Implementation for SCM

https://www.diklatkerja.com/ View My Stats google-site-verification=NZYxT_LuTP9MO8Y5NiwWF4-gn9VswpOgX2gKm3EGtmE k=rsa; p=MIGfMA0GCSqGSIb3DQEBAQUAA4GNADCBiQKBgQC7oocmjoXIed2vSE790e1bSahpUlaqGTn4MPX1dqt6iZb/bCeDPF8AwU5V+O2GdUldnnwsg6EFqqsJZ8QUfXJDbOetOSH/ETbRIAHxeSQjiaq2Cqob+uyKl7uVYIXkWYR1p1Ln04hc7B05Bs/pv7t7sToNFRIqr9G04P8vRxjpswIDAQAB