Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma
BK TEKNIK INDUSTRI PII (BKTI – PII)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma

Total 0 Modul

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-5 

Materi : Quality Improvement with Six Sigma

Instruktur: Andri Hermawan, MT

Pendaftaran Free Webinar: https://linktr.ee/diklatkerja

  1. Halo perkenalkan, saya Jajat, dari ITB. Saya mau bertanya:

Apakah ada perusahaan yg sdh mncapai six sigma? Jika sdh ada, apakah perusahaan tsb msh tetap mmbtuhkan improvement quality? Apakah perusahaan yg telah mncapai six sigma, bisa turun ke level 5 sigma?

Jawab: ya yang sudah sampai level 5 ada toyota dll. Pasti membutuhkan. Tugasnya adalah menjaga jangan sampai sigma nya turun. Mungkin terjadi penurusan jadi harus dijaga terutama dari segi SDM. Mencoba di perbaiki dan dipertahankan dari sigma tersebut. 5 dan 6 harus dipertahankan. Jadi six sigma selain untuk pencapaian target juga sebagai menjaga atau mendampingin. Jangan sampai ini terjadi turun.

  1. Hendra dari Medan

Tadi kan sejarahnya six sigma pertama kali di oleh motorolla, namun apa yang terjadi sebenarnya dengan motorolla mengingat kita tahu ponsel merk motorolla saja sudah sangat jarang terlihat? Terima kasih

Jawab: ya itu tadi dilihat bahwa perusahaan ada pergantian harus ada komitmen dari pemimpin perusahaan. Apabila tidak ada komitmen. Namanya ide pertama bukan berarti dia the best implemen. Sekarang motorolla memang sudah tidak terlihat lagi mungkin hanya di Indonesia kalau di luar negri belum tahu. Saya yakin karena semua sistem kalau dijalankan dengan baik akan tetap. Kalau bisa turun bisa turun tergantung komitmen nya. mungkin karena terjadi kebijakan atau politik. Jadi banyak hal kenapa suatu sistem tidak berlanjut. Karena banyak pertimbangan dari kemungkinan.

  1. Mohon pencerahan, aplikasi six sigma dalam industri jasa, dimana data yg bersifat kualitatif

Jawab: six sigma itu harus kuantitatif, contoh jasa pengiriman surat ekspedisi. Walaupun ekspedisi bisa dilakukan ketepatan waktu berapa jumlah komplain. Walaupun terlihat jasa tapi bisa dilakukan kuantifikasi seperti waktu, jumlah komplain dll. Jadi bukan berarti industri jasa tidak bisa di kuantifikasi

  1. Selamat siang. Perkenalkan saya Radit (ITB), ingin bertanya:

1. Bagaimana teknis penerapan 6sigma bagian analisis? Misalnya telah dilakukan DoE, diketahui perbedaan signifikan dari yield terhadap kompetitor atau spesifikasi atau lainnya. Apakah 6sigma dilakukan dengan hanya menargetkan standar deviasi 6x lebih kecil dari yang terhitung?

2. Mengenai transfer function yang bapak sebutkan tadi, bagaimana menentukannya? Apakah secara subjektif saja (misal kasus pengantaran pizza tadi diberi faktor pengali x1, x2, berdasarkan severity) atau bagaimana?

3. Apakah contoh strategi atau improvement program (teknis dan managerial) untuk mencapai variabilitas yang sangat sempit tersebut (pengalaman Pak Andri)?

4. Apakah dilakukan secara kontinyu? Mengingat yield produk dipengaruhi oleh variabilitas dari berbagai sumber terus berubah sehingga mempengaruhi tahapan measure (misal line mesin terus terdegradasi seiring waktu)? Apakah ada cara tertentu agar 6sigma yang dilakukan dari 1 analisis untuk jenis masalah yang

serupa bisa bertahan lama/long term sehingga mengurangi sampling?

Jawab: 1. Step pertama mengukur diri sendiri, berapa jumlah defect yang di hitung, dibanding dengan berapa kemungkinan terjadinya 1 defect dikali 1 juta. Karena ukuran nya berdasarkan tabel. Kalau kita bandingkan dengan yang lain tentunya tergantung presepsi masing-masing. Belum ada suatu metode untuk membandingkan ini equal atau tidak. Karena untuk kesehatan kita. Kalau dibandingkan dengan perusahaan lain memang ada namun subjektif. 2. Biasanya dalam rangka menetapkan jumlah xxx berdasarkan subjektif secara internal. Kita bikin semacam kira-kira kemungkinan terjadi ini karena apa a b c. tidak ada hitungan matematis di dalamnya. Jadi sangat subjektif masing-masing tergantung. Jadi butuh keahlian khusus untuk menetapkan itu. Ada nya yellow belt green belt. 3. Tahapan 1 harus bikin tim, tim improvement program. Biasanya tiap departmen sudah punya, sebelum membuat tim ada pelatihan supaya membentuk tim dan melakukan perbaikan. Dari level manajemen akan menetapkan dalam 6 hari kerja 1 hari difokuskan membahas six sigma. Setelah ditetapkan pemimpinnya setelah itu baru di drive untuk perbaikan. Akan ada suatu ukuran prestasi. Bikin acara anugrah siapa yang terbaik. Dalam waktu 6 bulan harus menghasilkan penurusan cost, biaya, dan peningkatan kualitas menjadi program penerapannya. Kemudian yang jelas bekerja dengan adanya motivasi seperti event-event kejuaraan untuk memperbaiki kualitas kerja. Membuat leveling team. Menangani masalah sekitar departemen tersebut dikerjakan mereka sendiri. Kalau ada kaitan dengan kinerja dari departemen lain perlu ditangai level yang lebih besar lagi. Teknis nya secara praktek bahwa membuat organisasinya, sistem rewardnya dll harus diperbaiki. Ujung-ujung nya mencapai variabilitas yang sangat-sangat kecil. Program ini setiap tahun per 6 bulan dibuat evaluasi, namun kembali lagi tergantung perusahaan. Masing-masing tergantung permasalahan yang ada. 4. Ada target total dari permasalahan yang ada. Yang paling banyak masalah kita perbaiki dulu. Kemudian di ukur lagi. Kemudian diperbaiki lagi, dan diskusi. Kalau masih tidak berjalan kembali lagi. Itu dijalankan secara konsisten. Harus ada orang yang bertanggung jawab menjankan sistem ini.

  1. Apakah ada contoh perusahaan/contoh penerapan yang menjalankan 6 sigma dalam sistem produksi JIT (just in time) dengan timeline waktu yang singkat?

Jawab: agak susah kalau secara singkat. Singkat itu sangat relativ. Semua tergantung kepada masalah yang akan diperbaiki. ada kala nya bisa cepat karena problem sangat mudah. Kalau masalah internal akan lebih cepat. Fokus kepada JIT butuh keterlibatan orang, butuh supply chain ditempat lain untuk mendukung program JIT. Ya kembali lagi tergantung perusahaan.

  1. Imran (ITS): Pada fase define, ketika kita sudah mengetahui kondisi level sigma dr defect, bagaimana cara menyusun goal untuk meningkatkan level sigma dari kondisi tersebut? Apa saja pertimbangannya? Apakah ada standar tertentu untuk level sigma idealnya berapa (meskipun six sigma merupakan continuous improvement)? Terima kasih

Jawab: 1. Mengukur dulu defect nya, dihitung dulu baru diketahui kita berada di sigma berapa. Kemudian di analisa ini kenapa bisa terjadi tahapan ini harus dilalui. Jangan di loncat ke program improvement nya. tergantung dari tim perusahaan apakah 3 sigma menjadi 4 sigma atau langsung 6 sigma memang tidak ada standarnya. Boleh-boleh saja. Cuman nanti saat menetapkan dan membuat program solusi, berikutnya tahapan kontrol akan diukur kembali berapa apakah sigma nya berubah atau tidak. Berapa banyak berubahnya. Kalau belum sampai target itu kembali lagi ke awal, analisa, define, measure. Kalau belum tercapai balik lagi. Idealnya adalah 6. Level yang ke 6

 

Kursus Lainnya

Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu  Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Contoh Kursus Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Contoh Kursus Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management

Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen

Batch 2 Manajemen Mutu  Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

https://www.diklatkerja.com/ View My Stats google-site-verification=NZYxT_LuTP9MO8Y5NiwWF4-gn9VswpOgX2gKm3EGtmE k=rsa; p=MIGfMA0GCSqGSIb3DQEBAQUAA4GNADCBiQKBgQC7oocmjoXIed2vSE790e1bSahpUlaqGTn4MPX1dqt6iZb/bCeDPF8AwU5V+O2GdUldnnwsg6EFqqsJZ8QUfXJDbOetOSH/ETbRIAHxeSQjiaq2Cqob+uyKl7uVYIXkWYR1p1Ln04hc7B05Bs/pv7t7sToNFRIqr9G04P8vRxjpswIDAQAB