Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015
BADAN KEJURUAN TEKNIK INDUSTRI PERSATUAN INSINYUR INDONESIA (BKTI – PII)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015

Biaya untuk Umum: Rp. 0
Biaya untuk Mahasiswa: Rp. 0
Total 0 Modul
Pemateri: None
Tanggal Webinar: None None - None
Tanggal Ujian: None -
Tanggal Remedial: None None - None

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-4

Materi: Quality Audit with ISO 9001:2015 

Pendaftaran Free Webinar: https://linktr.ee/diklatkerja

  1. Ari Haryadi (Unisba): untuk penyelesaian temuan internal audit adakah batas waktu berapa harinya untuk close temuan audit?

Jawab: Biasanya di minor di beri waktu 1 minggu karena sangat ringat, bila temuan di anggap major diberikan waktu 1-2 bulan, kalau observasi memang dilaksanakan sesuai dengan kemampuan perusahaan. Biasanya ujung nya adalah kesepakatan antara auditor. Nanti akan ada semacam komunikasi. Tergantung kebutuhan untuk reporting.

  1. RM Insan Kamil (PT. Aryadata Mandiri): Saya mau tanya perihal Laporan Audit. ketika melakukan audit, saya lebih kepada objek Pengontrolan, Pengelolaan dsb yang mana saya melihat pada sistem yang sedang diterapkan tetapi tidak melihat yang sifatnya material (karena sulit menemukan bukti). Karena cara pengelolaan ataupun pengontrolannya menurut saya banyak kekurangan sehingga pada Laporan Audit rekomendasi dari saya adalah lebih kepada untuk membuat sistem pengendalian dulu dan tidak mengangkat perihal kerugian material. Apakah Laporan Audit saya sudah benar seperti itu pak?

Jawab: memang beda, kalau kita memang tujuan utama nya di implementasi di lapangan. Apakah itu di terapkan oleh perusahan itu. Sampai mana perusahaan itu menjalankan prosedur-prosedur itu. Di keuangan lebih cenderung kepada pembuktian sistem pengendaliannya, perangkat kerugian material. Biasanya kalau meng audit tidak membahas masalah keuangan. Itu yang membedakannya. Sama juga melakukan audit namun beda tujuannya antara audit keuaangan dan audit mutu. Perbadaan nya di dala ISO itu mencari perbaikan bagaimana mencegah sistem yang sudah dibangun agar tidak terjadi kebocoran. Dari perspektif kualiti seperti yang sudah dijelaskan tadi.

  1. Puthut Pasuruan: departemen apa yang menjadi fokus utama ISO 9001:2015 ini dan hal apa yang biasanya menjadi temuan Major dalam ISo ini?

Jawab: semua departemen menjadi fokus utama dan tidak ada spesialis. Intinya yang akan di bahas semua bidang atau departemen. Pertemuan major itu kalau tidak dilakukan evaluasi di dalam iso tidak ada audit internal, tidak dilakukan tinjauan manajemen, tidak melakukan kontrak review, banyak hal yang akan berpengaruh terhadap kualitas. Contoh nya perlu ada pemeriksaan ulang. Contohnya pembelian barang dan tidak dilakukan pengecekan itu major kalau tidak ada kegiatan.

  1. Imam Wahyudi (STT WASTUKANCANA): Bagaimana jika dokumen peraturan perusahaan atau kebijakan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dalam suatu perusahaan yg sudah dibuat tapi tidak diberitahukan atau dibagikan ke karyawan, dan bahkan tidak dilaksanakan atau diimplementasikan di lapangan? apa tanggapan dari auditor? apa yang harus karyawan lakukan, karena setelah dilakukan perundingan, pihak perusahaan tetap tidak mengimplementasikannya?

Jawab: balik lagi ke karakter pimpinan perusahaan, apabila pimpinan perusahaan betul betul menjalankan ISO maka akan menjadi temuan bagi auditor. Masalahnya ini pasti political perusahaan. Salah satu temuan audit, apabila poerusahan tidak menjalankan akan menjadi temuan. Komitmen pimpinan perusahaan mau sampai mana. Karena sifatnya voulenteer.

  1. Adhi Rohadi: Yang saya pahami simplifikasi itu lebih tepat dalam hal perbaikan mutu. Terkadang banyaknya procedure malah membuat kinerja semakin tidak bermutu. Mohon bimbingannya bagaimana proses pemeliharaan pembangkit yang simple dan tetap sesuai koridor ISO?

Jawab: kembali lagi ke yang merancang SOP adalah rekan rekan di perusahaan, yang membuat itu tidak simple adalah kita sendiri. Kita bisa saja membuat itu se simple mungkin, SOP nya di sederhanakan tergantung kitanya. Bukan karena ISO nya. karena ISO membuka mensilahkan membuka sistem sesuai kehendak kita. Kita juga harus mengecek lagi apa sudah sesuai dengan koridor-koridornya. Secara simple yang terpenting adalah pembuktian di lapangan. Yang jelas formulir dibanyakin sebagai bukti evaluasi. Di dalem ISO SOP tidak terlalu banyak. Tergantung kitanya.

  1. Anastasia (Undip): Berdasarkan pemaparan bhwa checklist audit berisi klausul dri ISO 9001:2015. Akan tetapi, jika dilihat klausul 8 cenderung mengarah ke divisi produksi. apakah pengisian checklist tsb boleh dilakukan sesuai divisinya saja? Karena divisi SDM mungkin kurang menguasai klausul 8 tsb.

Jawab: ya itu harus sesuai dengan kesusuaian bidang tidak semua harus di isi. Seusai dengan konteks devisi yang sedang di bahas. Klausul 8 bisa devisi produksi atau operasi

 

 

Kursus Lainnya

Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu  Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Contoh Kursus Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma

Contoh Kursus Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management

Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen

Batch 2 Manajemen Mutu  Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

https://www.diklatkerja.com/ google-site-verification=NZYxT_LuTP9MO8Y5NiwWF4-gn9VswpOgX2gKm3EGtmE k=rsa; p=MIGfMA0GCSqGSIb3DQEBAQUAA4GNADCBiQKBgQC7oocmjoXIed2vSE790e1bSahpUlaqGTn4MPX1dqt6iZb/bCeDPF8AwU5V+O2GdUldnnwsg6EFqqsJZ8QUfXJDbOetOSH/ETbRIAHxeSQjiaq2Cqob+uyKl7uVYIXkWYR1p1Ln04hc7B05Bs/pv7t7sToNFRIqr9G04P8vRxjpswIDAQAB