Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015
BK TEKNIK INDUSTRI PII (BKTI – PII)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015

Total 0 Modul

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-3 

Materi: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015

Instruktur: Andri Hermawan, MT

Pendaftaran Free Webinar: https://linktr.ee/diklatkerja

  1. VINCENTIUS TUMBUR HARIS SUWANDI SIAHAAN: Apa dasar/pertimbangan/kriteria dalam membuat business process management sesuai ISO 9001:2015?

praktiknya implementasi ISO di lapangan bisa menjadi system ISO berganda dimana ada dua sistem yang bekerja yang salah satunya dipengaruhi oleh faktor suatu kekuasaan/politik golongan

Bila dikorelasikan dengan ISO 9001:2015 bagaimana pendapat Bapak mengenai hal ini?

Jawab: membuat bisnis proses itu sebenarnya menurut kita tidak ada standar nya di ISO 9001 itu bentuk nya A. kita sendiri yang menyatakan proses nya yang seperti ini. Biasa di petakan proses berdasarkan coreproses nya core proses ada proses-proses salah satu item atau entity yang berpengaruh terhadap kualitas. Support proses kalau tidak dilakukan tetap berjalan core proses nya. contoh nya SDM itu hanya supporting, kalau ada kebutuhkan minta tolong kepada supporting untuk menjalan kan proses SDM ada IT juga proses SDM. Ada 3 bagian core proses, support proses, dan system proses. System proses itu adalah suatu proses dimana dalam rangka untuk menjamin sistem berjalan dengan baik, contohnya audit internal, tindakan koreksi perbaikan, dll. Dalam rangka menjamin sistem ini akan berjalan dengan baik. Setiap orang bisa berbeda bentuknya. Tapi intinya memetakan proses secara umum butuh kreatifitas diri sendiri. Jadi ISO 9000 tidak menyatakan standar seperti apa, tapi menyatakan bahwa kita memetakan menunjukan proses bisnisnya. 2. Jadi sistemnya on off jadi kalau ada hal bersifat politik sistem nya berhenti. Kalau di ISO 9000 tidak boleh begitu. Harus ada kesepakatan. Tetapi di dalam pembuatan ISO 9000 perlu ada komitmen di awal. Kalau ada politik contohnya satu perusahaan semua direksi ada terdiri dari komisaris. Sudah laksanan berdasarkan proses normal tapi yang owner satu keluarga ada politik di situ. Ingin dipercepat, si owner bisa langsung ppic minta duluan untuk di proses sehingga ada proses proses politik di situ. Yang harus di antisipasi di awal. Antisipasinya bikin 2 sistem. Sistem yang normal dan urgent. Urgent memiliki lini produksi sendiri ketika ada yang urgent. Tidak boleh ada hal yang di langgar. Hanya boleh orderan urgent. 3. Punya antisipasi 1 lini produksi untuk proses-proses yang urgent atau bersifat mendadak.

  1. EGAR NAUFAL ARI SATYA Universitas Singaperbangsa Karawang): Bagaimana pendapat Bapak jika suatu perusahaan menerapkan ISO 9001 pada saat mau di audit saja? Setelah diaudit penerapannya tidak begitu diperhatikan, seperti kurangnya komitmen pada manajemen dan karyawan pada perusahaan tersebut

Jawab: ya memang perusahaan tersebut tidak ingin lelah. Pasti saat audit akan ketemu sks (sistem kebut semalam). Sebetulnya tidak betul itu. Perlu ada komitmen sama-sama. Jadi tidak perlu saat mau di audit saja. Nanti kan berjalan dengan adanya tanpa perlu audit bisa santai saja. Secara rutin tapi harus komitmen. Harus komitmen dari seluruh pihak. Memenuhi sesuai standar. Tinggal dijalankan saja. Memang banyak yang tidak dijalankan sehingga saat dilaksanan kan banyak yang belum menyebabkan sks. Akhirnya pengadaan pembuktian dari nol.

  1. Albar Rohman (UMSurabaya): Unsur apa yang harus dilakukan pimpinan/management puncak agar karyawan dapat memberikan kontribusi yang terbaik dalam penerapan iso 9001:2015 pak?

Jawab: ini dari pengalaman. 1. Sosialisasi memberikan pengetahuan yang baik dan benar. 2. Pimpinan mencontohkan dengan sesuai. Bisa juga dengan cara insentif. Sosisalisasi dengan bentuk slogan-slogan di setiap tempat, setiap minggu di adakan pengingat kepada mereka atau evaluasi perbaikan “morning calls” supaya memaintenance kualitas karyawan. Trik nya banyak.

  1. Wahyu Gilang Ramadhan: apakah bisa menerapkan iso 9001 dengan menggunakan seorang konsultan iso di perusahaan kecil dengan karyawan kurang dari 20? jadi tidak perlu membentuk tim iso

Jawab: pernah di tetapkan seperti ini, jadi tidak perlu lagi ada tim iso. Tim iso adalah seluruh karyawan, jadi mungkin di dalam konsultan perlu ada pic partner dari konsultan. Ada kasus partner kita leader nya bisa menggerakan semua orang. Biasanya konsultan adalah orang luar dah susah untuk menggerakan semua orang diperusahaan tersebut.

  1. Nofriani Fajrah: Mohon izin bertanya pak Andri, saat auditee di audit oleh auditor maka itu waktu bagi auditee untuk meminta saran arahan dan masukan untuk peningkatan mutu unit kerja di periode berikutnya kepada auditor selaku pihak yang kompeten, namun saya selalu menemukan auditor saat ditanya seperti itu malah mengembalikan ke auditee untuk memikirkan sendiri dengan alasan itu adalah tugas auditee, menurut bapak apakah benar seperti itu, mohon penjelasannya pak. terima kasih

Jawab: ada ya dan tidaknya. 1. Tugas fungsi auditor dalam rangka mencari peluang perbaikan. Perbaikan nya beberapa bisa juga. Ada pengambil keputusan. Auditnya nya seperti apa. Kalau ada peluang peningkatan semua diserahkan kepada audity. Semacam konsultasi tidak dibenarkan. Fungsi sebagai auditor bukan sebagai konsultan. Jadi beda. Biasanya ada minor kesalahan tidak terlalu signifikan, major kesalahan signifikan, dan observasi merupakan peluang saran dari adutior untuk memberikan saran perbaikan tapi konteks nya tidak dalam bentuk konsultasi. Auditor nya dalam rangka menemukan peluang perbaikan. Tidak dibilang temuan kesalahan. Tapi bisa memperbaiki kedepannya. Auditor bisa memberikan saran ke depannya.

Kursus Lainnya

Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu  Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Contoh Kursus Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Contoh Kursus Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management

Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen

Batch 2 Manajemen Mutu  Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-1: Total Quality Management (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-2: Perencanaan Survey Kualitas pada Konsumen (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-4: Quality Audit with ISO 9001:2015

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma

Tanya Jawab Manajemen Mutu Seri-5: Quality Improvement with Six Sigma

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

Batch 2 Manajemen Mutu Seri-3: Implementasi Quality Management System ISO 9001:2015 (Merdeka Belajar Kampus Merdeka)

https://www.diklatkerja.com/ View My Stats google-site-verification=NZYxT_LuTP9MO8Y5NiwWF4-gn9VswpOgX2gKm3EGtmE k=rsa; p=MIGfMA0GCSqGSIb3DQEBAQUAA4GNADCBiQKBgQC7oocmjoXIed2vSE790e1bSahpUlaqGTn4MPX1dqt6iZb/bCeDPF8AwU5V+O2GdUldnnwsg6EFqqsJZ8QUfXJDbOetOSH/ETbRIAHxeSQjiaq2Cqob+uyKl7uVYIXkWYR1p1Ln04hc7B05Bs/pv7t7sToNFRIqr9G04P8vRxjpswIDAQAB