Seminar Platform Logistik 4.0 (Sesi 1)
BADAN KEJURUAN TEKNIK INDUSTRI PERSATUAN INSINYUR INDONESIA (BKTI – PII)

Seminar Platform Logistik 4.0 (Sesi 1)

Biaya untuk Umum: Rp. 0
Biaya untuk Mahasiswa: Rp. 0
Total 3 Modul
Pemateri: None
Tanggal Webinar: None None - None
Tanggal Ujian: None -
Tanggal Remedial: None None - None

1) Peluang dan Tantangan Pembangunan Sistem Logistik Nasional

Nrasumber: Ir. Bambang Adi Winarso, M.Sc. Ph.D.(Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia)

2)  Arah Kebijakan Sistem Logistik Nasional

Narasumber: Ir. Rusli Rahim, MS (Asisten Deputi Infrastruktur Bidang Konektivitas dan Sistem Logistik Kementerian Koordinator Kemaritiman)

3) Pengembangan Pendidikan Logistik dan Pembangunan Platform Logistik 4.0

Narasumber: Prof. Dr. Ir. Senator Nur Bahagia (Akademisi ITB/Pakar Supply Chain Management)

 

Ringkasan:

1) Peluang dan Tantangan Pembangunan Sistem Logistik Nasional

  • Logistik perlu diintegrasikan antara semua sistem yang ada
  • Logistik adalah salah satu jasa yang tidak mempunyai induk. Contohnya adalah pergudangan
  • Perlu adanya pemanfaatan online single submission untuk mengelola proses perizinan sehingga lebih mudah. Perlu adanya penataan kembali terkait perizinan
  • Proses perizinan di Indonesia cenderung berbeda-beda, masih belum ada standar
  • Perizinan berdasarkan pada risk base approach. Jika risiko rendah, tidak perlu ada izin. Jika risiko menengah/tinggi perlakuan pun berbeda, perlu ada supervisi. Ini sudah diterapkan di beberapa negara.
  • Di Indonesia hampir semua perlu perizinan, ini perlu diubah (hanya perizinan penting saja).
  • Seharusnya pemeriksaan lebih baik daripada proses izinnya
  • Untuk sektor logistik, melalui hasil observasi, sebenarnya lebih banyak pada mengelola
  • IoT akan membantu untuk menyelesaikan permasalahan logistik
  • Perlu intervensi membuat standar menggunakan platform teknologi
  • Pemerintah harus mendorong platform teknologi sebanyak mungkin untuk dapat berkembang, tentu akan ada konsolidasi
  • Ada kesepakatan untuk menurunkan harga logistik, permasalahan terkait hal tersebut  harus dipecahkan
  • Hampir semua kabupaten/kota mempunyai terminal angkutan orang tetapi tidak ada terminal angkutan barang
  • Pemahaman menyangkut logistik khususnya para akademisi untuk membantu ASN di daerah. Karena seringkali ada pusat distribusi yang tidak berfungsi secara optimal
  • Peluang pengembangan sistem logistik ke depan perlu adanya pengampu khusus sehingga antar kementerian sinkron
  • Optimalisasi pemanfaatan infrastruktur
  • Rekomendasi terkait tantangan pengembangan infrastruktur diantaranya adalah mengintegrasikan dan menghubungkan infrastruktur dapat menggunakan platform teknologi sehingga proses standarisasi menjadi lebih mudah, mengintegrasikan layanan transportasi barang baik moda laut, udara, darat, dan kereta api, penyediaan portal informasi jadwal keberangkatan kapal tol laut yang pasti, optimaliasasi pusat distribusi regional, standarisasi produk pangan, dan perlu adanya standarisasi logistik mulai dari dokumen dan elemen data angkutan barang, alat angkut, peralatan, dokumen, dan lain-lain
  • Perlu ada pemanfaatan teknologi
  • Perlu adanya peningkatan kualitas SDM

2)  Arah Kebijakan Sistem Logistik Nasional

  • Cara Pemerintah mendorong untuk membangun rantai pasok nasional terintegrasi berbasis platform 4.0 diantaranya saat ini sedang ada terobosan pembangunan, ada integrasi antar moda khususnya moda-moda andalan, jangan sampai terjadi persaingan antar moda, adanya strategi untuk pengembangan industri 4.0
  • Perlu menyelaraskan kebutuhan dan peningkatan ekonomi dan bagaimana memaksimalkan peluang pada tahun ini dan tahun depan untuk logistik
  • Terkait PDB, Indonesia menepati posisi ke-7, ada suatu peluang yang perlu ditingkatkan dengan memanfaatkan tata kelola logistik seperti cara menurunkan biaya logistik
  • Major project infratruktur 2020-2024 harus ditingkatkan pengembangan rencana oleh pemerintah
  • Kemenko maritim sudah membuat kebijakan laut Indonesia. Ouput dan outcomenya untuk konsep poros maritim dunia. Kebijakan harus diselaraskan dengan potensi yan ada
  • Perlu ada penyelasaran logistik dikaitkan dengan infrastruktur
  • Lima tahun ke depan, hub di Kuala Tanjung diharapkan bisa menjadi hub internasional. Perlu ada dorongan pemerintah dan stakeholder untuk mewujudkan hal tersebut
  • Sistem strategis tol laut ada empat poin, yaitu, tata ruang harus sesuai dengan lokasi yang akan dibangun, konektivitas sangat penting untuk menunjang pelabuhan, tata bangunan, dan utilitas
  • Terjadi penurunan harga yang cukup signifikan dengan adanya tol laut, di beberapa wilayah sudah dirasakan
  • Daerah-daerah di kawasan timur Indonesia berpotensi untuk menjadi akses ke wilayah-wilayah pemukiman
  • Mini container masuk desa diharapkan dapat disesuaikan dengan daerah-daerah untuk dimanfaatkan
  • Pengembangan sistem logistik secara parsial erat kaitannya dengan menghubungkan satu simpul ke simpul lainnya
  • Pelabuhan menjadi entry point tol laut
  • Masalah pariwisata dikaitkan dengan sistem logistik nasional,

3) Pengembangan Pendidikan Logistik dan Pembangunan Platform Logistik 4.0

  • Supply chain bermula dari masalah industri. Pengembangan logistik salah satunya untuk meningkatkan kemajuan industri
  • Basic mentality yang perlu dibangun dalam logistik pada intinya adalah kolaborasi dan kepercayaan
  • Logistik dimulai dengan trade. Membesarkan industri logistik dimulai dengan trade, kelemahan di Indonesia adalah mengenai penguasaan trade pada bidang logistik. Hal tersebut harus dibenahi
  • Logistik tidak hanya menggunakan konsep supply chain, tetapi juga konsep value chain
  • Koordinasi dan relationship untuk mengintegrasikan sistem logistik cukup sulit
  • Berbicara mengenai ekonomi kerakyatan, yang harus mulai dibenahi pertama itu adalah rakyat (salah satunya pemberdayaan di daerah desa)
  • Pembangunan fasilitas fisik harus disertai dengan regulasi dan proses bisnisnya (Berapa pelabuhan yang sudah diresmikan dan idle?)
  • Logistik 4.0 pada dasarnya berbicara mengenai ‘apakah logistik Indonesia sudah cukup kuat?’. Adanya integrasi antara teknologi digital dengan sistem logistik
  • Kelemahan Indonesia adalah lemahnya jaringan. Perlu dibangun jaringan terlebih dahulu serta  perlu ada kepercayaan dan kolaborasi           
  • Struktur logistik 4.0, supply chain harus mampu meng-enabbler indutri
  • Logistik berkaitan dengan produk. Ada ketetapan di lima fokus sektor
  • Membangun platform perlu disertai dengan pembangunan ekosistemnya. Harus dilakukan secara end-to-end
  • Profesionalisme SDM perlu disertai dengan kompetensi dan integritas moral
  • Program pendidikan terkait logistik diperlukan, salah satunya adalah program pendidikan vokasi logistik
  • Perlu ada model kompetensi logistik

 

 

 

PELUANG DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN SISTEM LOGISTIK NASIONAL

PELUANG DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN SISTEM LOGISTIK NASIONAL

Arah Kebijakan Pembangunan Konektivitas Sistem Logistik Nasional

Arah Kebijakan Pembangunan Konektivitas Sistem Logistik Nasional

Platform Logistik Nasional 4.0 dan Pengembangan Pendidikan Logistik

Platform Logistik Nasional 4.0 dan Pengembangan Pendidikan Logistik

Kursus Lainnya

Seminar Platform Logistik 4.0 (Parallel  Session 2)

Seminar Platform Logistik 4.0 (Parallel Session 2)

Seminar Platform Logistik 4.0 (Keynote Speech))

Seminar Platform Logistik 4.0 (Keynote Speech))

Seminar Platform Logistik 4.0: (Parallel Session 1)

Seminar Platform Logistik 4.0: (Parallel Session 1)

Seminar Platform Logistik 4.0 (Sesi 2)

Seminar Platform Logistik 4.0 (Sesi 2)

https://www.diklatkerja.com/ google-site-verification=NZYxT_LuTP9MO8Y5NiwWF4-gn9VswpOgX2gKm3EGtmE k=rsa; p=MIGfMA0GCSqGSIb3DQEBAQUAA4GNADCBiQKBgQC7oocmjoXIed2vSE790e1bSahpUlaqGTn4MPX1dqt6iZb/bCeDPF8AwU5V+O2GdUldnnwsg6EFqqsJZ8QUfXJDbOetOSH/ETbRIAHxeSQjiaq2Cqob+uyKl7uVYIXkWYR1p1Ln04hc7B05Bs/pv7t7sToNFRIqr9G04P8vRxjpswIDAQAB