Universitas BSI Berikan Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Programmer kepada Mahasiswa

Dipublikasikan oleh Muhammad Farhan Fadhil

01 Maret 2022, 11.34

Sertifikat kompetensi memiliki cukup banyak manfaat, baik untuk individu yang memilikinya atau bagi perusahaan yang akan merekrutnya dikemudian hari. (ISTIMEWA)

Sertifikat kompetensi memiliki cukup banyak manfaat, baik untuk individu yang memilikinya atau bagi perusahaan yang akan merekrutnya dikemudian hari.

Salah satu syarat penting sebelum melamar pekerjaan ke perusahaan tertentu adalah memiliki sertifikat kompetensi. Sertifikat ini bisa menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Sertifikat kompetensi berbeda dengan ijazah, yang sudah didapat di Universitas atau Perguruan Tinggi. Karena beberapa perusahaan menganggap, sertifikat kompetensi lebih penting dari ijazah. Sebab kualitas dari calon pekerja bisa diketahui melalui sertifikat kompetensi ini.

Hal tersebut sejalan dengan yang dilakukan program studi (prodi) Sistem Informasi Universitas BSI kampus Karawang dan Universitas BSI kampus Bogor melalui pembekalan sertifikasi kompetensi untuk mempersiapkan mahasiswa mengikuti uji kompetensi programmer.

Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui zoom, pada Senin (10/1) dengan menghadirkan narasumber Abdussomad, sebagai dosen dan assesor kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BSI dan kepala kampus Universitas BSI Bogor, Sugiono.

Dalam sambutannya, Sugiono menegaskan akan pentingnya kegiatan ini, untuk meningkatkan peluang mahasiswa dalam mendapatkan pekerjaan.“Saya yakin mahasiswa Universitas BSI memiliki kompetensinya masing-masing, karena jika hanya mengandalkan ijazah saja, akan sulit bersaing dengan mahasiswa dari perguruan tinggi lain,” tutur Sugiono, Senin (10/1) kemarin.

Lanjutnya, maka dari itu, silakan ikuti dengan baik dan mudah-mudahan mahasiswa bisa kompeten semuanya dan mendapatkan sertifikat kompetensi programmer, sebagai salah satu penunjang karier mahasiswa Universitas BSI.

“Tujuan dari kegiatan sertifikasi kompetensi ini, salah satunya adalah membantu tenaga profesi dalam merencanakan kariernya dan mengukur tingkat pencapaian kompetensi dalam proses belajar di lembaga formal maupun secara mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdussomad berharap, sertifikat kompetensi yang telah berlisensi BNSP ini, akan memberikan kemudahan bagi mahasiswa Universitas BSI dalam memperoleh pekerjaan di bidang IT.

“Sertifikasi profesi adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif, melalui uji kompetensi yang mengacu pada standar kompetensi kerja, baik yang bersifat Nasional, Khusus maupun Internasional,” kata Abdussomad, Jumat  (14/1).

Ia mengatakan, dengan memiliki sertifikat profesi, maka seseorang akan mendapatkan bukti pengakuan tertulis atas kompetensi kerja yang  ia kuasai.

“Indonesia akan membutuhkan tenaga Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang ilmu teknologi pada tahun 2030, sebanyak 30 juta tenaga. Sayangnya, suplai talenta digital dari mahasiswa masih sangat terbatas, sehingga perusahaan harus bersaing untuk mendapatkan tenaga IT terbaik,” paparnya.

Sumber Artikel: republika.co.id

Artikel lainnya