UGM Putuskan Perkuliahan "Blended Learning" Semester Gasal 2021/2022

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

06 Maret 2024, 16.08

Sumber: kompas.com

KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) memutuskan studi gabungan kegiatan pengajaran di berbagai bagian pada tahun ajaran 2021/2022. Sistem ini merupakan gabungan antara perkuliahan daring dan luring yang di UGM dikenal dengan istilah Belajar Mengajar Terpadu (KBM). Berdasarkan keterangan di situs resmi UGM, hal ini diputuskan melalui surat edaran bernomor: 2681/UN1.P/SET-R/KR/2021 tanggal 12 April 2021. Tersedia lowongan kerja belajar mengajar bagi peminat kerja praktek. , praktis, praktis. , penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan penyelesaian tugas akhir pada tahun akademik 2020 dan 2021.

Wakil Presiden Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Kerikil Wisesso M. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran terpadu akan ditinjau dan dipertimbangkan dengan mempertimbangkan aspek kesehatan dan keselamatan sebagai prioritas sepanjang proses penerapan KBM, menurut pernyataan tersebut. Kegiatan belajar mengajar terpadu akan fokus pada pelaksanaan berbagai tahapan pada tahun anggaran 2021/2022, dengan menekankan pada kesehatan, keselamatan, dan penerapan langkah-langkah kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19. “Kami berharap perguruan tinggi dan sekolah memperkuat Tim Promosi Kesehatan (HPU) untuk mendukung tim pelaksana KBM Mix. Kegiatan ini merupakan kegiatan luring bagi siswa yang akan memasuki tahun ajaran 2020 dan 2021 serta mencapai target prestasi akademik yang telah ditetapkan. dalam kurikulum. “Ini adalah pekerjaan untuk siswa yang menginginkannya.” UGM mewajibkan mahasiswanya membawa surat izin orang tua atau wali mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar. Pernyataan ini (informed consent) disampaikan atas permintaan Simaster UGM dan saya bermaksud mengikuti dan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Satgas COVID-19 UGM, jelasnya. Terkait Program Reformasi Pendidikan, Dr. Hatma Suryatmojo menyampaikan bahwa dalam proses belajar mengajar ini prosesnya akan mengikuti surat edaran baru Rektor. Pedoman KBM terpadu menyatakan bahwa setiap cabang harus memiliki tim KBM terpadu. Tim rekrutmen dosen dan pegawai KBM akan diketuai oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan selanjutnya akan membentuk kelompok kerja. dan mempersiapkan dosen dan staf. “Setelah tim ini ada, langkah selanjutnya adalah membuat peta,” ujarnya. memutuskan gedung mana yang akan didirikan dan ruang kelas mana yang akan digunakan. Ditambahkannya, kapasitas sudah dipetakan dan jumlah tenaga terlatih sudah dihitung serta tim medis akan diikutsertakan dan disiapkan.

Dijelaskannya, KBM ini terintegrasi. Bagi siswa yang berbeda kelas, akan dilaksanakan secara bertahap tergantung perkembangan situasi wabah penyakit COVID-19. Mahasiswa yang tidak mampu mengikuti KBM terpadu melanjutkan studi melalui KBM online yang disediakan program akademik. “Bobot poinnya sama antara yang akan menjalani perkuliahan luring dan yang akan menjalani perkuliahan daring. Luring pun sama karena membantu mahasiswa memahami dan memahami program secara mendalam,” ungkapnya. Hatma mengatakan seluruh perguruan tinggi telah melakukan persiapan sejak dikeluarkannya surat edaran kegiatan belajar mengajar pada bulan April 2021. Sejak awal Januari 2021, hampir semua perguruan tinggi telah mengelola tugas offline untuk kebutuhan dukungan praktik, ujian, dan kolaborasi.\ n
Saat ini minggu depan sudah ada yang mix. Untuk kelas, karena residensi, magang, dan lab sudah ada. Hatma berharap kedepannya bisa dilaksanakan kegiatan offline dan UGM. dapat menerapkan kombinasi kegiatan pembelajaran: tatap muka dan daring pada saat perkuliahan. Dengan menggabungkan hal tersebut, UGM dapat menjaga kualitas pembelajaran sepanjang masa studi: “Mau diakui atau tidak. , penelitian yang dilakukan pada kursus online menunjukkan bahwa banyak hal yang tidak dapat dilakukan tanpa bertemu langsung dengan instruktur sehingga mengurangi pengetahuan”. “Untuk itu, kami memperkenalkan pendekatan terpadu untuk 'menjaga kualitas pendidikan di masa depan',” ujarnya.

Disadur dari Artikel : kompas.com