Tragedi Vickers Viscount Merpati Nusantara Airlines: Kecelakaan Fatal di Samudra Hindia

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

27 Maret 2024, 10.32

Sumber: id.wikipedia.org

Pada tanggal 10 November 1971, Vickers Viscount Merpati Nusantara Airlines, registrasi PK-MVS, jatuh di Samudera Hindia di lepas pantai Padang, Sumatra, Indonesia, setelah memberitahukan pengontrol lalu lintas udara bahwa mereka tidak akan berangkat karena cuaca buruk. Seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 69 orang tewas dalam kecelakaan ini.

Saat itu merupakan kecelakaan terparah sepanjang sejarah Indonesia. Kecelakaan ini kini menjadi kecelakaan terparah kesembilan dalam sejarah penerbangan Indonesia. Adapun kecelakaan yang menimpa Viscount Vickers merupakan kecelakaan terparah ketiga.

Kecelakaan

Pesawat tersebut terbang antara Bandara Kemayoran Jakarta dan Bandara Tabing Padang. Lima menit sebelum mendarat di Padang, pengatur lalu lintas udara kehilangan kontak dengan pesawat. Pengendali lalu lintas udara Bandara Thalang Betutu Palembang mengatakan, pesawat mengirimkan sinyal bahaya. Para kru mengatakan mereka tidak dapat melihat daratan karena cuaca buruk dan jarak pandang yang buruk. Pesawat tersebut jatuh di Samudera Hindia, menewaskan seluruh 62 penumpang dan tujuh awak.

Penumpang dan awak

Kecuali satu orang, seorang dokter Jerman Barat dan istrinya, seluruh penumpang pesawat adalah warga negara Indonesia. Dia Pilot helikopter Inggris yang bekerja di Indonesia. Di antara penumpang penerbangan ini ada delapan anak-anak. Di antara yang hadir antara lain seniman Minangkabau Huriah Adam dan Perdana Menteri IAIN Imam Bonjol Padang Baharuddin Syarif.

Disadur dari Artikel : id.wikipedia.com