Tekan Biaya Logistik, Pelindo Fokus Integrasikan Pelabuhan dengan Kawasan Industri

Dipublikasikan oleh Admin

26 Februari 2022, 14.20

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo tengah fokus berkolaborasi dengan sejumlah kawasan industri sebagai upaya menekan tingginya biaya logistik. Pelindo berupaya untuk mendekatkan jarak antara lokasi perlabuhan dengan kawasan industri. Direktur Strategi Pelindo Prasetyo mengatakan, upaya mengintegrasikan pelabuhan dan kawasan industri merupakan salah satu langkah awal perusahaan setelah resmi merger Pelindo I-IV pada 1 Oktober 2021. "Adanya merger dan integrasi antar layanan Pelindo ini diharapkan akan menurunkan ongkos logistik. Salah satunya dengan konsep pengembangan pelabuhan saat ini adalah mendekatkan kawasan industri dengan pelabuhan," ujarnya dalam acara Kompas Talks, Kamis (3/12/2021).

Ia mengatakan, saat ini ada 10 pelabuhan yang rencananya terintegrasi dengan sejumlah kawasan industri. Contohnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe dengan Pelabuhan Malahayati, KEK Sei Mengkei dan Kawasan Industri Kuala Tanjung dengan Pelabuhan Kuala Tanjung, serta Kawasan Industri Medan dengan Pelabuhan Belawan. Selain itu, ada juga Kijing Industrial Estate dengan Pelabuhan Kijing, Kawasan Industri Makassar dengan Pelabuhan Makassar, Kawasan Industri Bantaeng dengan Pelabuhan Bantaeng, serta Kawasan Industri Wijaya Kusuma dan Kawasan Industri Terpadu Batang dengan Pelabuhan Tanjung Emas. Kemudian ada Kawasan Berikat Nusantara dan Kawasan Industri di daerah timur Jabodetabek dengan Pelabuhan Tanjung Priok, serta Java Integrated Industrial and Port Estate dengan Pelabuhan JIPEE dan Pelabuhan Tanjung Perak. "Untuk Pelabuhan JIPEE saat ini sudah beroperasi, dan di titik ini berkembang kawasan industri yang terintegrasi dengan pelabuhan. Jadi ketika kawasan industri ini tumbuh maka tentunya utilisasi Pelabuhan JIPEE pun akan semakin meningkat," jelas Prasetyo.

Ia menjelaskan, terdapat 4 tujuan integrasi antara kawasan industri dengan pelabuhan, yakni peningkatan efektivitas perdagangan seiring dengan meningkatnya konektivitas hinterland-pelabuhan, optimalisasi kegiatan ekspor-impor, mempercepat perkembangan daerah, dan meningkatkan penanaman modal. Adapun menurut Prasetyo, pelabuhan-pelabuhan tersebut merupakan pelabuhan yang memiliki jalur pelayaran strategis sehingga diharapkan bisa mendukung pergerakan logistik di kawasan industri. Prasetyo mengatakan, dengan adanya integrasi antara kawasan industri dengan pelabuhan dan jalur pelayaran maka bisa meningkatkan kualitas distribusi logistik di Indonesia, terutama semakin rendahnya biaya logistik. "Harapannya integrasi ini semakin meningkatkan perekonomian daerah dan logistic performance index di Indonesia juga semakin meningkat, sehingga akhirnya bisa bersaing dengan negara-negara tetangga," pungkas dia.

Sumber: kompas.com

 

Artikel lainnya