Sejarah Perusahaan PT Semen Indonesia

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

13 Februari 2024, 10.45

Kantor PT Semen Indonesia di Gresik - Wikipedia

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang juga dikenal sebagai Semen Indonesia Group atau SIG, adalah perusahaan milik negara Indonesia yang bekerja dalam produksi bahan bangunan. Hingga akhir tahun 2022, perusahaan ini memiliki pabrik di Indonesia dan Vietnam dengan kapasitas terpasang total 56,5 juta ton semen untuk mendukung kegiatan bisnisnya.

Sejarah perusahaan

Sejarahnya, pabrik semen didirikan oleh pemerintah Indonesia sebagai NV Pabrik Semen Gresik pada tahun 1951 untuk membangun pabrik dengan kapasitas 250.000 ton semen per tahun. Pada tahun 1957, Presiden Soekarno meresmikannya. Perusahaan ini diubah menjadi perusahaan negara (PN) pada tahun 1961 dengan nama PN Semen Gresik. Kemudian, pada tahun 1969, badan hukumnya kembali diubah menjadi persero.

Perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tahun 1991. Kapasitas terpasang perusahaan pada saat itu mencapai 1,8 juta ton semen per tahun. Namun, setelah mengakuisisi Semen Padang dan Semen Tonasa pada tahun 1995, kapasitas terpasang perusahaan naik menjadi 8,5 juta ton semen per tahun. Pada tahun 1995, CEMEX resmi memiliki 14% saham perusahaan, yang kemudian meningkat menjadi 25,5% pada tahun berikutnya. Pada tahun 2006, Blue Valley membeli 24,9% saham CEMEX, yang kemudian meningkat menjadi 48,99% empat tahun kemudian.

Perusahaan tersebut membeli 80,64% saham Holcim Indonesia melalui Semen Indonesia Industri Bangunan pada Januari 2019. Kemudian, perusahaan tersebut berganti nama menjadi Solusi Bangun Indonesia. Selain itu, nama Holcim diubah menjadi Dynamix. Pada tahun 2020, perusahaan mengubah nama dagangnya dari Semen Indonesia menjadi SIG. Pada tahun 2021, Taiheiyo Cement asal Jepang memiliki 15% saham perusahaan, dan pada tahun 2022, pemerintah menyerahkan sebagian besar saham Semen Baturaja ke perusahaan.

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Semen_Indonesia