Peternakan adalah kegiatan yang seperti apa?

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

27 Februari 2024, 10.35

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Broiler_house.jpg

Peternakan adalah praktik mengembangbiakkan serta merawat hewan ternak dengan tujuan memperoleh manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut. Hewan yang umumnya dipelihara meliputi sapi, ayam, kambing, domba, dan babi. Hasil yang diperoleh dari peternakan meliputi daging, susu, telur, dan bahan pakaian seperti wol. Selain itu, kotoran hewan dapat digunakan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanah, dan hewan juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi atau untuk membajak tanah.

Kegiatan peternakan meliputi pemberian pakan, pemuliaan untuk mendapatkan sifat-sifat unggul, perawatan hewan, menjaga kesehatan hewan, serta memanfaatkan hasil yang dihasilkan. Peternakan dapat dibedakan menjadi ekstensif atau intensif, atau bahkan sebagai kombinasi keduanya yang disebut semi intensif. Pada peternakan ekstensif, hewan biasanya dibiarkan berkeliaran dan mencari makan sendiri, kadang-kadang dengan pengawasan agar terhindar dari serangan predator. Di sisi lain, peternakan intensif, khususnya yang sering ditemui di negara maju, melibatkan penggunaan gedung atau kandang berkepadatan tinggi, pemberian pakan yang diimpor, serta pengaturan lingkungan agar memaksimalkan produksi dan efisiensi.

Sejarah peternakan dimulai sejak zaman domestikasi hewan, yang dimulai sekitar tahun 13.000 SM. Proses ini melibatkan berbagai jenis hewan yang didomestikasi pada waktu dan tempat yang berbeda dalam sejarah manusia. Selain hewan ternak yang telah disebutkan, ada juga spesies lain seperti kuda, kerbau, unta, llama, alpaka, dan kelinci yang diternakkan di berbagai belahan dunia. Peternakan juga meliputi budidaya perairan untuk memelihara ikan, udang, dan kerang, serta peternakan serangga seperti lebah, ulat sutra, dan jangkrik.

Dalam zaman modern, dampak peternakan terhadap lingkungan mulai menjadi perhatian, karena kebutuhan akan air dan lahan yang besar, serta emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh hewan ternak. Perhatian juga meningkat terhadap kesejahteraan hewan, khususnya dengan meningkatnya jumlah peternakan pabrik.

Aspek - aspek Peternakan

Peternakan adalah bagian penting dari kehidupan petani swasembada, menyediakan makanan, pupuk, pakaian, dan bahkan tenaga untuk transportasi. Dalam peternakan, terdapat sistem ekstensif dan intensif. Sistem ekstensif memungkinkan hewan untuk berkeliaran dan mencari makan secara bebas, sementara sistem intensif menempatkan hewan dalam kandang dengan pemantauan ketat. Terdapat juga sistem semi-intensif yang menggabungkan kedua pendekatan tersebut.

Pakan ternak merupakan aspek penting dalam peternakan. Mayoritas hewan ternak adalah herbivor, dengan beberapa jenis yang omnivor. Untuk hewan herbivor, rumput biasanya menjadi sumber makanan utama, sedangkan hewan omnivor seperti ayam dan babi memerlukan pakan yang kaya energi dan protein.

Pemuliaan ternak dilakukan untuk menghasilkan keturunan dengan sifat-sifat yang diinginkan, seperti kekuatan, kesuburan, dan efisiensi pakan. Hal ini telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam produksi hewan ternak selama bertahun-tahun.

Kesehatan ternak menjadi fokus penting dalam peternakan. Perawatan yang baik, pakan yang tepat, dan kebersihan lingkungan sangat penting untuk mencegah penyakit. Beberapa penyakit hewan ternak juga dapat menular ke manusia, sehingga pengawasan terhadap kesehatan ternak menjadi kunci.

Hasil dari peternakan meliputi daging, susu, telur, serta produk-produk lain seperti wol, kulit, dan lemak. Kotoran hewan juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sedangkan tenaga hewan dapat digunakan untuk transportasi dan pertanian.

Jenis-jenis Peternakan

  1. Peternakan potong adalah kegiatan menghasilkan daging, yang merupakan sumber protein utama di seluruh dunia. Berbagai jenis hewan dipotong untuk daging, tergantung pada preferensi lokal, ketersediaan, dan faktor lainnya. Hewan seperti sapi, kambing, domba, dan babi adalah yang paling umum diternakkan untuk tujuan ini. Jenis hewan yang dipilih dipengaruhi oleh kecepatan reproduksi, efisiensi pakan, dan sifat lainnya yang diinginkan.
  2. Peternakan perah adalah kegiatan menghasilkan susu, dengan sapi menjadi sumber utama susu untuk konsumsi manusia. Selain sapi, hewan lain seperti kambing, domba, dan unta juga diambil susunya di beberapa wilayah. Pemuliaan telah menghasilkan varietas sapi perah yang menghasilkan susu dalam jumlah besar. Peternakan perah dapat dilakukan secara tradisional di mana sapi juga digunakan untuk keperluan lain, atau secara modern di mana sapi dipelihara dengan fokus utama pada produksi susu.
  3. Peternakan unggas melibatkan hewan-hewan seperti ayam, bebek, dan kalkun yang diternakkan untuk daging dan telur. Metode peternakan unggas bervariasi, mulai dari sistem ekstensif hingga intensif. Beberapa sistem intensif, seperti kandang baterai, menuai kritik karena mengurangi kemampuan hewan untuk menjalani gaya hidup alamiahnya.
  4. Budi daya perairan atau akuakultur melibatkan pembudidayaan hewan air seperti ikan, udang, dan tiram, serta tumbuhan air seperti alga. Praktik ini dapat dilakukan baik di laut maupun air tawar, dan dapat bersifat ekstensif atau intensif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi hewan dan tumbuhan air dengan mengontrol lingkungan mereka.
  5. Peternakan serangga juga menjadi bagian dari kegiatan pertanian, dengan lebah dan ulat sutra sebagai contoh utamanya. Lebah dipelihara untuk madu dan lilin serta untuk membantu penyerbukan tanaman, sementara ulat sutra diambil benang sutera mereka untuk berbagai keperluan. Beberapa serangga juga dikonsumsi sebagai makanan dalam beberapa budaya, seperti jangkrik di Thailand.


Diasdur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Peternakan