Persiapan USU Gelar Kuliah Tatap Muka pada Januari 2022 dengan Protokol Ketat

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

05 Maret 2024, 09.51

Sumber: kompas.com

KOMPAS.com - Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, namun seluruh operasional harus tetap berjalan dengan baik. Tak terkecuali dalam dunia pendidikan tinggi atau perkuliahan. Saat ini Universitas Sumatera Utara (USU) tengah bersiap menggelar perkuliahan tatap muka. Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor I USU dr. Edy Ikhsan, S.H., M.H. pada Senin (29 November 2021) pada rapat rutin pagi di kantor tata usaha pusat. Menurutnya, USU saat ini sedang mempersiapkan berbagai perkuliahan tatap muka yang dijadwalkan pada pertengahan Januari 2022. “Melaksanakan perkuliahan tatap muka memerlukan persiapan yang matang, cermat dan sedetail mungkin untuk menghindari situasi yang tidak kita inginkan. ujar Edy Ikhsan dari situs USU. Permasalahan yang berdampak pada terbentuknya klaster pandemi baru atau sistem perkuliahan dikatakan dapat dihindari. Untuk mempersiapkan perkuliahan tatap muka, USU juga telah menyiapkan layanan administrasi dan pertemuan kelas yang terintegrasi dengan layanan elektronik untuk kecepatan dan ketepatan ideal. “Layanan administrasi yang terintegrasi dengan elektronik siap meminimalisir kerumunan dan antrian,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, program Kampus Merdeka Belajar (MBKM) akan gencar dilaksanakan pada semester mendatang. Dan diharapkan dapat menciptakan proses pembelajaran yang inovatif dengan menunjang minat dan bakat peserta didik. “Ada beberapa program akselerator yang dibuat oleh sektor kemahasiswaan dan alumni. Diantaranya adalah manual yang menjadi pedoman bagi setiap unit kerja. “Salah satunya panduan penyusunan kurikulum MBKM,” jelasnya. Edy Ikhsan menegaskan, tujuan MBKM adalah mencapai hasil belajar yang memuat sikap dan keterampilan secara optimal sehingga sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. siap pakai dan profesional di dunia industri. “Kebijakan MBKM akan intensif diterapkan pada semester mendatang,” ujarnya. “Program ini harus menjadi jawaban untuk menciptakan proses pembelajaran yang inovatif bagi mahasiswa, agar semangat dan bakatnya terpacu,” tambah Edy Ikhsan.

Oleh karena itu, ia berharap para akademisi dapat memberikan layanan yang baik dan optimal dan diharapkan dapat menjadi mampu beradaptasi dengan teknologi sehingga dapat bertindak profesional.

Disadur dari Artikel : kompas.com