Perkiraan Pertumbuhan Menggembirakan: Produksi Alat Berat Diproyeksikan Meningkat 40% pada 2022

Dipublikasikan oleh Jovita Aurelia Sugihardja

13 Maret 2024, 08.54

Sumber: bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi alat berat diperkirakan meningkat 30-40% pada tahun depan. Presiden Jamaludin, Presiden Industri Alat Berat Indonesia, pada tahun 2022 akan mendekati angka tahun 2018 yaitu lebih dari 8.000 unit. “Tahun depan produksinya naik 30-40%, sama dengan produksi 2018,” kata Jamaludin kepada Bisnis, Senin (12 Juni 2021). 

Saat ini target penjualan tahun ini sebanyak 6.000 unit. Jamaludin yakin target tersebut bisa tercapai mengingat pada kuartal III 2021 mencapai 4.584 unit. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan produksi alat berat tahun lalu (3.427 unit). Efisiennya pengoperasian alat berat tidak lepas dari penyusutan properti. Tahun depan, perseroan masih akan bertaruh pada sektor pertambangan. Berdasarkan catatan Hinabi, operasi hingga kuartal III 2021 berjumlah 4.584 unit, meliputi hydraulic excavator 4.232 unit, excavator 57 unit, bulldozer 239 unit, dan dump truck 56 unit. “Sektor terpenting adalah pertambangan,” tambahnya.

Sebelumnya, Jamaludin mengatakan, kebutuhan alat berat dalam negeri akan melebihi 6.000 unit pada tahun ini. Namun, krunya membatasi pekerjaan mereka karena rendahnya pasokan suku cadang. 40-50% pasokan alat berat dikirim pulang. Saat ini sisanya harus diimpor, salah satunya dari Jepang. 

Sedangkan menurut informasi Persatuan Penyalur Alat Berat Seluruh Indonesia (PAABI), pada Agustus 2021, penjualan alat berat semua kategori mencapai 8.821 unit, meningkat 99% penjualan dari 4.440 unit pada Januari hingga Agustus 2020. Peningkatan penjualan terbesar pada Januari hingga Agustus 2021 terjadi pada alat berat sektor pertambangan yang mencapai 3.062 unit, meningkat 206% dari 1.001 unit pada periode sama tahun 2020. Hal ini disebabkan oleh tingginya harga batu bara dan nikel serta meningkatnya aktivitas peleburan nikel. 

Berikutnya, alat berat sektor kehutanan meningkat 84% menjadi 1.487 unit, alat konstruksi meningkat 64% menjadi 3.449 unit, dan alat pertanian meningkat 54,7% menjadi 823 unit. Peningkatan penjualan terbesar pada Januari hingga Agustus 2021 terjadi pada alat berat sektor pertambangan yang mencapai 3.062 unit, naik 206% dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebanyak 1.001 unit. Hal ini disebabkan oleh situasi harga batu bara dan nikel.

Jumlahnya masih tinggi dan jumlah smelter nikel diperkirakan akan bertambah. Berikutnya, alat berat sektor kehutanan meningkat 84% menjadi 1.487 unit, alat konstruksi meningkat 64% menjadi 3.449 unit, dan alat pertanian meningkat 54,7% menjadi 823 unit. Selain itu, peningkatan produksi alat berat akan menyebabkan peningkatan permintaan bahan baku seperti baja lembaran dan produk komponen.

Disadur dari : https://ekonomi.bisnis.com/read/20211206/257/1474361/produksi-alat-berat-diproyeksi-tumbuh-40-persen-pada-2022