Peran Gas Alam dalam Pembangunan Energi Berkelanjutan

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

23 Februari 2024, 10.39

Sumber: Foto: Ilustrasi pipa gas bumi (Dokumentasi PGN)

Transisi energi menuju sumber energi terbarukan telah menjadi perhatian global, termasuk di Indonesia, dengan semakin meningkatnya pangsa energi "bersih". Dalam konteks ini, gas alam, sebagai salah satu sumber energi fosil yang relatif bersih dan sudah berkembang secara teknis dan ekonomis, memiliki peran strategis sebagai jembatan menuju transisi energi.

Transisi energi, baik dalam kaitannya dengan pengelolaan energi maupun dari sumber energi tak terbarukan menjadi sumber energi terbarukan dan mengubah arah ekonomi energi menjadi lebih ramah lingkungan, telah menjadi tema dan gerakan umum di seluruh dunia. Kombinasi energi, baik dari sisi energi primer maupun energi final, bergerak ke arah kombinasi sumber energi baik di tingkat global, regional, maupun nasional, termasuk Indonesia yang pangsa energi "bersih" semakin besar.

Dalam konteks ini, gas bumi yang relatif (paling sering) merupakan salah satu sumber energi fosil yang paling bersih dan paling berkembang secara teknis dan ekonomis, memiliki peran strategis dan sentral berdasarkan dan sebagai bagian dari perkembangan yang terjadi hingga saat ini, dan sebagai jembatan transisi energi.

Peran Gas Bumi dalam Transisi Energi

Menurut BP Statistical Review of World Energy 2022, konsumsi global gas bumi terus meningkat sekitar 1,78% per tahun dan diproyeksikan akan terus meningkat hingga mencapai 74 miliar kaki kubik per hari pada 2030, sebagian besar berasal dari negara-negara Non-OECD. Faktor utama dalam pertumbuhan ini adalah penggunaan gas dalam pembangkit listrik, yang diproyeksikan akan menggantikan pembangkit listrik tenaga uap batu bara.

Gas bumi juga memainkan peran penting di dalam bauran energi nasional Indonesia, dengan porsi yang diproyeksikan akan meningkat hingga 24% pada 2050. Konsumsi gas bumi untuk kebutuhan domestik terus meningkat, terutama di sektor industri, pupuk, dan ketenagalistrikan. Namun, masih ada tantangan dalam infrastruktur yang perlu diatasi untuk optimalisasi pengembangan dan pemanfaatan gas nasional.

Ketersediaan gas bumi Indonesia relatif baik, dengan cadangan terbukti mencapai 41,62 triliun kaki kubik persegi dan penemuan cadangan baru yang didominasi oleh gas bumi. Namun, keberlanjutan proyek-proyek strategis seperti lapangan gas Abadi Masela dan proyek IDD Gendalo-Gehem menjadi kunci dalam memastikan pemenuhan kebutuhan gas bumi nasional di masa depan.

Dengan jaminan investasi yang kompetitif dan penanganan yang baik terhadap tantangan infrastruktur, gas bumi dapat berfungsi sebagai komponen utama dalam transisi energi nasional Indonesia.

 

Disadur dari: https://www.cnbcindonesia.com/opini/20230529101941-14-441353/gas-bumi-sebagai-komponen-dan-jembatan-transisi-energi