Penjelasan Mengenai Senyawa Kimia Etana?

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

26 Februari 2024, 09.37

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ethane-2D.png

Etana (C2H6) adalah alkana 2-karbon, gas tak berwarna dan tak berbau pada suhu dan tekanan kamar. Diproduksi dari gas alam dan penyulingan minyak, etana digunakan sebagai bahan baku utama untuk etilen. Gugus etil dalam etana dapat digantikan dengan gugus fungsi lain untuk membentuk senyawa terkait. Contohnya, gabungan dengan gugus hidroksil menghasilkan etanol, yang merupakan alkohol yang ditemukan dalam minuman.

Sejarah singkat

Pada tahun 1834, Michael Faraday pertama kali mensintesis etana melalui elektrolisis larutan kalium asetat. Namun, ia salah mengidentifikasi produknya sebagai metana. Antara 1847-1849, Hermann Kolbe dan Edward Frankland juga berhasil menghasilkan etana dari propionitril dan etil iodida dengan menggunakan logam kalium. Namun, mereka juga salah menganggap produknya sebagai radikal metil. Pada tahun 1864, Carl Schorlemmer memperbaiki kesalahan tersebut dengan menunjukkan bahwa produk yang dihasilkan dari semua reaksi adalah etana. Nama "etana" berasal dari bahasa Jerman untuk alkohol yang dapat diminum (etanol) dan diakhiri dengan "-ana" yang mengacu pada adanya ikatan tunggal antara atom karbon.

Sifat Etana

 

Pada kondisi standar, etana adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berbau. Titik didihnya adalah −885 °C dan titik leburnya adalah −1.828 °C. Etana dapat berbentuk padat dalam beberapa modifikasi, dengan modifikasi pertama yang muncul pada pendinginan di bawah tekanan normal adalah kristal plastik yang memiliki struktur kubik. Namun, saat didinginkan lebih lanjut, etana akan berubah menjadi bentuk monoklinik yang bersifat metastabil. Etana memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam air.

Penjelasan Kimia

Etana, dengan rumus kimia C2H6, dapat dianggap sebagai dua gugus metil yang bergabung, membentuk dimer gugus metil. Metode sintesis laboratorium utama untuk etana adalah elektrolisis Kolbe, di mana elektrolisis larutan garam asetat menghasilkan etana melalui serangkaian reaksi radikal bebas. Etana dapat bereaksi dengan halogen, terutama klor dan brom, melalui halogenasi radikal bebas, menghasilkan campuran produk terhalogenasi. Dalam pembakaran sempurna, etana menghasilkan karbon dioksida dan air, tetapi dalam pembakaran tidak sempurna, dapat menghasilkan karbon tunggal seperti karbon monoksida dan formaldehida. Etana juga memiliki penghalang rotasi yang menyebabkan energi minimum yang diperlukan untuk rotasi ikatan, yang merupakan fenomena yang masih belum sepenuhnya dipahami secara fisik.

Produksi Etana

Etana merupakan komponen terbesar kedua dalam gas alam setelah metana. Sebelum tahun 1960-an, biasanya tidak dipisahkan dari metana, namun saat ini dipisahkan sebagai bahan baku penting dalam industri petrokimia. Etana dapat dipisahkan dari gas alam melalui proses pendinginan kriogenik, yang paling efisien dilakukan dengan menggunakan turboexpander. Proses ini memungkinkan untuk memperoleh lebih dari 90% etana dalam gas alam dengan suhu yang sangat rendah, sehingga memungkinkan pemisahan dari komponen lainnya seperti metana dan propana.

Kegunaan

Etana digunakan sebagai bahan baku dalam produksi etilena melalui perengkahan kukus. Ketika diencerkan dengan kukus dan dipanaskan pada suhu tinggi, hidrokarbon berat menjadi hidrokarbon yang lebih ringan dan hidrokarbon jenuh menjadi tidak jenuh. Produksi etilena dari perengkahan kukus etana menghasilkan persentase etilena yang tinggi, sedangkan reaksi hidrokarbon yang lebih berat menghasilkan campuran dengan sedikit etilena dan lebih banyak alkena berat seperti propena dan butadiena. Selain itu, etana sedang diteliti sebagai bahan baku untuk bahan kimia komoditas lainnya. Etana juga dapat digunakan sebagai zat pendingin dalam sistem pendinginan kriogenik dan dalam penelitian ilmiah untuk memvitrifikasi air dalam mikroskop cryo-elektron.


Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Etana