Penjelasan Mengenai Komputasi Awan

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

19 Maret 2024, 10.26

Sumber: e-trainingonline.com

Komputasi awan merupakan gabungan antara teknologi komputer dan pengembangan berbasis Internet. Istilah "awan" merupakan metafora untuk internet, yang seperti awan dalam diagram jaringan komputer, merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang tersedia di baliknya. Dalam konteks Cloud Computing, awan adalah suatu cara untuk menyajikan kapabilitas teknologi informasi sebagai layanan melalui internet, memungkinkan pengguna untuk mengaksesnya tanpa perlu mengetahui detail infrastruktur yang digunakan.

Menurut makalah IEEE Internet Computing tahun 2008, Cloud Computing adalah paradigma di mana informasi disimpan secara permanen di server internet dan sementara di komputer pengguna, termasuk berbagai perangkat seperti desktop, tablet, notebook, dan lainnya.

Konsep komputasi awan mencakup berbagai teknologi seperti SaaS, Web 2.0, dan tren terbaru lainnya yang bergantung pada internet untuk menyediakan layanan komputasi. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis secara daring yang diakses melalui browser web, dengan perangkat lunak dan data disimpan di server. Komputasi awan merupakan tren teknologi terkini, dengan iCloud sebagai salah satu contoh perkembangan dari teknologi Cloud Computing ini.

Sejarah komputasi awan

Pada tahun 1950-an, Cloud Computing memiliki dasar konsepnya. Saat itu, komputer mainframe yang besar dalam skala dapat diakses melalui komputer terminal yang disebut Terminal Statis. Meskipun terminal tersebut hanya untuk komunikasi dan tidak memiliki kemampuan pemrosesan internal, pengembangan akses fisik komputer membantu memaksimalkan penggunaan komputer mainframe yang mahal.

Di tahun 1960-an, John McCarty mengusulkan bahwa komputasi akan menjadi utilitas publik. Buku Douglas Parkhill, "The Challenge of the Computer Utility", membandingkan industri listrik dengan cloud computing dalam menyediakan layanan komputasi. Ilmuwan Herb Grosch meramalkan bahwa dunia akan beroperasi pada terminal bodah yang didukung oleh sejumlah besar pusat data.

Pada tahun 1970-an, RJE (Remote Process Entry Home Job) berkembang, terutama berkaitan dengan perusahaan-perusahaan seperti IBM dan DEC Mainframe.

Di tahun 1990-an, perusahaan telekomunikasi mulai menawarkan layanan VPN (Virtual Private Network) yang efisien dalam hal biaya dan kualitas. Simbol awan digunakan untuk menandai batas antara penyedia dan pengguna, menandai titik demarkasi di mana tanggung jawab berpindah. Cloud computing memperluas batasan ini untuk menutup server dan infrastruktur jaringan.

Mulai tahun 2000-an, Amazon memainkan peran penting dalam perkembangan cloud computing dengan memodernisasi pusat data dan meluncurkan Amazon Web Service (AWS) pada tahun 2006. Platform open source pertama yang kompatibel dengan API AWS, Eucalypus, muncul pada awal tahun 2008.

Pada tahun 2011, IBM mengumumkan kerangka SmartCloud sebagai bagian dari inisiatif Smarter Planet mereka, yang menandai pentingnya cloud computing dalam perkembangan teknologi.

Pada tahun 1960, John McCarthy dari MIT mengusulkan ide bahwa suatu hari nanti, komputasi akan menjadi infrastruktur publik seperti listrik dan telepon. Ide ini menjadi awal dari konsep Komputasi Awan yang kita kenal sekarang.

Pada tahun 1995, Larry Ellison, pendiri Oracle, memperkenalkan konsep "Network Computing", di mana pengguna tidak perlu lagi memasang perangkat lunak ke dalam PC mereka, tetapi dapat mengaksesnya melalui koneksi dengan server yang menyediakan lingkungan komputasi.

Di akhir era 1990-an, konsep ASP (Application Service Provider) mulai berkembang, ditandai dengan munculnya perusahaan pusat pengolahan data. Ini memperbaiki kualitas jaringan komputer dan meningkatkan akses pengguna.

Pada tahun 2000, Marc Benioff meluncurkan Salesforce.com, perangkat lunak CRM berbasis SaaS (Software as a Service), mengusung visi "The End of Software" yang dikembangkan dari ide Larry Ellison.

Dari tahun 2005 hingga sekarang, Cloud Computing semakin populer dengan berbagai penerapan sistem seperti Amazon EC2, Google App Engine, dan Blue Cord Initiative dari IBM. Banyak aplikasi populer seperti Evernote, Dropbox, dan Google Drive juga menggunakan teknologi Cloud Computing.

Pengembangan sistem komputasi awan semakin kompleks dengan munculnya era Material Requirement Planning (MRP) yang kemudian berubah menjadi Enterprise Resource Planning (ERP). Oracle Corporation menjadi pemain utama dalam mengembangkan komputasi awan dalam sistem ERP, diikuti oleh banyak pengembang lain seperti Ukirama, Moka, SAP SE, dan lainnya.

Manfaat komputasi awan

Dari penjelasan tentang cloud computing diatas, ada banyak manfaat yang bisa kita ambil dari cloud computing, yaitu:

  • Skalabilitas: Dengan menggunakan komputasi awan, kita dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli perangkat keras tambahan seperti hard disk. Hal ini karena kita dapat menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan komputasi awan.

  • Aksesibilitas: Komputasi awan memungkinkan kita untuk mengakses data kapan pun dan di mana pun kita berada, selama terhubung dengan internet. Ini memudahkan akses terhadap data yang penting tanpa terbatas oleh lokasi fisik.

  • Keamanan: Data kita dapat terjamin keamanannya oleh penyedia layanan komputasi awan, mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan. Ini memberikan ketenangan pikiran bagi perusahaan berbasis IT karena data dapat disimpan secara aman di cloud.

  • Kreasi: Pengguna dapat melakukan dan mengembangkan proyek atau kreasi mereka tanpa perlu mengirimkan proyek secara langsung ke perusahaan. Mereka dapat mengirimkan proyek mereka melalui penyedia layanan komputasi awan, memfasilitasi kolaborasi dan pertukaran ide.

  • Kecemasan: Dalam situasi bencana alam atau kehilangan perangkat keras, data tetap aman di cloud. Ini memberikan ketenangan pikiran karena data tidak tergantung pada perangkat keras lokal dan dapat diakses kembali setelah kejadian yang tidak terduga.

Layanan komputasi awan

  1. Infrastructure as a Service (IaaS): Merupakan layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT seperti CPU, RAM, storage, dan bandwith. Komponen ini digunakan untuk membangun komputer virtual yang dapat diinstal sistem operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan. Layanan IaaS menghemat biaya karena tidak memerlukan pembelian komputer fisik dan konfigurasi komputer virtual dapat diubah sesuai kebutuhan. Contoh penyedia layanan IaaS adalah Amazon EC2, Telkom Cloud, dan BizNetCloud.

  2. Platform as a Service (PaaS): Merupakan layanan yang menyediakan platform komputasi yang sudah termasuk sistem operasi, database, web server, dan framework aplikasi. Perusahaan penyedia layanan PaaS bertanggung jawab atas pemeliharaan platform komputasi ini. Keuntungan bagi pengembang adalah mereka dapat fokus pada pengembangan aplikasi tanpa harus memikirkan pemeliharaan platform komputasi. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.

  3. Software as a Service (SaaS): Merupakan layanan komputasi awan di mana pengguna dapat langsung menggunakan aplikasi yang telah disediakan oleh penyedia layanan. Infrastruktur dan platform yang menjalankan aplikasi dikelola oleh penyedia layanan. Contoh layanan SaaS adalah aplikasi email seperti Gmail, Yahoo Mail, dan Microsoft Outlook, serta aplikasi media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Google+. Keuntungan dari layanan ini adalah pengguna tidak perlu membeli lisensi untuk mengakses aplikasi tersebut, hanya perlu perangkat klien komputasi awan yang terhubung ke internet. Contoh lainnya adalah Office 365 dan Adobe Creative Cloud yang mengharuskan pengguna berlangganan untuk mengakses aplikasi tersebut.

Metoda atau cara kerja komputasi awan

Berikut adalah penjelasan tentang metode atau cara kerja penyimpanan data dan replikasi data dalam pemanfaatan teknologi cloud computing. Dalam Cloud Computing, komputer lokal tidak lagi harus melakukan pekerjaan komputasi berat untuk menjalankan aplikasi yang diperlukan. Sebaliknya, tidak perlu menginstal paket perangkat lunak pada setiap komputer, melainkan hanya melakukan instalasi sistem operasi pada satu aplikasi. Jaringan komputer yang membentuk awan (internet) akan menangani pekerjaan tersebut. Server-server ini akan menjalankan semua aplikasi, mulai dari E-mail, pengolah kata, hingga program analisis data yang kompleks.

Ketika pengguna mengakses awan (internet) untuk mengunjungi sebuah website populer, berbagai proses terjadi. Pengguna Internet Protocol (IP) dapat digunakan untuk menentukan lokasi pengguna (geolocation). Kemudian, sistem Nama Domain (DNS) akan mengarahkan pengguna ke sebuah cluster server yang berdekatan dengan mereka, sehingga situs dapat diakses dengan cepat dan dalam bahasa lokal pengguna.

Pengguna tidak masuk langsung ke server, melainkan mereka masuk ke layanan mereka menggunakan ID sesi atau cookie yang disimpan dalam browser mereka. Halaman web yang dilihat oleh pengguna biasanya berasal dari server web. Server web menjalankan perangkat lunak dan menyajikan pengguna dengan antarmuka yang digunakan untuk mengumpulkan perintah atau instruksi dari pengguna (seperti klik, mengetik, mengunggah, dan lain-lain). Perintah-perintah ini kemudian diinterpretasikan oleh server web atau diproses oleh server aplikasi. Informasi kemudian disimpan atau diambil dari server basis data atau server berkas, dan pengguna kemudian disajikan dengan halaman yang telah diperbarui. Data di beberapa server disinkronisasikan di seluruh dunia untuk akses global cepat dan juga untuk mencegah kehilangan data.

Web service telah memberikan mekanisme umum untuk penyampaian layanan, yang membuat Arsitektur Berorientasi Layanan (SOA) ideal untuk diterapkan. Tujuan dari SOA adalah untuk mengatasi persyaratan yang fleksibel, berbasis standar, dan Independent Protocol Distributed Computing. Dalam SOA, sumber daya perangkat lunak dikemas sebagai "layanan" yang terdefinisi dengan baik, yaitu modul mandiri yang menyediakan fungsionalitas bisnis standar dan konteks layanan lainnya. Kemajuan web service telah memungkinkan penciptaan layanan yang kuat yang dapat diakses berdasarkan permintaan, secara seragam.

Implementasi komputasi awan

Ada tiga poin utama yang diperlukan dalam implementasi cloud computing, yaitu:

  • Computer front end

Biasanya merupakan Komputer desktop biasa.

  • Computer back end

Computer back end dalam skala besar biasanya berupa server komputer yang dilengkapi dengan data center dalam rak-rak besar. Pada umumnya Computer back end harus mempunyai kinerja yang tinggi, karena harus melayani mungkin hinggga ribuan permintaan data.

  • Penghubung antara keduanya

Penghubung keduanya bisa berupa jaringan LAN atau internet.

Implementasi cloud computing dalam pemerintahan (E-Goverment)

Pemanfaatan Cloud Computing dalam sektor pemerintahan (E-Government) dapat meningkatkan efisiensi khususnya dalam layanan administrasi publik. E-Government memungkinkan para staf pemerintah untuk memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat. Di Indonesia, pemerintah telah mengadopsi penggunaan cloud computing. Sebagai contoh, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah memperkenalkan layanan Cloud Computing sebagai solusi untuk outsourcing manajemen Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi instansi pemerintah. Tujuan dari layanan ini adalah untuk mempercepat implementasi E-Government, dengan membebaskan pengguna pemerintah dari urusan konfigurasi dan pemeliharaan perangkat teknologi informasi sehingga mereka dapat fokus pada pemberian layanan administrasi yang lebih baik kepada masyarakat.

Masalah yang dihadapi

Dunia komputasi awan adalah domain yang baru bagi sebagian besar orang, karena teknologi ini belum dikenal oleh semua orang. Namun, dengan kebaruan tersebut, muncul beberapa tantangan dalam mengenalkannya kepada masyarakat umum. Salah satunya adalah ketergantungan pada jaringan internet untuk penggunaan komputasi awan; jika terjadi gangguan pada internet, maka kinerja komputer yang menggunakan komputasi awan akan terganggu karena proses yang menjadi lambat.

Masalah lainnya timbul ketika suatu perusahaan mengadopsi komputasi awan untuk menyimpan data, karena mereka menjadi sangat tergantung pada vendor (penyedia layanan komputasi awan). Perusahaan tersebut tidak memiliki server sendiri dalam infrastruktur komputasi awan, sehingga jika vendor mengalami masalah dalam layanan backup atau server rusak, perusahaan tersebut dapat mengalami kerugian besar karena data mereka terdampak.

Selain itu, penggunaan komputasi awan membutuhkan bandwidth yang besar karena volume data yang ditransfer dalam akun tersebut cukup besar. Oleh karena itu, dibutuhkan bandwidth yang mencukupi untuk menampung data yang dikirim dan diterima. Keamanan dan privasi juga menjadi perhatian utama, karena data yang disimpan di internet dapat diakses oleh masyarakat luas. Jika data tersebut sangat rahasia, hal ini dapat menimbulkan risiko yang fatal dalam pengelolaan informasi.

Selain tantangan tersebut, dukungan yang kurang dari berbagai pihak juga menjadi masalah dalam pengembangan komputasi awan. Beberapa tantangan ini muncul karena teknologi komputasi awan masih baru dalam menyimpan data di internet. Selain itu, keberadaan banyak peretas yang dapat merusak infrastruktur internet juga membuat vendor harus lebih berhati-hati dalam mengelola sumber daya yang digunakan dalam komputasi awan.

Contoh komputasi awan

Google Drive

Google Drive merupakan layanan penyimpanan daring yang dimiliki oleh Google, yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 24 April 2012. Awalnya, layanan ini merupakan perkembangan dari Google Docs. Setiap pengguna Google Drive diberikan kapasitas penyimpanan sebesar 5 GB secara gratis, namun kapasitas tersebut dapat diperluas dengan melakukan pembayaran atau pembelian penyimpanan tambahan.

Dengan Google Drive, pemilik file dapat dengan mudah mengakses berkas mereka di mana saja dan kapan saja menggunakan berbagai perangkat seperti komputer desktop, laptop, tablet, atau smartphone. Selain itu, file-file tersebut dapat dengan mudah dibagikan dengan orang lain untuk tujuan berbagi informasi atau kolaborasi dalam pengeditan.

Fitur-fitur Google Drive

  • Penyimpanan gratis sebesar 15 GB

Google Drive memberikan fasilitas penyimpanan sebesar 15GB kepada penggunanya dengan cuma-cuma untuk menyimpan dokumen, baik berupa gambar, video, musik, ataupun file-file lain.

  • Memungkinkan membuat dokumen

Pada fitur ini Google Drive memungkinkan para penggunanya untuk membuat dokumen, seperti mengolah data, mengolah angka, membuat presentasi, form dan dokumen lainnya.

  • Berbagi file

Google Drive memudahkan untuk berbagi file dengan orang lain, dan juga memudahkan orang lain untuk melakukan pengeditan terhadap file yang kita buat.

  • Terintegrasi dengan layanan Google lainnya

Para pengguna layanan Google lainnya akan merasakan kemudahan dalam memanajemen file dari Google Drive. Karena Google Drive secara otomatis terintegrasi dengan layanan google lainnya.

  • Fasilitas pencarian

Google Drive memberikan layanan pencarian yang lebih baik dan lebih cepat untuk para penggunanya dengan menggunakan kata kunci tertentu. Google Drive juga dapat mengenali gambar atau teks dari dokumen hasil scan.

  • Menampilkan berbagai file

Lebih dari 30 type file yang dapat dibuka dan ditampilkan oleh Google Drive, termasuk file video, file image, dan lain-lain tanpa mengharuskan pengguna untuk mengunduh dan menginstal software yang sesuai dengan tipe atau ekstensi file tersebut.

  • Menjalankan aplikasi

Google Drive juga mempunyai kemampuan untuk membuat, menjalankan dan membagi file aplikasi favorit yang dimiliki oleh pengguna.

Windows Azure

Windows Azure adalah sistem operasi berbasis komputasi awan yang dikembangkan oleh Microsoft untuk mengelola aplikasi dan menyediakan layanan melalui jaringan global dari pusat data Microsoft. Dilengkapi dengan dukungan untuk berbagai bahasa dan alat pemrograman, Windows Azure dirilis pada tanggal 1 Februari 2010.

Fitur-fitur Windows Azure

  • Layanan Infrastruktur

Windows Azure menyediakan infrastruktur dengan skala yang sesuai dengan kebutuhan. Baik dalam membuat aplikasi baru atau menjalankan aplikasi yang telah disediakan.

  • Kembangkan dan Lakukan Percobaan

Windows Azure memungkinkan pengguna untuk melakukan pengembangan aplikasi dan langsung melakukan percobaan pada aplikasi tersebut secara cepat.

  • Big Data

Windows Azure menyediakan kapasitas data yang besar. Kapasitas ini didukung oleh Apache Hadoop.

  • Aplikasi Mobile

Windows Azure memberikan kemudahan dalam pembuatan aplikasi mobile. Aplikasi yang telah dibuat dan dapat langsung dimasukan ke penyimpanan komputasi awan.

  • Media

Layanan Media Windows Azure memperbolehkan untuk mengembangkan solusi penyebaran media, yang mana bisa menampilkan media dari Adobe Flash, Android, iOS, Windows, dan platform lainnya

  • Aplikasi Web

Windows Azure menawarkan keamanan dan fleksibilitas pengembangan, penyebaran, dan pilihan skala untuk berbagai macam ukuran aplikasi web.

  • Penyimpanan, Pencadangan, dan Pemulihan

Windows Azure menyediakan penyimpanan, pencadangan, dan solusi pemulihan data apapun.

  • Identitas dan Manajemen Akses

Windows Azure Active Directory memberikan layanan pengamanan pada identitas perusahaan. Serta melakukan manajemen pada banyak pengguna di sebuah perusahaan.

  • Integrasi

Windows Azure memperbolehkan pengguna untuk membawa seluruh aplikasi, data, perangkat, mitra ke perangkat lokal dan ke awan.

  • Manajemen Data

Windows Azure menyediakan solusi yang tepat untuk kebutuhan data pengguna.

 

Disadur dari: id.wikipedia.org