Pengolahan Sampah: Mengenal Jenis, Proses, dan Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

27 Maret 2024, 06.53

Sampah 

Sampah adalah materi sisa yang tidak diinginkan setelah selesai suatu proses. Manusia mendefinisikan sampah berdasarkan seberapa berguna atau tidaknya bagi mereka, sementara dalam proses alam, tidak ada konsep sampah; yang ada hanyalah produk-produk yang dihasilkan selama dan setelah proses alam tersebut berlangsung. Namun, dalam konteks kehidupan manusia yang memperhatikan lingkungan, kita membagi sampah berdasarkan jenisnya.

Jenis-jenis

Berdasarkan sumbernya

Sampah dapat dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan asal dan sifatnya. Pertama, terdapat sampah alam yang merupakan jenis sampah yang secara alami terjadi dalam lingkungan, seperti daun yang gugur atau batu-batuan. Kemudian, ada sampah manusia, yang meliputi segala macam sampah yang dihasilkan oleh aktivitas manusia sehari-hari, mulai dari sampah dapur hingga sampah plastik. Sampah konsumsi juga merupakan bagian dari jenis sampah manusia, yang mencakup limbah dari pengemasan makanan dan barang-barang konsumsi lainnya. Selanjutnya, ada sampah nuklir yang sangat berbahaya karena mengandung material radioaktif yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Sampah industri adalah jenis sampah yang dihasilkan oleh proses industri, seperti limbah kimia dan limbah padat. Terakhir, sampah pertambangan adalah hasil samping dari kegiatan penambangan mineral dan logam, seperti batuan bekas penambangan dan limbah beracun. Dengan memahami jenis-jenis sampah ini, kita dapat lebih efektif dalam mengelola dan mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Berdasarkan sifatnya

  • Sampah organik - dapat diurai (degradable)

Sampah organik merupakan jenis sampah yang mudah terurai seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sejenisnya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.

Contohnya mencakup daun, kayu, kulit telur, bangkai hewan, bangkai tumbuhan, kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, kardus, kertas, dan lain sebagainya.

  • Sampah anorganik - tidak terurai (undegradable)

Sampah anorganik adalah jenis sampah yang tidak mudah terurai, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, mainan plastik, botol dan gelas minuman, kaleng, dan lain sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersial atau dijual untuk dijadikan bahan baku produk lainnya. Beberapa contoh sampah anorganik yang dapat dijual termasuk plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan berbagai jenis kertas seperti koran, HVS, dan karton.

  • beracun (B3): limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.

Berdasarkan bentuknya

Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai:

Sampah padat

Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine, dan sampah cair. Ini termasuk sampah rumah tangga seperti sisa makanan, limbah dapur, sampah kebun, plastik, logam, kaca, dan sebagainya. Berdasarkan bahan penyusunnya, sampah ini dapat dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik berasal dari barang-barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, limbah hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, ranting, rumput saat pembersihan kebun, dan lain sebagainya.

Berdasarkan kemampuannya untuk diuraikan oleh proses alami (biodegradability), sampah dapat dibagi menjadi dua kategori:

Pertama, Biodegradable, yaitu sampah yang dapat diuraikan secara menyeluruh oleh proses biologi, baik aerob (dengan oksigen) maupun anaerob (tanpa oksigen). Contohnya adalah sampah dapur, sisa-sisa hewan, serta limbah pertanian dan perkebunan.

Kedua, Non-biodegradable, yaitu sampah yang tidak dapat diuraikan oleh proses biologi. Kategori ini dapat dibagi lagi menjadi dua subkategori:

1. Recyclable, yaitu sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai ekonomi, seperti plastik, kertas, pakaian, dan lainnya.

2. Non-recyclable, yaitu sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau digunakan kembali, seperti kemasan Tetra Pak, kertas karbon, polistiren, dan lainnya.

Sampah cair

Sampah cair merujuk pada bahan cairan yang telah digunakan dan tidak lagi diperlukan, yang kemudian dibuang ke tempat pembuangan sampah. Jenis sampah cair ini dapat dibagi menjadi beberapa kategori:

Pertama, limbah hitam, yang merupakan sampah cair yang berasal dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Kedua, limbah rumah tangga, yang meliputi sampah cair yang dihasilkan dari kegiatan sehari-hari di rumah seperti dari dapur, kamar mandi, dan tempat pencucian. Sampah rumah tangga ini juga bisa mengandung patogen yang perlu diperhatikan.

Sampah dapat ditemukan dalam berbagai fase materi, termasuk padat, cair, dan gas. Ketika sampah dilepaskan dalam bentuk cair atau gas, khususnya gas, itu disebut sebagai emisi. Emisi sering kali terkait dengan pencemaran lingkungan.

Dalam konteks kehidupan manusia, sampah yang dihasilkan dalam jumlah besar biasanya berasal dari aktivitas industri, yang sering disebut sebagai limbah industri. Ini termasuk limbah dari sektor-sektor seperti pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri pada akhirnya akan menjadi sampah, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan sekitar sebanding dengan jumlah konsumsi.

Sampah alam

Sampah yang dihasilkan dalam kehidupan liar secara alami dipecah melalui proses daur ulang alami, seperti daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Namun, di lingkungan pemukiman atau di luar habitat alaminya, sampah-sampah ini bisa menjadi masalah jika tidak dikelola dengan baik. Misalnya, daun-daun kering yang menumpuk di lingkungan pemukiman dapat menciptakan masalah lingkungan.

Sampah manusia

Sampah manusia, seperti feses dan urin, adalah istilah yang mengacu pada hasil pencernaan manusia. Sampah ini dapat menjadi sumber bahaya serius bagi kesehatan karena dapat menjadi sarana penularan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Salah satu kemajuan penting dalam sejarah manusia adalah pengurangan penyebaran penyakit melalui sampah manusia dengan menerapkan praktik hidup yang higienis dan sanitasi yang baik. Ini termasuk pengembangan sistem saluran pipa untuk pembuangan limbah. Sampah manusia juga bisa diminimalkan dan didaur ulang, misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.

Sampah konsumsi

Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.

Limbah radioaktif

Sampah nuklir adalah hasil dari proses fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium, zat-zat yang sangat berbahaya bagi lingkungan dan manusia. Untuk alasan keamanan, sampah nuklir disimpan di lokasi-lokasi yang minim risiko untuk aktivitas manusia. Tempat-tempat penyimpanan biasanya berada di bekas tambang garam atau di dasar laut, meskipun hal ini jarang dilakukan.

Dampak Sampah Bagi Masyarakat

Pengelolaan sampah yang kurang memadai, seperti pembuangan sampah yang tidak terkontrol, seringkali menjadi tempat yang menarik bagi berbagai jenis organisme dan binatang seperti lalat, kecoa, dan tikus. Hal ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga membawa potensi bahaya serius terhadap kesehatan kita. Misalnya, penyakit seperti diare, kolera, dan tifus dapat menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah yang tidak dikelola dengan baik bisa mencampur dengan air minum. Selain itu, penyakit jamur juga dapat berkembang biak di lingkungan yang kotor. Bahkan, beberapa penyakit dapat menyebar melalui rantai makanan, seperti yang terjadi pada penyakit yang ditularkan oleh cacing pita yang masuk ke dalam binatang ternak melalui sisa makanan atau sampah. Sampah beracun juga merupakan ancaman serius; contohnya, di Jepang, ribuan orang meninggal karena mengkonsumsi ikan yang terkontaminasi oleh raksa, yang berasal dari sampah pabrik yang dibuang ke laut. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pengelolaan sampah dengan baik demi menjaga kesehatan kita dan lingkungan sekitar.

Terhadap Lingkungan

Dampak terhadap ekosistem perairan

Sampah yang dibuang sembarangan ke berbagai tempat dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Di satu sisi, sampah organik dapat mengurangi kadar oksigen dalam lingkungan perairan, sementara sampah anorganik dapat menghalangi sinar matahari masuk ke dalam air, mengganggu proses penting seperti fotosintesis dalam ekosistem. Kedua jenis sampah ini membuat air menjadi keruh, mengurangi keberadaan organisme kecil, dan mengganggu populasi hewan air.

Cairan yang merembes ke dalam drainase atau sungai menjadi tercemar. Hal ini dapat menyebabkan kematian berbagai makhluk hidup seperti ikan, mengancam kelangsungan hidup beberapa spesies ikan, dan mengubah kondisi biologis ekosistem perairan. Penguraian sampah yang langsung dibuang ke dalam air atau sungai dapat menghasilkan asam organik dan gas cair organik, seperti metana, yang tidak hanya berbau busuk tetapi juga dapat menyebabkan ledakan jika konsentrasinya tinggi.

Dampak terhadap ekosistem daratan

Sampah yang dibuang secara langsung ke dalam ekosistem darat dapat menjadi tempat berkembang biak bagi berbagai organisme seperti tikus, kecoa, lalat, dan lainnya. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan yang signifikan dalam populasi serangga atau hewan tersebut.

Terhadap Sosial dan Ekonomi

Pengelolaan sampah yang kurang baik tidak hanya menciptakan lingkungan yang tidak menyenangkan bagi masyarakat dengan bau tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah berserakan di mana-mana, tetapi juga memberikan dampak negatif terhadap sektor pariwisata. Ketika lingkungan tercemar oleh sampah, daya tarik wisata menjadi berkurang, mengakibatkan penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung.

Selain itu, pengelolaan sampah yang tidak memadai berpotensi menyebabkan penurunan tingkat kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Ini disebabkan oleh meningkatnya risiko penularan penyakit akibat lingkungan yang kotor. Dampaknya tidak hanya terasa secara langsung melalui peningkatan biaya pengobatan bagi individu yang sakit, tetapi juga secara tidak langsung melalui kehilangan produktivitas akibat absensi kerja yang lebih tinggi.

Pembuangan sampah padat ke badan air juga dapat menimbulkan masalah serius, seperti banjir dan kerusakan infrastruktur. Hal ini tidak hanya merugikan fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, dan drainase, tetapi juga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat yang bergantung pada infrastruktur tersebut.

Selain dampak-dampak tersebut, pengelolaan sampah yang tidak memadai juga dapat berdampak pada infrastruktur lainnya, seperti pengolahan air. Tingginya biaya yang diperlukan untuk membersihkan air yang tercemar oleh sampah dapat menambah beban finansial bagi pemerintah dan masyarakat. Ketika sarana penampungan sampah kurang efisien atau tidak memadai, masyarakat cenderung membuang sampah di tempat-tempat yang tidak semestinya, seperti di jalan. Hal ini memicu peningkatan frekuensi pembersihan dan perbaikan jalan, yang pada akhirnya meningkatkan biaya infrastruktur secara keseluruhan. Dengan demikian, penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk bekerja sama dalam meningkatkan pengelolaan sampah guna menghindari dampak-dampak negatif yang dapat terjadi.

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Sampah