Penggalian dalam Kegiatan Pertambangan: Definisi dan Proses

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

26 Februari 2024, 10.50

Pertambagan batu bara (Sumber : google.com)

Definisi Pertambangan dalam UU No. 4/2009 adalah serangkaian langkah yang mencakup penyelidikan, eksplorasi, konstruksi, penambangan, pengolahan, pengangkutan, penjualan, dan kegiatan pascatambang terkait dengan penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batubara.

Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep pertambangan yang berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi:

  • Penyelidikan Umum (prospecting)
  • Eksplorasi: eksplorasi pendahuluan, eksplorasi rinci
  • Studi kelayakan: teknik, ekonomik, lingkungan (termasuk studi amdal)
  • Persiapan produksi (development, construction)
  • Penambangan (Pembongkaran, Pemuatan,Pengangkutan, Penimbunan)
  • Reklamasi dan Pengelolaan Lingkungan
  • Pengolahan (mineral dressing)
  • Pemurnian / metalurgi ekstraksi
  • Pemasaran
  • Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Pengakhiran Tambang (Mine Closure)

Ilmu Pertambangan adalah studi yang mencakup teori dan praktik terkait dengan industri pertambangan, didasarkan pada prinsip-prinsip praktik pertambangan yang efektif dan tepat (good mining practice).

Pertambangan di Indonesia dibagi menjadi dua kategori utama berdasarkan UU No. 4/2009, yaitu pertambangan mineral dan pertambangan batubara. Pertambangan mineral sendiri terbagi menjadi:

  • pertambangan mineral radioaktif
  • pertambangan mineral logam
  • pertambangan mineral bukan logam
  • pertambangan batuan.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2010 mengatur penggolongan bahan galian sesuai dengan UU No. 4/2009. Pasal 2 ayat 2 menyatakan bahwa pertambangan mineral dan batubara dikelompokkan ke dalam lima golongan komoditas tambang.

  • Mineral Radioaktif: Termasuk radium, thorium, uranium, monasit, dan mineral radioaktif lainnya.
  • Mineral Logam: Meliputi litium, berilium, magnesium, kalium, kalsium, emas, tembaga, perak, timbal, seng, timah, nikel, mangaan, platina, bismuth, molibdenum, bauksit, air raksa, wolfram, titanium, barit, vanadium, kromit, antimoni, kobalt, tantalum, cadmium, galium, indium, yitrium, magnetit, besi, galena, alumina, niobium, zirkonium, ilmenit, khrom, erbium, ytterbium, dysprosium, thorium, cesium, lanthanum, niobium, neodymium, hafnium, scandium, aluminium, palladium, rhodium, osmium, ruthenium, iridium, selenium, telluride, stronium, germanium, dan zenotin.
  • Mineral Bukan Logam: Termasuk intan, korundum, grafit, arsen, pasir kuarsa, fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika, magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, fire clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, kuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batu kuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu gamping untuk semen.
  • Batuan: Termasuk pumice, tras, toseki, obsidian, marmer, perlit, tanah diatome, tanah serap (fullers earth), slate, granit, granodiorit, andesit, gabro, peridotit, basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah urug, batu apung, opal, kalsedon, chert, kristal kuarsa, jasper, krisoprase, kayu terkersikan, gamet, giok, agat, diorit, topas, batu gunung quarry besar, kerikil galian dari bukit, kerikil sungai, batu kali, kerikil sungai ayak tanpa pasir, pasir urug, pasir pasang, kerikil berpasir alami (sirtu), bahan timbunan pilihan (tanah), urukan tanah setempat, tanah merah (laterit), batu gamping, onik, pasir laut, dan pasir yang tidak mengandung unsur mineral logam atau unsur mineral bukan logam dalam jumlah yang berarti dari segi ekonomi pertambangan.
  • Batubara: Meliputi bitumen padat, batuan aspal, batubara, dan gambut.

Di Indonesia, kegiatan pertambangan diatur melalui pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP), yang terbagi menjadi dua tahap utama. Tahap pertama adalah IUP Eksplorasi, yang mencakup penelitian umum, eksplorasi, dan studi kelayakan. Tahap kedua adalah IUP Operasi Produksi, yang mencakup konstruksi, penambangan, pengolahan, pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan. IUP diberikan kepada entitas bisnis, koperasi, atau individu oleh otoritas yang berwenang, baik itu Gubernur atau Menteri.

 

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Pertambangan