Pengertian dari Unikorn (Keuangan)

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

15 Maret 2024, 10.49

Sumber: www.jurnal.id

Unicorn adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada perusahaan rintisan yang memiliki nilai kapitalisasi lebih dari $1 miliar. Istilah ini diperkenalkan oleh Aileen Lee, seorang investor perusahaan rintisan dan pendiri Cowboy Ventures, melalui artikelnya yang berjudul “Welcome to The Unicorn Club” yang diterbitkan di TechCrunch pada tahun 2013.

Ketika menciptakan istilah tersebut, Lee mengidentifikasi ada setidaknya 39 perusahaan rintisan yang memenuhi kriteria tersebut, dan jumlah ini terus meningkat setiap tahunnya. Alasan penggunaan istilah "unicorn" karena perusahaan rintisan dengan nilai kapitalisasi yang sangat tinggi seperti itu sangat langka, hampir tidak mungkin, dan sulit dicapai, mirip dengan hewan mitos Yunani, yaitu kuda putih bertanduk yang disebut unikorn. Di Indonesia, beberapa contoh perusahaan rintisan yang masuk dalam kategori unicorn antara lain J&T, OVO, dan Traveloka.

Selain itu, istilah baru yang dikenal sebagai "decacorn" juga telah muncul, yang merujuk pada perusahaan rintisan dengan nilai kapitalisasi pasar di atas $10 miliar. Beberapa perusahaan unicorn yang telah naik kelas menjadi decacorn termasuk Uber, Didi Chuxing, WeWork, Airbnb, Pinterest, dan SpaceX. Di Indonesia, Gojek adalah contoh pertama perusahaan rintisan yang mencapai status decacorn. Selain itu, ketika nilai valuasi suatu perusahaan mencapai lebih dari $100 miliar, perusahaan tersebut masuk dalam kategori "hectocorn".

Sejarah Unicorn

Pada tahun 2013, Aileen Lee memperkenalkan istilah "unicorn" untuk merujuk pada perusahaan rintisan yang memiliki nilai kapitalisasi lebih dari $1 miliar. Pada awalnya, hanya ada 39 perusahaan yang termasuk dalam kategori ini. Menurut penelitian Harvard Business Review, perusahaan-perusahaan rintisan yang didirikan antara 2012 dan 2015 mengalami pertumbuhan nilai dua kali lebih cepat daripada yang didirikan antara 2000 dan 2013.

Strategi pertumbuhan cepat dipilih oleh perusahaan-perusahaan ini, dengan menggunakan strategi "Get Big Fast" (GBF). GBF mengandalkan ekspansi cepat melalui pendanaan besar dan pemotongan harga untuk menguasai pangsa pasar dan mengalahkan pesaing. Namun, perusahaan juga waspada terhadap risiko gelembung dot-com tahun 2000 dan ketidakpastian nilai perusahaan jangka panjang.

Banyak unicorn terbentuk melalui akuisisi oleh perusahaan besar yang sudah mapan. Ketika tingkat bunga rendah dan pertumbuhan melambat, perusahaan seperti Apple, Facebook, dan Google memilih untuk mengakuisisi perusahaan rintisan daripada melakukan investasi dan pengembangan internal.

Modal swasta juga memainkan peran penting dalam pertumbuhan unicorn. Dengan adanya undang-undang JOBS Act di Amerika Serikat pada tahun 2012, perusahaan dapat memperoleh modal swasta lebih besar sebelum terpaksa melantai di bursa efek.

Beberapa unicorn juga memilih untuk tidak melakukan penawaran umum perdana (IPO) karena berbagai alasan, termasuk ketidaksetujuan pasar terhadap nilai perusahaan dan aturan yang ketat di bursa efek. Kemajuan teknologi, seperti media sosial, telepon pintar, dan komputasi awan, juga menjadi pendorong pertumbuhan bagi unicorn dengan memperluas jangkauan bisnis mereka secara signifikan.

Nilai

Pertumbuhan nilai perusahaan rintisan, seperti unikorn dan dekakorn, berbeda dengan perusahaan mapan. Nilai perusahaan mapan didasarkan pada kinerja historis, sementara nilai perusahaan rintisan didasarkan pada potensi pertumbuhan dan proyeksi masa depan. Nilai unikorn sering kali berasal dari investasi besar oleh badan modal ventura besar. Selain itu, nilai perusahaan rintisan bisa meningkat ketika perusahaan besar mengakuisisi perusahaan rintisan dengan nilai unikorn, seperti ketika Unilever membeli Dollar Shave Club dan Facebook membeli Instagram dengan nilai $1 miliar, yang menjadikan keduanya sebagai unikorn secara otomatis.

Tren

Ekonomi Berbagi

Konsep ekonomi berbagi, yang juga dikenal sebagai "konsumsi berbagi" atau "ekonomi on-demand", berfokus pada berbagi sumber daya pribadi. Tren ini telah mengubah beberapa unikorn terbesar, seperti Uber, Didi Chuxing, dan Airbnb, menjadi perusahaan rintisan paling bernilai di dunia. Selama resesi ekonomi, konsumen cenderung memperketat anggaran mereka. Dengan ekonomi berbagi, konsumen masih bisa menikmati berbelanja tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.

Perdagangan Elektronik

Perkembangan perdagangan elektronik dan kemajuan pasar daring telah secara perlahan mengurangi relevansi toko fisik. Contohnya adalah menurunnya popularitas mal atau pusat perbelanjaan di Amerika Serikat, dengan penjualan turun dari $87,46 miliar pada tahun 2005 menjadi $60,65 miliar pada tahun 2015. Keberadaan perusahaan-perusahaan perdagangan elektronik seperti Amazon dan Alibaba telah mengubah paradigma ini dengan menawarkan pengalaman belanja online yang nyaman. Sebagai contoh adaptasi, Walmart memutuskan untuk mengakuisisi Jet.com, perusahaan perdagangan elektronik Amerika Serikat, seharga $3,3 miliar untuk menyesuaikan diri dengan preferensi pelanggan.

Model Bisnis Inovatif

Dalam era ekonomi berbagi, banyak unikorn dan perusahaan rintisan telah mengembangkan model bisnis yang dikenal sebagai "orkestrator jaringan". Konsep ini menekankan pada pentingnya jaringan sejawat yang menciptakan nilai melalui interaksi dan kolaborasi. Orkestrator jaringan memiliki kemampuan untuk menjual produk atau jasa, berkolaborasi dengan mitra, berbagi ulasan, dan membangun hubungan melalui model bisnis mereka. Contoh nyata dari orkestrator jaringan termasuk perusahaan-perusahaan ekonomi berbagi seperti Uber dan Airbnb, platform yang memfasilitasi pertukaran informasi seperti TripAdvisor dan Yelp, serta platform jual-beli individu-ke-individu atau perusahaan-ke-individu seperti Amazon dan Alibaba.

Data

Berikut adalah data unikorn per 13 Maret 2018

  • Jumlah unikorn: 279
  • Nilai total semua unikorn: $1 triliun
  • Jumlah total modal yang diberikan: $205,8 miliar
  • Jumlah unikorn teknologi baru tahun 2016: 25 (turun 68% per tahun)
  • Jumlah total unikorn baru tahun 2016: 51

Unikorn terbesar

Tiga dari lima unikorn bernilai tertinggi terletak di Tiongkok. Dua lainnya bermarkas di San Francisco, California.

Uber

  • Nilai saat ini: $69 miliar (Desember 2017)
  • Total modal yang ditanamkan: $10,7 miliar
  • Uber, sebelumnya bernama UberCab, adalah perusahaan jaringan transportasi yang memungkinkan pengguna memesan mobil untuk mengangkut mereka ke tempat lain (seperti taksi) menggunakan aplikasi telepon genggam. Uber beroperasi di 81 negara dan 581 kota.
  • Tahun berdiri: 2009
  • Pendiri: Garrett Camp, Oscar Salazar, Travis Kalanick
  • Sektor industri: Transportasi
  • Kantor pusat: San Francisco, California

ANT Financial

  • Nilai saat ini: $60 miliar (Februari 2018)
  • Total modal yang ditanamkan: $4,5 miliar
  • ANT Financial, sebelumnya bernama Alipay, adalah perusahaan pembayaran yang mengoperasikan platform pembayaran Alibaba.
  • Tahun berdiri: 2014
  • Pendiri: Jack Ma
  • Sektor industri: Jasa keuangan
  • Kantor pusat: Xihu District, Hangzhou, Tiongkok

Didi Chuxing

  • Nilai saat ini: $56 miliar (Desember 2017)
  • Total modal yang ditanamkan: $17 Billion
  • Didi Chuxing, sebelumnya bernama Didi Kuaidi, adalah perusahaan jaringan transportasi yang memungkinkan pengguna memesan mobil untuk mengangkut mereka ke tempat lain (seperti Uber) menggunakan aplikasi telepon genggam. Didi Chuxing beroperasi di 400 kota dengan 400 juta pengguna di Tiongkok.
  • Tahun berdiri: 2012
  • Pendiri: Cheng Wei, Wu Rui, Zhang Bo
  • Sektor industri: Transportasi
  • Kantor pusat: Distrik Haidian, Beijing, Tiongkok

Xiaomi

  • Nilai saat ini: $45 miliar (Juli 2017)
  • Total modal yang ditanamkan: $1.1 miliar
  • Xiaomi adalah perusahaan elektronika Tiongkok sekaligus produsen telepon pintar terbesar kelima di dunia.
  • Tahun berdiri: 2010
  • Pendiri: Chuan Wang, Hong Feng, Huang Jiangji, Jiangji Wong, Lei Jun, Li Wanqiang, Lin Bin, Liu De, Wang Chuan, Zhou Guangping
  • Sektor industri: Perangkat keras
  • Kantor pusat: Distrik Haidian, Beijing, Tiongkok

Airbnb

  • Nilai saat ini: $31 miliar (Desember 2017)
  • Total modal yang ditanamkan: $3.4 miliar
  • Airbnb, adalah perusahaan pasar berbagi properti daring yang memungkinkan pengguna menginap di berbagai vila, apartemen, hostel, atau hotel. Airbnb memiliki 3 juta tempat penginapan di 65.000 kota di 191 negara.
  • Tahun berdiri: 2008
  • Pendiri: Brian Chesky, Joe Gebbia, Nathan Blecharczyk
  • Sektor industri: Penginapan & perjalanan
  • Kantor pusat: San Francisco, California

 

Disadur dari: id.wikipedia.org