Pengertian dan Manfaat dari PCDA

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

23 Februari 2024, 10.26

Gambar: Wikipedia

PDCA

PDCA, singkatan dari "Plan, Do, Check, Act" (Internet: Plan, Do, Check, Follow Up), adalah proses pemecahan masalah empat langkah yang digunakan dalam manajemen mutu. Metode ini disebut siklus Deming karena dipopulerkan oleh W. Edwards Deming yang dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas modern. Deming menyebut metode ini siklus Shewhart, diambil dari nama Walter A. Shewhart, yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas statistik. Deming kemudian merevisi PDCA menjadi PDSA ("Rencanakan, Lakukan, Pelajari, Bertindak") untuk menjelaskan rekomendasinya dengan lebih baik.

Pengertian

Pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) adalah pendekatan terstruktur untuk manajemen berkelanjutan dan perbaikan proses. Langkah pertama dalam proses ini adalah “perencanaan”. Pada tahap ini perencanaan dilakukan dengan menetapkan tujuan yang ingin dicapai dan merancang prosedur yang diperlukan untuk mencapai hasil sesuai kebutuhan yang ditentukan. Rencana ini menjadi kerangka kerja untuk fase berikutnya dari siklus PDCA.

Kemudian, pada fase "implementasi", rencana yang telah dirancang dipraktikkan. Prosesnya dilakukan sesuai rencana yang telah ditentukan. Pelaksanaan proses merupakan kegiatan utama untuk mencapai rencana, tujuan, dan persyaratan yang telah ditetapkan. Peninjauan ini dilakukan secara sistematis untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil telah sesuai dengan rencana dan membuahkan hasil yang diinginkan. Pada titik ini, laporan hasil pemantauan disiapkan untuk melacak kemajuan proses.

Langkah terakhir dalam siklus PDCA adalah "tindakan" atau pemantauan. Pada fase ini, hasil evaluasi dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan proses yang diperlukan. Proses ini mungkin mencakup pembuatan perubahan atau penyesuaian khusus pada bagian mana pun dari proses untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Pembaruan ini diterapkan sebelum dimulainya siklus PDCA berikutnya.

Siklus PDCA memungkinkan organisasi mencapai perbaikan berkelanjutan pada prosesnya, mendukung pengembangan berkelanjutan, dan memastikan pencapaian tujuan sesuai dengan standar dan persyaratan kualitas.

Manfaat

PDCA sering digunakan dalam aktivitas KAIZEN dan DMAIC dalam aktivitas LEAN SIX SIGMA. PDCA cocok untuk perbaikan berkelanjutan skala kecil guna mengurangi waktu kerja, menghilangkan pemborosan di tempat kerja, dan meningkatkan produktivitas. Pada saat yang sama, DMAIC lebih efisien, menghilangkan fluktuasi produksi, stabilitas kualitas, peningkatan kinerja, situasi yang lebih kompleks, struktur biaya dan efisiensi organisasi bisnis.

Manfaat dari PDCA antara lain:

Ada beberapa tujuan dan manfaat penggunaan flowchart, seperti pemetaan mandat, perbaikan proses, pemecahan masalah, perbaikan berkelanjutan dan peningkatan produktivitas. Pertama, diagram alur dapat memudahkan pemetaan wewenang dan tanggung jawab dalam suatu unit organisasi. Mewakili langkah dan proses dalam bentuk grafik, diagram alur memvisualisasikan hierarki dan tugas setiap anggota tim atau departemen.

Selain itu, diagram alur juga berfungsi sebagai model kerja untuk meningkatkan proses atau sistem organisasi. Secara visual mewakili setiap langkah, diagram alur terperinci membantu mengidentifikasi area yang dapat dioptimalkan atau ditingkatkan, mendukung aktivitas perbaikan berkelanjutan. Model operasional ini membantu organisasi memahami proses secara keseluruhan dan menemukan cara untuk meningkatkan efisiensi.

Diagram alur juga berguna untuk memecahkan dan mengelola masalah dalam pola yang berurutan dan sistematis. Dalam konteks ini, langkah-langkah yang dijelaskan dalam diagram alur membantu menganalisis dan memecahkan masalah melalui pendekatan terstruktur. Dengan cara ini, organisasi dapat mengatasi hambatan atau hambatan dalam proses kerjanya.

Selain itu, penggunaan diagram alur dapat diarahkan pada perbaikan berkelanjutan dengan memperpendek alur kerja. Dengan menganalisis setiap langkah proses, organisasi dapat mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas yang tidak perlu atau sia-sia. Penghapusan pemborosan ini meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara keseluruhan.

Terakhir, diagram alur membantu menghilangkan pemborosan dari tempat kerja dan meningkatkan produktivitas. Dengan menyoroti setiap langkah proses, organisasi dapat menemukan cara untuk mengurangi waktu, tenaga, atau sumber daya yang terbuang. Hal ini secara langsung akan menguntungkan produktivitas organisasi secara keseluruhan.

Disadur dari : https://id.wikipedia.org/wiki/PDCA