Pencemaran Air: Pengertian, Penyebab, Akibat, dan Indikator Pencemaran

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

26 Maret 2024, 09.40

Jutaan orang bergantung pada Sungai Gangga yang tercemar. (wikipedia.id)

Pencemaran air

Pencemaran air merujuk pada masuknya zat atau komponen lain ke dalam perairan, menjadi masalah global yang membutuhkan evaluasi dan revisi kebijakan sumber daya air di semua tingkatan, mulai dari tingkat internasional hingga sumber air pribadi dan sumur. Polusi air telah diidentifikasi sebagai penyebab utama kematian dan penyakit di seluruh dunia, dengan lebih dari 14.000 kematian setiap hari. Di India, sekitar 700 juta orang tidak memiliki akses ke toilet, dan 1.000 anak meninggal karena penyakit diare setiap hari. Sebagian besar kota di Cina juga menderita polusi air, sementara hampir 500 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum yang aman. Masalah polusi air tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang, tetapi juga menjadi tantangan di negara-negara industri. Di Amerika Serikat, laporan terbaru menunjukkan bahwa 45% dari mil sungai, 47% dari danau hektare, dan 32% dari teluk dan muara mil persegi diklasifikasikan sebagai tercemar.

Air dianggap tercemar ketika terkontaminasi oleh zat-zat yang berasal dari aktivitas manusia dan tidak lagi dapat mendukung kehidupan manusia atau ekosistem air, seperti air minum, dan/atau mengalami pergeseran signifikan dalam kemampuannya untuk mendukung kehidupan biotik, seperti ikan. Selain polusi yang disebabkan oleh manusia, fenomena alam seperti erupsi gunung berapi, ledakan alga, kematian massal ikan, badai, dan gempa bumi juga dapat menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.

Indikator Pencemaran

Tanda-tanda bahwa air telah tercemar dapat diamati melalui berbagai indikator. Pertama, perubahan pada temperatur air dapat menjadi petunjuk awal adanya pencemaran. Selain itu, perubahan pada pH atau konsentrasi ion hidrogen juga bisa menjadi indikator penting. Perubahan warna, bau, dan rasa air juga menunjukkan kemungkinan adanya pencemaran. Kehadiran mikroorganisme yang berlebihan atau bahkan kurang dari biasanya juga bisa menjadi tanda pencemaran. Selain itu, munculnya endapan, bahan terlarut, atau koloid dalam air juga merupakan indikasi adanya masalah pencemaran. Terakhir, peningkatan radioaktivitas pada air lingkungan juga dapat menjadi tanda yang serius bahwa air telah terkontaminasi.

Penyebab

Pencemaran air bisa disebabkan oleh berbagai faktor dan memiliki karakteristik yang beragam. Pertama, peningkatan kandungan nutrien seperti nitrogen dan fosfor dapat mengakibatkan eutrofikasi, yang berarti pertumbuhan alga yang berlebihan dan berpotensi merusak ekosistem air. Sampah organik seperti air comberan juga bisa menjadi penyebab pencemaran dengan meningkatkan kebutuhan oksigen dalam air, menyebabkan berkurangnya oksigen yang dapat mengancam seluruh ekosistem air.

Industri sering kali membuang berbagai jenis polutan ke dalam air limbah, termasuk logam berat, toksin organik, minyak, nutrien, dan padatan. Limbah industri ini dapat memiliki dampak termal yang signifikan, terutama dari pembangkit listrik, yang dapat mengurangi ketersediaan oksigen dalam air. Contoh konkret adalah limbah dari pabrik yang mengalir ke sungai, seperti yang terjadi di Sungai Citarum.

Selain itu, pencemaran air juga dapat disebabkan oleh pembuangan sampah langsung ke dalam air. Penggunaan bahan peledak untuk menangkap ikan juga dapat menciptakan polusi air yang serius. Bahkan kandang hewan peliharaan yang berdekatan dengan sungai dapat menyebabkan pencemaran air karena limbah hewan yang dibuang langsung ke dalam sungai. Semua faktor ini berkontribusi pada pencemaran air yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan manusia.

Akibat

Dampak pencemaran air tidak hanya terbatas pada lingkungan air, tetapi juga dapat memiliki dampak luas yang mencakup berbagai aspek kehidupan manusia dan ekosistem. Salah satunya adalah potensi menyebabkan banjir karena perubahan aliran air dan penutupan saluran drainase oleh sampah. Erosi tanah juga bisa meningkat sebagai akibat dari perubahan pola air, yang dapat menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian dan lingkungan sekitarnya.

Selain itu, pencemaran air dapat mengakibatkan kekurangan sumber air bersih yang layak untuk dikonsumsi. Air yang tercemar juga dapat menjadi sumber penyakit yang membahayakan kesehatan manusia dan hewan. Tanah longsor sering kali terjadi sebagai akibat dari penurunan stabilitas tanah yang disebabkan oleh air yang tercemar.

Ekosistem sungai juga terpengaruh oleh pencemaran air, dengan kerusakan pada keanekaragaman hayati dan ekologi air yang sensitif terhadap perubahan kualitas air. Pencemaran juga dapat merusak tanaman yang bergantung pada air yang tercemar untuk disiram, menyebabkan penurunan hasil panen.

Tidak hanya itu, nelayan, petani sayuran, dan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai juga dapat mengalami kerugian ekonomi dan sosial akibat pencemaran air. Mereka mungkin kehilangan sumber penghasilan mereka karena menurunnya populasi ikan atau hasil panen yang terkontaminasi. Keseluruhan, pencemaran air memiliki dampak yang luas dan serius yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia dan lingkungan.

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_air