Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air 2022: 35 Bendungan dan 10.035 Hektar Daerah Irigasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

15 Februari 2024, 15.16

Sumber: kompas.com

Kementerian PUPR melalui Departemen Sumber Daya Air berencana membangun 35 bendungan dan 10.035 hektar lahan irigasi di seluruh Indonesia pada tahun 2022. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan air, irigasi, dan pengendalian banjir. Selain itu, Badan Sumber Daya Alam akan membangun kembali jaringan air seluas 142.615 hektar, membangun 21 sumur, melepaskan air baku 2,86 meter kubik per detik, dan membangun perlindungan banjir dan pantai sepanjang 157 km. Anggaran yang dialokasikan pada proyek ini sebesar Rp41,23 triliun yang meliputi belanja modal Rp29,79 triliun, belanja material Rp10,34 triliun, dan belanja pegawai Rp1,1 triliun.

Departemen Sumber Daya Air Kementerian PUPR menjelaskan alokasi Rp 11,67 triliun pada tahun 2022 untuk pembangunan 35 bendungan dan restorasi danau. Dua di antaranya merupakan bendungan baru: Bendungan Riam Kiwa di Kalimantan Selatan dan Bendungan Jenelata di Sulawesi Selatan. Selain itu, Kementerian Sumber Daya Alam akan mengalokasikan dana sebesar Rp5,95 triliun untuk pengembangan irigasi, pemeliharaan, dan pemanfaatan bendungan. Untuk sektor penanggulangan bencana, Kementerian Sumber Daya Alam akan mengeluarkan dana sebesar Rp7,37 triliun untuk pengendalian banjir, perlindungan pantai, dan sedimentasi. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan ketahanan pangan.

Departemen Pengelolaan Sumber Daya Air Kementerian PUPR akan mengalokasikan dana sebesar Rp6,87 triliun pada tahun 2022 untuk proyek penyediaan air baku dan utilitas. Dana ini digunakan untuk menyuplai air permukaan ke SPAM, bendungan, pulau dan wilayah lepas pantai, kawasan strategis, dan air tanah. Selain itu, Departemen SDA berencana menerima 350.104 orang melalui tiga program: P3TGAI, ABSAH dan OP SDA Infrastruktur. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan perekonomian masyarakat.

Disadur dari: Artikel: kompas.com