Pembangunan Bendungan Temef Capai Tahap Konstruksi Tubuh Bendungan: Progres 42,77% Menuju Penyelesaian Tahun 2022

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

17 April 2024, 09.38

Sumber: pu.go.id

Kupang - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II Kupang memulai pembangunan bagian utama bendungan yang diwarnai penghindaran. aliran air. Sungai Temefi (penutupan sungai) pada Jumat pekan lalu. Penghindaran tersebut diisyaratkan Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Gubernur TTS, Direktur BWS NT II Egusem P Tahun, Kepala BPN NTT Agus Sosiawan dengan menekan tombol sirene secara bersamaan. Max Nenabu dari Dinas Pekerjaan Umum dan Kontraktor Eksekutif NTT.

Bendungan dengan luas tangkapan 380 hektar dan volume air 45,78 juta m3 ini terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Temefi, Desa Oenino, Distrik Oenino dan Desa Konbak, Distrik Poleni, Administrasi Pusat Selatan Timor . . . (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bendungan isi acak opsional inti vertikal dengan tinggi 53 m, lebar puncak 12 m dan panjang puncak 535 m ini diharapkan dapat mengairi area seluas 4.500 hektar dan mengurangi banjir sebesar 230 m3/s serta menghasilkan air baku. debit 0,13 m3/s dan potensi energi listriknya mencapai 1x 2 MW. Bendungan Temefi dibangun pada tahun 2018 dengan total biaya sekitar Rp 1,4 triliun. Pelaksanaannya dibagi menjadi dua paket pekerjaan, yakni. paket 1 (satu) dilaksanakan oleh PT Waskita Karya-PT Bahagia Bangun Nusa, KSO, meliputi bangunan induk dan bangunan berputar. Saat ini pembangunan fisik sudah mencapai 42,77%. Sedangkan PT Nindya Karya-PT Bina Nusa Lestar, KSO, melaksanakan paket 2 (dua) yang meliputi pengerjaan bangunan redundant, bangunan utilitas, dan jalan akses. Kemajuan konstruksi sebesar 71,43%. Tujuannya agar semuanya selesai sesuai kontrak, sehingga pengisian bendungan dengan air (dam) harus dimulai pada 2022.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air BWS Nusa Tenggara II PUPR Agus Sosiawan mengatakan, Kementerian PUPR adalah BWS Tra NT II yang membangun 2 dari tujuh bendungan di NTT yaitu Bendungan Raknamo di Wilayah Kupang selesai tahun 2018 dan Rotiklot Selesai tahun 2019 di Kabupaten Belu. Sedangkan Bendungan Temefi di Kabupaten TTS, Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, dan Bendungan Gete di Sika Napun sedang dalam tahap pembangunan. Dua bendungan lagi yaitu Bendungan Mbay/Lambo di Kabupaten Nagekeo dijadwalkan pembangunannya pada tahun ini (2020), Bendungan Welekis di Kabupaten Belu sedang dalam tahap perencanaan dan diharapkan selesai pada tahun 2021.

Ditekankan tahapannya Proses pembangunan Bendungan Temefi akan berlangsung ± 26 tahun, yang dimulai pada tahun 1994, yaitu Kajian Konsultan Binnie dan Rekan mengenai pengembangan terpadu sumber daya air di Pulau Timor. Hingga ditetapkan posisi pengelola NTT dan disetujuinya izin perencanaan dan pelaksanaan bendungan PUPR pada tahun 2019, dan pengerjaan selesai pada tahun 2022.

Tercatat, melewati sungai merupakan langkah penting dalam pembangunan bendungan. , sehingga pekerjaan pokok badan bendungan dapat terselesaikan. Pengalihan sungai dalam hal ini berarti mengalihkan aliran sungai melalui terowongan pengalihan berukuran 2 x 5,5mx 5,5m dan panjang 490m sehingga dapat dimulai pekerjaan di sungai tersebut.

Terkait pengadaan tanah ditegaskan dananya tersedia dan nantinya akan dilaksanakan oleh Lembaga Pengelola Aset Publik (LMAN) Kementerian Keuangan RI. Namun sebelumnya, perwakilan NTT telah membuat dan mengevaluasi BPKP untuk rekomendasi pembayarannya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT Yosef Nae Soi mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang memberikan perhatian khusus terhadap NTT 7 dengan adanya bendungan tersebut. Bendungan Temefi khususnya dengan kapasitas ± 45 juta m3 mempunyai potensi yang sangat besar dan tentunya akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat TTS khususnya yang berada di sekitar bendungan dan hilir Sungai Temefi. “Kalau bendungan ini sudah ada, kalau masyarakat kita masih miskin, bodoh sekali kita sebagai pemerintah karena kita akan mulai menanam begitu ada air dari bendungan ini,” tegas Wagub Yosef mengajak masyarakat. agar tidak terprovokasi, menyesatkan dengan permasalahan yang diangkat, dan dengan persatuan maka pembangunan bendungan Temefi akan selesai. “Victory set et harmonia” artinya “Keberhasilan kita hanya dapat dicapai melalui keharmonisan diantara kita”

Sumber: pu.go.id