Optimizing Workforce Readiness: KSP Advocates Vocational Education Expansion through Industry Collaboration

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

08 Maret 2024, 09.30

Sumber: kompas.com

JAKARTA, KOMPAS.com - Fadjar Dwi Wishnuwardhani, pakar senior Kantor Presiden (KSP), mengatakan pendidikan korporasi harus memahami visi besar Presiden Joko Widodo. Hal ini berarti memastikan keterlibatan karyawan dan menumbuhkan komitmen dan keterlibatan dalam dunia bisnis. “Untuk mencapai visi tersebut, KSP terus mendorong banyak penandatanganan MoU antara pemerintah dan industri untuk lebih mengembangkan program pelatihan yang ditawarkan,” kata Fadjar saat mengunjungi Balai Latihan Kerja (BLK) di Kendari, Kamis. Sebagaimana tercantum dalam siaran pers KSP (11 November 2021):

Terjalinnya kemitraan dan persaingan antar program dan lembaga dunia usaha dapat menghasilkan lulusan yang handal, sesuai kebutuhan industri. Ini akan membantu Anda membandingkan hasil yang diharapkan dari proyek Anda berikutnya. “Karena industri bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja melalui pelatihan BLK,” kata Fadjar. Sementara itu, Fadjar juga memuji kemajuan pelaksanaan Kendari Center Development Center (SDC). Namun proyek yang dimulai pada tahun 2019 ini masih membutuhkan banyak dukungan dari pemerintah daerah. “Koordinasi dan komunikasi antar DPO perlu ditingkatkan agar SCD lebih efisien. Selain itu, diperlukan dukungan anggaran dan payung hukum,” imbuhnya. Sebelumnya, dalam rapat kecil yang digelar di Istana Kerajaan pada tahun 2019, Presiden Joko Widodo mengingatkan pegawai untuk terus mendorong pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pekerjaan. Jokowi menegaskan, pembangunan sumber daya manusia itu penting, apalagi Indonesia akan memasuki bonus kependudukan pada tahun 2030.

Bonus kependudukan mengacu pada jumlah penduduk usia kerja (15-64 tahun) dibandingkan dengan jumlah penduduk non penduduk. Masih banyak lagi fitur dari itu. - Penduduk usia kerja (di bawah 15 tahun, di atas 65 tahun). Jokowi berharap pelatihan dan latihan tersebut benar-benar menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang siap bersaing. "Juga kita ingin sesuatu yang konkrit. Pelatihan bisa menghasilkan SDM yang siap meningkatkan keterampilannya. Dan uang yang kita keluarkan bisa membawa hasil konkrit," tuturnya..

Disadur dari Artikel : kompas.com