Meskipun Memiliki Cadangan Gas Alam Besar, Indonesia Masih Mengimpor dari Negara Ini

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

23 Februari 2024, 10.15

Sumber: Foto: Dok. PGN

Indonesia harus siap menghadapi fluktuasi harga komoditas serta tren global menuju peningkatan penggunaan energi ramah lingkungan di masa depan. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah memanfaatkan peluang dalam transisi energi menuju sumber energi terbarukan. Gas alam memegang peran penting dalam memperkuat ketahanan energi domestik saat ini, terutama dengan pertumbuhan industri manufaktur yang terus berkembang, yang berdampak langsung pada kebutuhan akan komoditas energi seperti gas alam. Umumnya, gas alam disalurkan melalui pipa ke industri yang membutuhkannya, atau diubah menjadi LNG yang telah menjadi komoditas diperdagangkan secara global.

Menurut data dari Kementerian ESDM, Indonesia memiliki cadangan gas alam sebesar 41,62 triliun kaki kubik persegi pada tahun 2021, dengan cadangan terbesar terletak di Maluku sebesar 13,988 miliar kaki kubik persegi, dan Papua sebesar 11,412 miliar kaki kubik persegi. Meskipun memiliki cadangan gas yang besar, namun infrastruktur yang masih kurang memadai menghambat pemanfaatannya.

Berdasarkan data yang diolah oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari Direktorat Jenderal Bea Cukai, impor gas alam Indonesia pada tahun 2022 mencapai 6,8 juta ton, meningkat 5,5% dibandingkan tahun 2021, dan merupakan impor gas terbesar dalam lima tahun terakhir. Pada tahun tersebut, impor gas terbesar berasal dari Amerika Serikat (AS) sebesar sekitar 2,8 juta ton, diikuti oleh Uni Emirat Arab dengan volume sekitar 1,9 juta ton.

 

Disadur dari: https://www.cnbcindonesia.com/research/20230516075229-128-437638/punya-cadangan-gas-raksasa-tapi-ri-impor-dari-negara-ini