Menkeu menekankan bahwa kebijakan fiskal memainkan peran kunci dalam mendukung industri hulu migas di Indonesia.

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

23 Februari 2024, 08.51

Sumber: Foto: Republika/ Dedy Darmawan

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bahwa kebijakan fiskal memainkan peran penting dalam mendukung industri migas di Indonesia. Pada Indonesia International Conference on Oil and Gas 2023 (ICIUOG) di Bali, Sri menyatakan bahwa pemerintah memberikan fleksibilitas anggaran secara bijak untuk mendukung adaptasi industri migas, termasuk penerapan teknologi baru seperti penangkapan karbon. Hal ini dianggap sebagai langkah untuk mencapai ketahanan energi, mengembangkan energi hijau, dan mengurangi emisi.

Menurutnya, kebijakan fiskal Indonesia saat ini berada dalam kondisi baik, dan pemerintah akan menggunakan alat kebijakan fiskal untuk mendukung pemulihan ekonomi. Investasi dalam sektor migas juga terus meningkat, dari 10,9 miliar dolar AS pada 2021 menjadi 14,6 miliar dolar AS pada 2023.

Meskipun demikian, Sri Mulyani mencatat bahwa industri migas juga menghadapi tantangan, seperti penurunan lift dan produksi migas. SKK Migas melaporkan bahwa industri migas memerlukan investasi sekitar 20 miliar dolar AS per tahun untuk mencapai target produksi tahun 2030. Hal ini membutuhkan tindakan agresif dan investasi besar-besaran, termasuk pengeboran lebih dari 1.000 sumur per tahun setelah tahun 2025 dan menarik investasi lebih dari 20 miliar dolar AS setiap tahunnya.



Disadur dari: https://ekonomi.republika.co.id/berita/s19s67502/menkeu-kebijakan-fiskal-penting-dukung-industri-hulu-migas-indonesia