Mengenal Metode Ilmiah Lebih Jauh

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

14 Maret 2024, 05.42

Gambar: Dictio Community

Metode ilmiah

Metode ilmiah adalah suatu cara atau cara sistematis yang digunakan para ilmuwan untuk memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Metode ilmiah melibatkan observasi dan pengukuran yang cermat, melakukan eksperimen, menguji dan memodifikasi hipotesis.

Metode metode ilmiah berbeda-beda dan unik pada setiap bidang, namun prinsip dasarnya sama. Proses metode ilmiah terdiri dari membuat prediksi (menjelaskan hipotesis), menurunkan prediksi sebagai konsekuensi logis dari hipotesis, dan kemudian melakukan eksperimen atau observasi empiris berdasarkan prediksi tersebut.

Hipotesis adalah suatu prediksi berdasarkan pengetahuan yang diperoleh dengan mencari jawaban atas pertanyaan tentang suatu masalah. Asumsi bisa sangat spesifik atau umum. Para ilmuwan menguji hipotesis mereka melalui eksperimen dan penelitian. Hipotesis ilmiah harus dilihat dari segi kesalahannya (dugaan). Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi hasil percobaan atau observasi jika bertentangan dengan prediksi yang dibuat dari hipotesis. Tanpa alasan seperti itu, mustahil menguji hipotesis.

Prosedur pengujian diawali dengan hipotesis. Eksperimen dirancang untuk menguji hipotesis dengan mengamati respon suatu variabel terhadap perubahan variabel lain dalam kondisi terkendali. Data dianalisis untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang membenarkan atau menyangkal hipotesis.

Metode ilmiah berkaitan erat dengan praktik ilmiah. Sains adalah cara ilmuwan memecahkan masalah dengan menggunakan serangkaian metode yang teratur dan sistematis untuk melaksanakan metode ilmiah.

Ciri-ciri Penelitian Ilmiah

Penelitian ilmiah adalah penelitian yang menggunakan metode ilmiah dan mempunyai teori serta hipotesis tentang berbagai permasalahan untuk dipecahkan. Beberapa ciri penelitian ilmiah ini adalah:

Bertujuan (purposiveness)

Kegiatan penelitian diawali dengan kegiatan penetapan tujuan, yaitu pemecahan masalah-masalah ilmiah yang berguna bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Dengan melakukan hal tersebut, penelitian menunjukkan bahwa masalah tersebut dapat teratasi jika diperlukan pengobatan tambahan.

Sistematik dan terorganisasi

Penelitian menghasilkan serangkaian proses yang terstruktur dan terorganisir ke dalam kategori yang terdefinisi dengan baik. Urutan langkah-langkahnya harus jelas dan langkah-langkahnya harus didefinisikan meskipun langkah-langkah dalam metode ilmiah tidak berurutan. Ini akan membantu Anda memutuskan bagaimana mendapatkan hasil tersebut dan alasannya.

Empirik

Dalam penelitian ilmiah, data primer yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah berasal dari data empiris, yaitu observasi dan penelitian langsung.

Kritis dan korektif

Hasil kajian ilmiah hendaknya dipublikasikan agar dapat diverifikasi dan diuji oleh penelitian lebih lanjut.

Dapat diulang

Penelitian dengan topik dan permasalahan yang sama dapat direplikasi oleh orang lain agar penelitian lebih akurat. Artinya penelitian yang sama dapat digunakan untuk menyelidiki masalah yang sama di wilayah yang berbeda.

Objektivitas

Segala proses yang dilakukan dalam penelitian harus bermakna, khususnya kesimpulan yang diperoleh dari interpretasi hasil analisis data berdasarkan fakta yang obyektif dan benar.

Dapat digeneralisasi

Hasil suatu penelitian diterjemahkan menjadi informasi yang diuraikan secara umum untuk menggambarkan gejala yang diteliti dan gejala serupa di tempat lain.

Unsur

  1. Karakterisasi (pengamatan akan masalah yang belum bisa terselesaikan)
  2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran, sebagai prinsip utama yang mendasari pembuktian)
  3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
  4. Eksperimen dan pengukuran (pengujian atas semua unsur, data yang didapatkan harus bisa diukur dan dianalisis)

Disadur dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah