Mengenal Lebih Dekat Apa Itu Teknik Lingkungan

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

25 Maret 2024, 15.44

Sumber : wikipedia.id

Teknik Lingkungan

Bidang teknik lingkungan berupaya menerapkan pemikiran, teknik, dan manajemen untuk menjaga kesehatan, keselamatan manusia, dan keseluruhan lingkungan. Lingkupnya meliputi beragam aspek, seperti konservasi sumber daya air, pengelolaan lingkungan, kesehatan lingkungan, upaya pengendalian pencemaran, penanganan limbah, serta pengelolaan kualitas air, tanah, dan udara.

Program studi Teknik Lingkungan bertujuan untuk menangani masalah lingkungan dengan menggunakan pendekatan teknologi. Ini melibatkan penerapan pemikiran teknis dan keterampilan dalam mengatasi masalah kontrol lingkungan, termasuk penyediaan air minum, sistem pembuangan limbah cair, padat, dan gas, sistem drainase perkotaan dan desa, sanitasi lingkungan, pengendalian pencemaran, serta pengelolaan kualitas air, tanah, dan udara. Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan dan mengelola dampak lingkungan secara efektif.

Lingkup Teknik Lingkungan

Secara singkat, tugas utama insinyur lingkungan adalah melindungi kesehatan masyarakat dengan memperhatikan perlindungan, pemeliharaan, dan peningkatan lingkungan. Rekayasa lingkungan merupakan implementasi prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan rekayasa dalam konteks lingkungan. Bidang teknik lingkungan memiliki beberapa subdivisi yang berbeda.

  • Penilaian dampak lingkungan dan mitigasi

Dalam divisi ini, insinyur dan ilmuwan menggunakan pendekatan sistemik dan proses evaluasi untuk menilai dampak potensial proyek, rencana, program, kebijakan, atau tindakan legislatif terhadap berbagai aspek lingkungan, seperti fisik-kimia, biologi, budaya, dan sosial ekonomi. Mereka menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa untuk mengevaluasi kemungkinan dampak negatif terhadap kualitas air, udara, habitat, flora dan fauna, pertanian, lalu lintas, sosial, ekologis, kebisingan, dan visual (lanskap), serta elemen lainnya.

Jika dampaknya berpotensi berlebihan, langkah-langkah mitigasi dikembangkan untuk membatasi atau mencegah dampak tersebut. Sebagai contoh, pembuatan lahan basah di dekat lokasi pembangunan jalan untuk mengurangi pengurangan lahan basah yang diperlukan. Praktik evaluasi lingkungan hidup dimulai pada 1 Januari 1970, dengan berlakunya Undang-Undang Kebijakan Lingkungan Nasional (NEPA) di Amerika Serikat. Sejak saat itu, lebih dari 100 negara maju dan berkembang telah mengembangkan undang-undang serupa atau mengadopsi prosedur yang serupa. NEPA berlaku untuk semua lembaga federal di Amerika Serikat.

  • Penyediaan Air Bersih

Insinyur dan ilmuwan berkolaborasi untuk memastikan pasokan air yang aman untuk digunakan baik untuk keperluan minum maupun pertanian. Mereka melakukan evaluasi terhadap keseimbangan air dalam suatu Daerah Aliran Sungai (DAS), menentukan ketersediaan air, kebutuhan air untuk berbagai keperluan di DAS tersebut, serta siklus pergerakan air secara musiman melalui DAS. Selain itu, mereka mengembangkan sistem penyimpanan, pemeliharaan, dan pengiriman air untuk berbagai kebutuhan. Air dikelola dengan cermat untuk memastikan kualitasnya sesuai dengan standar saat digunakan. Dalam konteks penyediaan air minum, air dikendalikan untuk mengurangi risiko penularan penyakit menular dan non-menular, serta untuk menciptakan rasa air yang jernih. Sistem distribusi air dirancang dan dibangun untuk memberikan tekanan dan laju aliran yang cukup, sesuai dengan kebutuhan pengguna akhir seperti penggunaan domestik, pemadam kebakaran, dan irigasi.

  • Pengolahan limbah

Water pollution

Insinyur lingkungan menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa untuk mengelola limbah di berbagai lingkungan, termasuk badan air, tanah, dan penanganan limbah berbahaya dan beracun (B3).

Dalam mengatasi limbah air, insinyur merancang bangunan pengolahan air limbah. Limbah air, baik yang berasal dari kegiatan domestik, industri, pertanian, maupun dari perkantoran dan pertokoan, harus melalui instalasi pengolahan air limbah sebelum dialirkan ke badan sungai atau danau. Upaya ini dilakukan untuk memastikan bahwa limbah yang dibuang tidak mencemari lingkungan dan mempengaruhi kesehatan masyarakat serta keberlanjutan ekosistem air.

Sewage treatement di Australia

Ada beragam teknologi yang digunakan untuk mengolah air limbah. Sebuah instalasi pengolahan air limbah dapat terdiri dari beberapa sistem, termasuk sistem pengolahan primer untuk menghilangkan padatan tersuspensi dan koloid, sistem pengolahan sekunder yang meliputi kolam aerasi diikuti oleh flokulasi dan sedimentasi, atau sistem lumpur aktif dan clarifier sekunder, serta sistem tersier untuk penghapusan nitrogen dan proses desinfeksi akhir.

Sistem lumpur aktif bertujuan menghilangkan bahan organik terlarut yang dapat diuraikan secara biologis, sedangkan clarifier sekunder bertugas menghilangkan lumpur aktif dari air. Sistem tersier, meskipun tidak selalu dimasukkan karena biaya, umumnya digunakan untuk menghilangkan nitrogen dan fosfor, serta untuk mensterilkan air sebelum dibuang ke aliran air permukaan atau pembuangan laut.

Dalam pengolahan limbah padat, insinyur lingkungan menerapkan ilmu teknik untuk mengatasi masalah sampah di lingkungan masyarakat serta merancang tempat pengolahan sampah seperti Tempat Pengolahan Sementara (TPS), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dan landfill. Upaya ini bertujuan untuk memastikan bahwa limbah padat dikelola dengan efisien dan tidak mencemari lingkungan.

  • Manajemen kualitas udara

Insinyur menerapkan prinsip-prinsip ilmiah dan rekayasa untuk merancang proses manufaktur dan pembakaran yang dapat mengurangi emisi polutan udara ke tingkat yang dapat diterima. Mereka menggunakan berbagai teknologi seperti scrubber, electrostatic precipitators, catalytic converters, dan proses lainnya untuk menghilangkan partikulat, oksida nitrogen, oksida belerang, senyawa organik volatil (VOC), gas organik reaktif (ROG), dan polutan udara lainnya dari gas buang dan sumber-sumber lain sebelum dilepaskan ke atmosfer.

Ilmuwan juga telah mengembangkan model dispersi polusi udara untuk mengevaluasi konsentrasi polutan di berbagai tempat atau dampaknya terhadap kualitas udara secara keseluruhan, baik dari knalpot kendaraan maupun emisi dari industri dan tumpukan buangan. Selain itu, ada upaya untuk membatasi emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida dari proses pembakaran, sehingga mempertimbangkan baik kualitas udara maupun dampak perubahan iklim.

Disadur dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_lingkungan