Mengenal Kimia Lingkungan: Pengertian, Latar Belakang, dan Penerapan dalam Kehidupan

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

26 Maret 2024, 09.02

Sumber: wikipedia.id

Kimia lingkungan

Kimia lingkungan merupakan studi ilmiah tentang fenomena kimia dan biokimia yang terjadi di alam. Bidang ini meliputi penelitian terhadap sumber, reaksi, transportasi, efek, dan nasib zat kimia di lingkungan udara, tanah, dan air, serta dampak aktivitas manusia terhadapnya. Kimia lingkungan adalah ilmu antardisiplin yang mencakup kimia atmosfer, akuatik, dan tanah, dan sangat bergantung pada kimia analitik, ilmu lingkungan, dan bidang ilmu lainnya.

Pada dasarnya, kimia lingkungan memulai studi dengan memahami cara kerja lingkungan yang tidak terkontaminasi, mengidentifikasi zat kimia yang ada secara alami beserta konsentrasinya, dan mengevaluasi dampaknya. Tanpa pemahaman ini, akan sulit untuk secara akurat menilai dampak manusia terhadap lingkungan melalui pelepasan zat kimia. Dengan demikian, penelitian dalam kimia lingkungan menjadi kunci dalam upaya menjaga dan melindungi lingkungan alamiah dari kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas manusia.

Latar Belakang

Pada tahun 1950 hingga 1960-an, sektor industri, pertanian, dan rumah tangga meningkatkan penggunaan bahan kimia secara signifikan, termasuk pestisida, produk pembersih, karet sintetis, poliester, deterjen, dan bahan kimia lainnya. Perkembangan ini memunculkan studi kimia lingkungan yang fokus pada dampak bahan kimia terhadap kualitas udara, air, dan tanah.

Pada tahun 1970-an, para ahli kimia lingkungan mulai menyelidiki dampak klorofluorokarbon (CFC) terhadap lapisan ozon stratosfer. CFC terdiri dari senyawa kimia klor, fluor, dan karbon yang sering digunakan dalam produk seperti AC dan kulkas. Sejak 1 Januari 1989, berdasarkan Protokol Montreal yang telah diratifikasi oleh 196 negara, penggunaan dan produksi industri CFC dilarang karena berdampak buruk pada penipisan lapisan ozon.

Sejak tahun 1970-an, studi kimia lingkungan telah berkembang pesat, mencakup penelitian tentang senyawa kimia dalam air, tanah, sistem biologis, dan bidang ilmu terkait lainnya. Hal ini mencerminkan kesadaran akan pentingnya memahami dan mengatasi dampak lingkungan dari aktivitas manusia, serta perlunya upaya untuk menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.

Kontaminasi dan polusi

Polusi udara di Amerika Serikat pada tahun 1973

Kontaminasi dan pencemaran, meskipun sering kali digunakan secara bergantian, sebenarnya memiliki perbedaan yang signifikan. Kontaminasi terjadi ketika bahan kimia hadir dalam lingkungan dengan konsentrasi yang lebih tinggi dari biasanya, namun tidak menyebabkan kerusakan yang serius terhadap organisme atau ekosistem. Sebaliknya, pencemaran terjadi ketika konsentrasi bahan kimia mencapai tingkat yang tinggi sehingga menyebabkan kerusakan organisme dan lingkungan sekitarnya.

Gas seperti sulfur dioksida dan ozon, serta pestisida dan unsur-unsur seperti arsenik, merkuri, nikel, selenium, dan tembaga, dapat menyebabkan polusi. Selain itu, konsentrasi nutrisi seperti fosfat dan nitrat yang tinggi juga dapat menyebabkan eutrofikasi, yaitu masalah lingkungan di mana ekosistem air terganggu oleh peningkatan nutrien. Namun, dengan kemajuan kimia analitik modern, kita dapat mengidentifikasi dan melacak jejak kontaminasi bahan kimia yang berpotensi beracun bagi lingkungan, memungkinkan tindakan pencegahan dan penanganan yang tepat.

Penerapan dalam kehidupan

Kimia lingkungan memainkan peran penting dalam beberapa aspek yang berkaitan dengan lingkungan. Pertama, dalam mengembangkan metode dan prosedur untuk mengurangi kontaminan atau bahan kimia di udara, dengan tujuan meningkatkan kualitas udara dan menjadikannya lebih bersih. Selain itu, kimia lingkungan juga berperan dalam upaya meminimalisir penggunaan bahan kimia dalam sektor manufaktur, dengan tujuan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Melalui studi komprehensif terhadap faktor-faktor risiko yang terkait dengan berbagai bahan kimia, kimia lingkungan berusaha mencari solusi untuk permasalahan lingkungan yang ada. Terakhir, melalui penelitian dan pengembangan metode, alat, dan teknik, kimia lingkungan membantu dalam mengurangi pembuangan bahan kimia atau limbah berbahaya ke lingkungan, sehingga membantu melindungi tumbuhan dan hewan dari efek negatif bahan kimia yang mematikan bagi mereka.

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Kimia_lingkungan