Mengenal Istilah Rekayasa Persyaratan

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

12 Maret 2024, 10.38

www.educba.com

Rekayasa Persyaratan

Rekayasa Persyaratan (RE) adalah proses penting dalam rekayasa sistem dan rekayasa perangkat lunak yang melibatkan pendefinisian, pendokumentasian, dan pemeliharaan persyaratan dalam proses desain teknik. Konsep teknik pertama kali muncul pada makalah konferensi tahun 1964 "Pemeliharaan, Pemeliharaan, dan Rekayasa Persyaratan Sistem". Istilah ini baru muncul pada akhir tahun 1990-an, setelah IEEE Computer Society menerbitkan kursus pada bulan Maret 1997 dan mengadakan serangkaian konferensi teknik yang berlangsung di Konferensi Organisasi Internasional untuk Teknologi Standardisasi.

Model air terjun mengidentifikasi kegiatan teknis sebagai langkah pertama dalam proses pembangunan. Metode pengembangan saat ini, seperti Rational Unified Process (RUP) untuk perangkat lunak, mengasumsikan bahwa aktivitas rekayasa berlangsung terus menerus sepanjang umur sistem.Manajemen persyaratan, sebuah subbidang rekayasa sistem, juga termasuk dalam buku pegangan International Council on Systems Engineering (INCOSE). Proses ini mencakup tugas-tugas penting dalam menentukan persyaratan sistem, menyiapkan dokumentasi yang sesuai, dan memastikan bahwa persyaratan tersebut dipelihara dan diperbarui seperlunya sepanjang siklus hidup sistem, sistem, atau komputer.

Kegiatan

Pekerjaan yang terlibat dalam rekayasa aplikasi bervariasi, tergantung pada jenis sistem yang dikembangkan dan persyaratan spesifik dari organisasi yang terlibat. Beberapa fitur utama mesin kustom adalah:

1. Persyaratan Awal atau Perolehan Persyaratan:

Tugas-tugas yang terlibat dalam mesin aplikasi bergantung pada jenis sistem yang dikembangkan dan kebutuhan spesifik organisasi. Beberapa fitur utama mesin kustom kami adalah.

2. Analisis dan Negosiasi Persyaratan:

Identifikasi persyaratan, penyelesaian konflik dengan pemangku kepentingan, dan pemakaian alat tertulis atau grafis untuk membantu analisis, seperti kasus penggunaan, cerita pengguna, UML, dan LML.

3. Pemodelan Sistem:

Beberapa bidang atau situasi mungkin memerlukan pemodelan sistem secara lengkap sebelum memulai konstruksi atau fabrikasi. Pemodelan dapat menggunakan Bahasa Pemodelan Siklus Hidup atau UML, tergantung pada kebutuhan.

4. Spesifikasi Persyaratan:

Persyaratan ditulis dalam artefak formal yang disebut Spesifikasi Persyaratan (RS). RS berisi informasi tertulis dan grafis, seperti Spesifikasi Persyaratan Perangkat Lunak (SRS), yang divalidasi melalui proses validasi.

5. Validasi Persyaratan:

Memastikan konsistensi dan kepatuhan terhadap persyaratan dan persyaratan pemangku kepentingan. RS akan valid setelah melewati proses validasi.

6. Manajemen Persyaratan:

Kelola semua aktivitas terkait persyaratan mulai dari awal hingga penerapan sistem, termasuk perubahan, penambahan, dan pelacakan seiring kemajuan pengembangan.

Meskipun caranya bersifat sementara, namun kegiatan-kegiatan tersebut dapat diatur atau digabungkan sesuai dengan kebutuhan proyek. Rekayasa persyaratan telah terbukti menjadi kontributor utama keberhasilan proyek perangkat lunak.

Masalah

Sebuah survei kecil yang dilakukan di Jerman mengidentifikasi masalah-masalah yang terkait dengan penerapan persyaratan teknik dan menanyakan kepada responden apakah mereka setuju bahwa ini adalah masalah nyata. Meskipun hasilnya tidak diungkapkan sepenuhnya, masalah utama yang teridentifikasi adalah perencanaan yang tidak lengkap, perubahan tujuan, dan keterbatasan waktu. Masalah-masalah kecil termasuk komunikasi yang buruk, kurangnya visibilitas, masalah penyusunan, dan tanggung jawab yang tidak jelas.

Kritik

Perumusan masalah merupakan bagian penting dari persyaratan teknik dan penting untuk fokus pada dampaknya terhadap proses desain. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelemahan dalam rekayasa persyaratan menyebabkan situasi di mana persyaratan tidak jelas, sehingga persyaratan perangkat lunak tidak memberikan informasi dalam keputusan desain yang tepat. Dalam konteks ini, mungkin terdapat kesalahan dalam menerjemahkan keputusan desain ke dalam persyaratan. Pentingnya perumusan masalah dalam desain teknik menunjukkan relevansinya dengan keberhasilan desain perangkat lunak. Dengan menetapkan proses rekayasa persyaratan yang efektif, organisasi dapat mengurangi risiko yang terkait dengan menghasilkan persyaratan yang tidak jelas atau kesalahan yang dapat mempengaruhi hasil desain akhir.

Disadur dari : https://en.wikipedia.org/wiki/Requirements_engineering