Mengenal Istilah Analisis 5 Mengapa

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

23 Februari 2024, 11.20

Ilustrasi : TapRooT

Analisis Lima Mengapa

Analisis Lima Alasan (なぎながなりなん Naze naze bunseki) 5 Whys (Bahasa Inggris: 5 Whys) merupakan metode tanya jawab sederhana untuk menguji hubungan sebab akibat pada akar permasalahan. Artinya menanyakan mengapa masalah teknis terjadi sebanyak lima kali untuk mengetahui penyebab kerusakan atau masalah tersebut.

Metode ini dibuat oleh Sakichi Toyoda dan kemudian digunakan di Toyota. Perusahaan Motor. Pada tahun 1970an, strategi 5 Whys dipopulerkan melalui Toyota Production System. Metode ini saat ini digunakan sebagai salah satu metode strategi Six Sigma.Di Toyota, analisis lima alasan sering digunakan sebagai bagian dari tujuh langkah untuk memecahkan masalah global. Analisis lima penyebab dimulai dengan menjelaskan masalahnya, atau dalam kata-kata Toyota, "memahami situasi secara menyeluruh".

Memahami suatu situasi dimulai dengan mengamati situasi dengan pikiran terbuka dan membandingkan situasi tersebut dengan standar yang sesuai. Klarifikasi masalah dimulai dengan mencari sumber masalah dan menyelesaikan berbagai masalah dengan menggunakan analisis pareto. Bagan Pareto, dalam bentuk diagram batang sederhana, digunakan untuk mengatur masalah berdasarkan tingkat keparahan, frekuensi, penyebab, atau asal. Blok tertinggi ada di sebelah kiri dan mewakili topik terpenting. Sebaliknya, balok yang lebih kecil di sisi kanan menunjukkan adanya masalah yang tidak perlu segera diperbaiki. Setiap batang adalah total berapa kali acara tersebut dilihat, sehingga tinggi batang sebanding dengan frekuensi acara.

Contoh

Menurut Daiichi Ono, pionir sistem manufaktur Toyota pada tahun 1950an, "tidak adanya masalah adalah masalah terbesar." Pandangan ini menunjukkan pendekatan positif Ono terhadap masalah, dimana ia melihat setiap masalah sebagai peluang tersembunyi untuk kaizen atau perbaikan berkelanjutan. Ohno menyarankan karyawan untuk tidak memandang masalah sebagai sesuatu yang negatif, namun sebagai peluang untuk menyempurnakan dan meningkatkan operasi terhadap masalah tersebut hingga penyebabnya ditemukan. Pendekatan ini didasarkan pada konsep Lima Mengapa, yang menginstruksikan karyawan untuk memeriksa papan produksi dan menanyakan lima kali “mengapa” untuk setiap masalah yang terjadi.

Penggunaan Berikut adalah contoh robot stasioner. Hal ini menunjukkan efektivitas pendekatan ini. metode Dalam hal ini, setiap jawaban atas pertanyaan “mengapa” menimbulkan pertanyaan baru hingga akar permasalahan ditemukan. Misalnya, ketika mesin robot berhenti bekerja, pertanyaannya dimulai dengan “Mengapa robot berhenti?” Setiap jawaban berikut akan mengarah pada penyelidikan lebih lanjut. Contohnya adalah beban pada rangkaian yang melebihi batasnya, bearing yang tersumbat karena kurangnya pelumasan, pompa oli yang tidak mengalirkan oli, dan pipa hisap yang tersumbat oleh debu logam.

Dengan menggunakan metode ini, kata Ohno, menanyakan "mengapa" memungkinkan tim menggali lebih dalam untuk menemukan dan menyelesaikan akar penyebab masalah, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali. masa depan Pendekatan ini membantu menciptakan budaya perbaikan berkelanjutan di organisasi Anda.

Manfaat dan Kritik

Analisis Lima Mengapa memiliki banyak manfaat penting untuk memecahkan masalah organisasi dan meningkatkan proses. Keunggulan utamanya adalah tidak hanya cepat mengidentifikasi penyebab masalah dan memberikan pemahaman mendalam tentang hubungan antar masalah, tetapi juga sifatnya sederhana dan mudah dipelajari berdasarkan jenis level karyawan. Keuntungan lainnya adalah tidak memerlukan analisis matematis atau statistik yang rumit, sehingga dapat dilakukan oleh banyak orang dalam organisasi tanpa kemampuan matematika tingkat lanjut.

Beberapa kritik yang dilontarkan antara lain kecenderungan untuk memikirkan gejala-gejala sederhana dari suatu permasalahan dan mengabaikan permasalahan-permasalahan yang lebih mendasar. Selain itu, ketidakmampuan peneliti untuk melampaui batas pengetahuan saat ini membatasi kemampuan mereka untuk menemukan penyebab yang sebelumnya tidak diketahui. Kritik lainnya mencakup kurangnya dukungan terhadap pertanyaan “mengapa” dan kesulitan dalam mereproduksi hasil analisis 5-Mengapa, karena orang yang berbeda menemukan akar penyebab masalah yang sama.

Namun, ada kelebihan dan kekurangan bahwa organisasi dapat menggunakan analisis Lima Mengapa secara efektif. Penting untuk menggabungkan pendekatan ini dengan pemikiran kritis dan melibatkan organisasi dan pemangku kepentingan terkait. Oleh karena itu, analisis lima faktor dapat menjadi alat yang berguna untuk perbaikan berkelanjutan dan peningkatan kualitas lingkungan kerja.

Disadur dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_Lima_Mengapa