Mengenal Apa Saja Limbah yang dapat terurai secara hayati

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

20 Maret 2024, 20.14

Panen capsicum yang ditanam dengan kompos yang terbuat dari kotoran manusia di kebun percobaan di Haiti (wikipedia)

Limbah yang dapat terurai secara hayati

Sampah yang dapat terbiodegradasi mencakup segala bahan organik dalam sampah yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dan makhluk hidup lainnya melalui proses seperti pengomposan, pencernaan aerobik, atau pencernaan anaerobik. Ini termasuk sisa dapur, abu, tanah, kotoran, dan bahan tanaman lainnya.

Dalam pengelolaan sampah, juga termasuk beberapa bahan anorganik yang dapat diuraikan oleh bakteri, seperti gipsum dan produk-produknya. Dalam pengumpulan sampah domestik, fokus pada sampah yang dapat terurai di fasilitas setempat menjadi penting. Oleh karena itu, banyak daerah telah mengintegrasikan program pemilahan sampah biodegradable untuk pembuatan kompos atau strategi lainnya untuk memanfaatkannya kembali.

Sampah yang dapat terbiodegradasi, jika tidak ditangani dengan benar, dapat menyebabkan dampak besar terhadap perubahan iklim melalui emisi metana dari fermentasi anaerobik yang menghasilkan gas TPA. Pendekatan lain untuk mengurangi dampaknya adalah dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, seperti dengan mengurangi sampah makanan.

Sumber

Sampah yang dapat terbiodegradasi merupakan bagian penting dari sampah kota, yang sering kali juga disebut sebagai sampah hijau. Ini mencakup berbagai jenis limbah organik seperti sisa makanan, sampah kertas, dan plastik yang dapat terurai. Limbah biodegradable lainnya termasuk kotoran manusia, pupuk kandang, limbah rumah potong hewan, dan lumpur limbah. Saat terdekomposisi tanpa adanya oksigen, sebagian besar limbah ini cenderung menghasilkan metana melalui proses pencernaan anaerobik.

Di Inggris, jumlah sampah biodegradable yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) turun menjadi 7,4 juta ton pada tahun 2018 dari 7,8 juta ton pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya upaya untuk mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir, dengan harapan mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan oleh dekomposisi sampah biodegradable.

Pengumpulan dan pemrosesan

Pemisahan sampah biodegradable dari aliran sampah utama merupakan praktik umum di banyak negara maju. Hal ini dapat dilakukan dengan cara pengumpulan terpisah di tepi jalan atau dengan pemilahan sampah setelah pengumpulan. Sampah biodegradable sering disebut sebagai sampah hijau pada titik pengumpulannya. Memisahkan limbah organik ini secara signifikan mengurangi volume limbah yang dibuang dan membuka peluang untuk mengubahnya menjadi kompos.

Sampah biodegradable dapat dimanfaatkan melalui beberapa metode, seperti pembuatan kompos atau penggunaan sebagai sumber energi melalui pembakaran atau pencernaan anaerobik. Contoh dari proses pencernaan anaerobik ini adalah Swiss Kompogas dan proses AIKAN Denmark. Meskipun pembakaran dapat menghasilkan sebagian besar energi, proses pencernaan anaerobik mempertahankan nutrisi dan menghasilkan kompos yang dapat memperbaiki kualitas tanah. Proses ini dapat menghasilkan listrik dan biogas dengan efisiensi yang baik, seperti yang dilakukan oleh Kompogas, yang berhasil menghasilkan 27 juta Kwh listrik dan biogas pada tahun 2009.

Selain itu, valorisasi limbah juga mencakup berbagai praktik untuk memanfaatkan residu tanaman, limbah makanan, dan kotoran manusia. Residu tanaman, seperti tongkol jagung, dan limbah dari industri pengolahan makanan memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai proses industri, seperti produksi biofuel dan bioplastik. Penggunaan kembali limbah makanan juga merupakan bidang yang menjanjikan, dengan potensi untuk menghasilkan berbagai produk bermanfaat seperti pupuk hayati, bioplastik, dan bahan bakar hayati.

Penggunaan kembali kotoran manusia, setelah melalui proses pengolahan yang sesuai, juga dapat memberikan manfaat yang signifikan. Kotoran manusia yang telah diolah dapat digunakan sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, bahan bakar, atau sumber energi dalam bentuk biogas. Terdapat berbagai teknologi yang dapat digunakan untuk memproses kotoran manusia menjadi bentuk yang aman dan dapat dimanfaatkan kembali, dengan berbagai tingkat penghilangan patogen dan pengurangan kadar air untuk memudahkan penanganan.

Dampak perubahan iklim

Gas TPA, atau gas tempat pembuangan sampah, merupakan campuran gas yang dihasilkan oleh aktivitas mikroorganisme di dalam tempat pembuangan sampah saat mereka menguraikan sampah organik, seperti sisa makanan dan kertas. Gas ini terutama terdiri dari metana, karbon dioksida, dan senyawa organik volatil lainnya. Karena komposisinya yang mengandung gas rumah kaca seperti CO2 dan metana, gas TPA memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan iklim. Metana, khususnya, memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih tinggi daripada karbon dioksida. Oleh karena itu, peraturan telah diterapkan untuk memantau dan mengurangi gas TPA serta menciptakan strategi pemanfaatannya, seperti pembakaran atau penangkapan gas untuk pembangkit listrik.

Selain gas TPA, masalah limbah makanan juga menjadi perhatian penting dalam konteks lingkungan dan keberlanjutan. Limbah makanan merupakan makanan yang tidak dimakan, dan penyebabnya sangat beragam dari produksi hingga konsumsi. Sekitar sepertiga makanan di seluruh dunia dibuang, dengan jumlah limbah makanan yang mencapai 931 juta ton per tahun. Pencegahan limbah makanan menjadi prioritas, diikuti dengan penggunaan kembali sisa makanan untuk konsumsi manusia atau pakan ternak, serta daur ulang nutrisi dan energi. Pengurangan limbah makanan di seluruh rantai pasokan pangan juga merupakan bagian penting dalam upaya mengurangi dampak pertanian terhadap lingkungan. Target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB adalah mengurangi separuh limbah makanan global per kapita di tingkat ritel dan konsumen serta mengurangi kerugian pangan pada tahun 2030. Strategi mitigasi perubahan iklim juga menekankan pada pengurangan limbah makanan sebagai salah satu langkah penting dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

Disadur dari : https://en.wikipedia.org/wiki/Biodegradable_waste