Mengenal Apa Itu Sampah Organik

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

20 Maret 2024, 20.17

Sampah yang mengganggu kehidupan kita (Wikipedia)

Sampah Organik 

Sampah organik merupakan bahan-bahan yang tidak lagi digunakan atau dibuang oleh pemilik atau pengguna sebelumnya. Meskipun dibuang, sampah organik masih dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan cara yang tepat. Salah satu cara pengelolaan sampah organik adalah dengan mendegradasinya hingga terurai menjadi zat-zat kecil yang tidak berbau, yang dikenal sebagai kompos. Kompos sendiri merupakan hasil pelapukan bahan organik seperti daun, jerami, alang-alang, tanah, rumput, dan bahan sejenis lainnya.

Dalam proses pelapukan sampah organik menjadi kompos, bantuan manusia sangatlah penting untuk mempercepat proses tersebut. Dengan adanya campur tangan manusia, proses pelapukan dapat dipercepat sehingga hasil kompos dapat lebih cepat terbentuk. Pentingnya peran manusia dalam proses ini dapat menghasilkan kompos dengan kualitas yang lebih baik dan dalam waktu yang lebih singkat.

Sampah organik banyak dihasilkan di pasar-pasar khusus seperti pasar sayur, pasar buah, dan pasar ikan. Bahkan, hingga 95% dari sampah organik dapat dihasilkan di pasar-pasar tersebut. Namun, tidak hanya pasar khusus, sekitar 75% sampah organik juga berasal dari kawasan pemukiman. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik bukan hanya menjadi tanggung jawab pasar atau bisnis, tetapi juga masyarakat umum di kawasan pemukiman.

Pengelolaan sampah organik menjadi kompos tidak hanya bermanfaat dalam mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga membantu dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan menghasilkan kompos dari sampah organik, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang membusuk di tempat pembuangan sampah, yang dapat menghasilkan gas metana berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan sampah organik menjadi kompos merupakan langkah penting dalam upaya menjaga lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Jenis-Jenis Sampah Organik

Sampah organik merupakan jenis sampah yang berasal dari organisme hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Sampah organik dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sampah organik basah dan sampah organik kering, tergantung pada kadar airnya. Sampah organik basah memiliki kadar air yang tinggi, yang membuatnya cenderung membusuk dengan cepat. Beberapa contoh sampah organik basah termasuk kulit buah, sisa makanan, dan sisa sayuran yang telah digunakan.

Di sisi lain, sampah organik kering terdiri dari bahan-bahan organik lain yang memiliki kadar air yang rendah. Sampah organik kering cenderung membusuk lebih lambat dibandingkan dengan sampah organik basah karena kadar airnya yang lebih rendah. Beberapa contoh sampah organik kering meliputi kertas, kayu, atau ranting dan daun kering yang telah jatuh dari pohon.

Pemisahan antara sampah organik basah dan sampah organik kering penting dalam proses pengelolaan sampah agar dapat dikelola dengan tepat. Sampah organik basah, dengan kadar airnya yang tinggi, lebih cocok untuk proses pengomposan yang dapat menghasilkan kompos yang berguna sebagai pupuk organik. Sementara itu, sampah organik kering dapat diolah lebih lanjut untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif atau bahan baku dalam industri lainnya. Dengan memahami perbedaan antara kedua jenis sampah organik ini, dapat membantu dalam upaya mengelola sampah dengan lebih efisien dan berkelanjutan.

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Sampah_organik