Mengenal Apa Itu Risiko Dalam Konteks Safety Part 2

Dipublikasikan oleh Dias Perdana Putra

04 Maret 2024, 11.14

Ilustrasi : Shutterstock

Risiko

Risiko adalah risiko, akibat, atau hasil yang mungkin terjadi sebagai akibat dari proses yang sedang berlangsung atau peristiwa di masa depan. Dalam industri asuransi, risiko dapat diartikan sebagai suatu bentuk ketidakpastian yang dapat mengakibatkan kerugian jika terjadi peristiwa buruk.

Bentuk

Berbagai jenis risiko dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, termasuk risiko murni, risiko hipotetis, risiko spesifik, dan risiko bawaan. Risiko murni adalah situasi di mana hanya ada dua kemungkinan: kematian atau bahaya. Contohnya mencakup kejadian seperti pencurian, kecelakaan, dan kebakaran, yang mempunyai dampak bermata dua.

Risiko, sebaliknya, melibatkan ketidakpastian dan tiga kemungkinan akibat: kerugian, keuntungan, atau kerusakan. Contoh jenis risiko ini adalah aktivitas perjudian, di mana penjahat bersedia mengambil risiko dengan harapan mendapatkan keuntungan lebih besar, namun menghadapi risiko kerugian yang signifikan.

Risiko spesifik dan risiko mendasar memiliki dampak lokal yang lebih besar dan lebih luas. sedang Beberapa risiko berasal dari manusia dan berdampak kecil pada wilayah setempat, seperti kecelakaan pesawat, kecelakaan mobil, atau kapal yang terdampar. Sebaliknya, bahaya tidak berasal dari individu dan dapat mencakup dampak umum seperti angin topan, gempa bumi, atau banjir yang berdampak pada wilayah yang luas. Oleh karena itu, memahami berbagai jenis risiko memberikan dasar bagi pengelolaan dan mitigasi yang tepat terhadap berbagai situasi.

Manajemen Risiko

Sebagai sebuah organisasi, perusahaan bertujuan untuk menerapkan manajemen risiko. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengurangi biaya, mencegah kegagalan perusahaan, meningkatkan keuntungan perusahaan, mengurangi biaya produksi, dll.Manajemen risiko terdiri dari mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengelola risiko yang dapat mengancam kelangsungan. Bisnis dan operasi perusahaan.

Tahapan

Langkah pertama yang dilakukan perusahaan dalam mengelola risiko adalah dengan mengidentifikasi risiko yang dihadapi, dan setelah identifikasi, dinilai tingkat keparahan (nilai risiko) dan frekuensi setiap kemungkinan. Langkah terakhir adalah manajemen risiko. Manajemen risiko dibagi menjadi dua bagian: manajemen fisik (penghilangan risiko, mitigasi risiko) dan manajemen keuangan (retensi risiko, pengalihan risiko).

Eliminasi risiko adalah penghapusan risiko. Semuanya akan hilang. Misalnya saat mengendarai mobil di tengah hujan, kecepatan kendaraan dikurangi menjadi 60 km/jam. Pengurangan risiko dicapai melalui upaya mengurangi kerugian selama produksi dan pengendalian kualitas dapat mengurangi ketidakpastian produk. Mengambil risiko berarti menanggung seluruh atau sebagian risiko. Misalnya, dalam perusahaan terdapat cadangan untuk melindungi kerugian di masa depan (reserve). Sedangkan pengalihan risiko dapat dilakukan dengan cara mengalihkan kerugian/risiko kepada pihak lain, misalnya perusahaan asuransi.

Disadur dari : https://id.wikipedia.org/wiki/Risiko