Kemendikbud Targetkan Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka pada Juli 2021: Persiapan Matang dan Transisi Daring ke Luring

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

23 Februari 2024, 16.19

Sumber: kompas.com

Berita - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan target agar semua sekolah dapat kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka pada bulan Juli 2021. Program Sekolah Tatap Muka ini menimbulkan tantangan bagi pemangku kepentingan di daerah. Agustinus Subarsono, Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menekankan perlunya persiapan matang mengingat pembelajaran daring yang kurang improvisasi dapat menyebabkan monotoni dan kebosanan bagi siswa. Subarsono menyatakan bahwa pembelajaran tatap muka lebih menguntungkan, dan dari penelitiannya, siswa lebih mudah menangkap materi dengan metode ini.

Dalam menghadapi pembelajaran tatap muka pada bulan Juli mendatang, Subarsono menyarankan sekolah untuk mempersiapkan ruang kelas dengan baik. Mengingat situasi Covid-19 yang belum pasti, kapasitas siswa dalam satu kelas harus dikurangi, mungkin hanya sepertiga atau separuh dari biasanya. Jika kapasitas tidak mencukupi, alternatif seperti pembelajaran bergantian perlu dipertimbangkan. Durasi pembelajaran juga perlu disesuaikan, dengan saran agar jam belajar dibatasi hingga pukul 11.30 WIB. Terkait vaksin, Subarsono menyatakan bahwa pelaksanaannya akan lebih baik, tetapi pertimbangan medis dan ketersediaan vaksin perlu diperhatikan.

Selain itu, langkah-langkah untuk mengurangi kerumunan dan mobilitas perlu diterapkan, seperti siswa membawa makanan sendiri dan pemahaman kepada orang tua agar siswa langsung pulang setelah sekolah. Subarsono juga mengusulkan transisi bertahap dari pembelajaran daring ke luring, dengan kemungkinan melakukan campuran metode pada bulan Juli dan Agustus, baru kemudian penuh luring pada bulan September dan seterusnya. Fasilitas protokol kesehatan di sekolah dianggap sebagai kewajiban, dan Dinas Pendidikan diharapkan melakukan inspeksi serta pengawasan secara ketat. Subarsono menekankan perlunya pertemuan serius antara kepala sekolah dan Kementerian Pendidikan untuk menyempurnakan rencana kegiatan off-grid, termasuk simulasi dan pengumpulan data kapasitas ruangan dan jumlah siswa di setiap sekolah.

Disadur dari Artikel : kompas.com