Ini Lho Beda Jurusan Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri

Dipublikasikan oleh Muhammad Farhan Fadhil

02 Maret 2022, 12.59

Ilustrasi industri food and beverage (DOK. iSTOCKPHOTO)

Bagi para siswa yang tertarik melanjutkan pendidikan dan memilih jurusan Teknik, ada banyak sekali pilihan di perguruan tinggi. Bagi beberapa siswa, ada cabang ilmu teknik yang belum familiar, yaitu Manajemen Rekayasa Industri.

Tapi tahukah kamu bahwa Manajemen Rekayasa Industri dan Teknik Industri memiliki perbedaan mendasar. Mau tahu apa saja perbedaan kedua jurusan ini?

Yuk, simak ulasan berikut ini. Merangkum dari laman Institut Teknologi Batam (Iteba), masih banyak orang yang belum mengetahui perbedaan Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri. Sebenarnya, apa sih perbedaan dari kedua jurusan tersebut?

Teknik industri

Teknik Industri atau Industrial Engineering adalah ilmu yang mempelajari proses industri dengan ilmu teknik.

Jurusan ini adalah anak atau cabang dari Teknik Mesin. Mata kuliah dalam jurusan ini menekankan pada sisi manajemen sebuah industri sehingga kamu tak hanya dituntut untuk memahami bidang manufaktur.

Tapi juga harus paham tentang sistem manajemen sebuah pabrik. Jika kamu tertarik memilih jurusan Teknik Industri, selain memperkuat ilmu di bidang Fisika, Kimia, Kalkulus, dan Matematika, kamu juga akan mempelajari ilmu Psikologi Industri, Analisis Biaya, serta Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja.

Prospek kerja jurusan ini juga sangat banyak, misalnya:

  • Quality Controller
  • Project Manager
  • Engineering Manager
  • Health and Safety Officer

Manajemen Rekayasa Industri

Manajemen Rekayasa Industri adalah pengembangan ilmu teknik dan manajemen. Jurusan ini adalah kolaborasi antara ilmu teknik dan manajemen untuk menghasilkan inovasi produk.

Saat menekuni jurusan ini, kamu akan mempelajari dasar-dasar ilmu teknik, manajemen, dan industri. Jurusan ini membuatmu perlu melakukan perancangan mulai dari awal hingga akhir produksi dengan mempertimbangkan customer.

Dalam sebuah sektor industri, dibutuhkan kolaborasi yang tepat antara ranah teknik dan manajemen. Karena, mahasiswa Manajemen Rekayasa Industri tak hanya mengerjakan hal-hal teknis, namun juga merangkap sebagai Project Manager.

Prospek kerja jurusan Manajemen Rekayasa Industri juga tak kalah bagus, kamu bisa menekuni karier di bidang:

  • Analyst Production.
  • Manager Produk Industri.
  • Cost Control Industri.

Beda Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Industri

Awalnya, dua jurusan tersebut adalah dua entitas yang sama. Namun, kini dua jurusan tersebut dipisahkan karena mempertimbangkan customer fit.

Kedua ilmu ini berkaitan dengan sistem di lingkungan industri, tapi keilmuan dari Jurusan Manajemen Rekayasa dan Jurusan Teknik Industri amat berbeda.

Teknik Industri lebih fokus pada proses produksi dan operasional atau product life cycle. Teknik Industri secara garis besar mempelajari cara menjalankan sebuah perusahaan yang pada umumnya adalah perusahaan manufaktur.

Sedangkan Manajemen Rekayasa Industri lebih fokus dalam aspek perencanaan sebelum masuk ke sistem industri. Ilmu-ilmu yang dipelajari dalam jurusan ini lebih mengarah ke riset pasar, product development yang berkaitan dengan konsumen.

Hal ini bertujuan agar produk dapat diterima dengan baik oleh konsumen.

Kesimpulannya, Teknik Industri berfokus pada product oriented dan didukung dengan ilmu-ilmu lainnya untuk memperluas gambaran tentang produk.

Sementara itu, Jurusan Manajemen Rekayasa Industri mempelajari hal-hal terkait perencanaan, operasional, dan dan orientasi konsumen. Itulah perbedaan Teknik Industri dan Rekayasa Industri.

Jika kamu masih bimbang menentukan pilihan jurusan di perguruan tinggi, semoga informasi ini bisa membantu.

Sumber Artikel: kompas.com

Artikel lainnya