Industri Keramik Investasi Mencapai Rp. 300 Miliar, Indonesia Menuju Produsen 5 Besar Dunia

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

28 Juli 2022, 16.59

bisnistoday.co.id

Industri keramik di tanah air semakin bergeliat untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor, dengan meningkatkan kapasitas produksi melalui investasi baru atau perluasan pabrik. Usaha ini akan semakin memperkuat aliran rantai pasok ubin keramik nasional sejalan dengan program subtitusi impor sebesar 35 persen.

“Pada pengembangan industri keramik, kami harus mengoptimalkan sumber daya produksi dalam negeri dengan visi menjadikan Indonesia kembali masuk dalam 5 besar produsen ubin keramik dunia,” ungkap Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito pada sambutannya mewakili Menteri Perindustrian di Peresmian Perluasan Pabrik Plant 5B dan Peninjauan Proyek Perluasan Pabrik Plant 5C PT. Arwana Citramulia Tbk di Mojokerto, Jawa Timur, Rabu(20/7).

Warsito mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada PT. Arwana Citramulia Tbk yang suda merealisasikan investasinya, sebab akan memberikan dampak luas untuk perekonomian nasional. Sementara itu, ekspansi ini membuktikan bahwa kebijakan pemerintah berlangsung baik dalam usaha membangkitkan kembali gairah pelaku industri sesudah mengalami dampak pandemi Covid-19.

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah bersinergi bersama membangun iklim usaha yang kondusif khususnya di Kabupaten Mojokerto dan umumnya di Provinsi Jawa Timur. Kita optimistis, industri keramik nasional dapat lebih meningkatkan daya saing,” ungkapnya.

Kemenperin mencatat, PT. Arwana Citra Mulia Tbk menggelontorkan dananya sebesar Rp. 300 milyar untuk penambahan kapasitas sebesar 3 juta meter persegi dari Plant 5B untuk produksi ubin keramik 60x60 cm. Sementara itu, penambahan kapasitas sebanyak 4,4 juta meter persegi dari proyek Plant 5C yang akan mulai berproduksi di awal tahun 2023 dengan kebutuhan tenaga kerja lokal sampai 401 orang.

“Tak hanya PT Arwana, selama semester I tahun 2022 ini, ada 2 investasi lainnya di sektor ubin keramik, yakni di Kawasan Industri Kendal sebesar Rp. 1,2 triliun dan di Kawasan Industri Terpadu Batang dengan nilai investasi mencapai Rp. 1,5 triliun,” ungkap Warsito.

Warsito meyakini, tahun ini menjadi momentum kebangkitan sektor Industri pengolahan nonmigas termasuk untuk industri keramik. Perihal ini tercermin dari kinerja positif industri keramik sebagai subsektor dari industri bahan galian nonlogam, yang tumbuh 1,35% dengan kontribusi 0,47 persen (y-o-y) di triwulan I tahun 2022. Pencapaian ini menempatkan industri bahan galian nonlogam sebagai peringkat ke 2 dalam kontribusi perkembangan investasi di sektor industri kimia, farmasi dan tekstil (IKFT) sebesar 2,69 persen.

“Pada triwulan I-2022, industri manufaktur mampu tumbuh sebesar 5,47 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen. Pencapaian industri pengolahan nonmigas ini juga didukung kinerja positif sektor IKFT yang tumbuh sebesar 4,71 persen atau naik 0,14 persen dibandingkan kuartal akhir tahun 2021,” ujarnya.

Warsito mengatakan, permintaan pasar dalam negeri untuk ubin keramik hingga 7,8 juta ton di tahun 2021. Maka dari itu, harapannya ekspansi PT. Arwana Citramulia Tbk di Mojokerto bisa mengambil alih proporsi ubin keramik impor. “Daya saing industri ubin keramik dalam negeri kian kuat dengan ditandai meningkatnya proporsi supply lokal dibanding impor,” ungkapnya.

PT. Arwana Citramulia Tbk tengah bersiap membangun pabrik baru Plant 4C di Ogan Ilir, Sumatra Selatan. Investasi yang dialokasikan sebesar Rp. 300 milyar, dengan kapasitas produksi sebesar 3,7 juta meter persegi per tahun. “Sehingga, dengan tambahan Plant 5B, Plant 5C dan Plant 4C, Arwana Ceramics akan mencatatkan total kapasitas terpasang sebesar 72 juta meter persegi per tahun,” ungkap Direktur Utama PT. Arwana Citramulia Tbk, Tandean Rustandy.

 


Disadur dari sumber kemenperin.go.id

Artikel lainnya