Bendungan Kuwil Kawangkoan dan Lolak di Sulawesi Utara Akan Rampung Tahun 2022, Menteri Basuki Tinjau Progres

Dipublikasikan oleh Dimas Dani Zaini

19 Februari 2024, 10.46

Sumber: pu.go.id

Minahasa Utara - Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Sulawesi Utara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada Kamis (24 Februari 2022) melakukan penilaian progres pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Wilayah Administratif Minahasa Utara.

Menteri Basuki mengatakan, pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan ini terutama bertujuan untuk mengendalikan banjir di Kota Manado dan sekitarnya dengan debit aliran sebesar 470 m3/s, dimana Kota Manado sendiri pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2014.

Bendungan Kuwili merupakan saat ini sudah selesai 76% dan akan terisi air (bendungan) pada Agustus 2022. Bendungan Sulut lainnya yang akan selesai pada tahun 2022 adalah Bendungan Lolak yang progresnya lebih tinggi yaitu 94,5%" kata Menteri Basuki.

Selain untuk pengendalian banjir, Bendungan Kuwil Kawangkoan juga bermanfaat untuk produksi air baku sebesar 4.500 liter per detik untuk Kota Manado, Minahasa Utara, Kota Bitung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung, kapasitas PLTM 2 x 0,70 MW dan pengembangan pariwisata . .

Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki volume 23,4 juta m3 dan luas cekungan 139 hektar. Bendungan ini dibangun pada tahun 2016 dengan total biaya pembangunan sebesar Rp1,9 triliun yang terbagi dalam tiga paket pekerjaan konstruksi. Pembangunan paket pertama dikerjakan oleh PT Wijaya Karya - DMT (KSO), paket kedua dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Tbk dan paket ketiga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya - PT. Nindya Karya (KSO).

Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Direktur Bendungan dan Danau Airlangga Mardjono Kementerian PUPR mengatakan Bendungan Kuwil Kawangkoan akan dilengkapi pintu air untuk pengendalian banjir. “Bendungan ini letaknya di atas kota Manado sehingga sangat efektif dalam pengendalian banjir. Jadi dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ada dua waduk, pertama waduk alami Danau Tondano dan kedua Kuwil. Kawangkoan Sialan,” katanya.

Direktur Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi, I Komang Sudana mengatakan, pekerjaan utama di Bendungan Kuwil Kawangkoan saat ini adalah penyelesaian badan bendungan/bendungan induk. “Kemudian akan ada perencanaan lokasi, penutupan terowongan, dan terakhir pekerjaan hidromekanikal,” ujarnya.

Sementara itu, Bendungan Lolak mempunyai luas banjir 97,5 hektar yang dirancang untuk mengalirkan air irigasi seluas 2.214 hektar untuk menunjang air baku. 500 liter per detik, pariwisata, konservasi air dan potensi listriknya 2,43 megawatt. “Target kita Mei 2022 mulai trap. Paket I 100% dan paket II 89,03%, jadi total 94,5%,” kata Komang.

Kontrak pembangunan Bendungan Lolak terbagi menjadi dua paket yaitu paket pertama senilai Rp830 miliar dengan kontraktor PT Elamuehitus (PP) (Persero) Tbk. Selain itu, kontraktor melaksanakan paket PT II senilai Rp821 miliar. PP (Persero) Tbk - PT. Asfhri Putralora (Kerjasama Operasional/KSO).

Turut hadir Menteri Basuki, Dirjen PUPR Kementerian Jalan Hedy Rahadian, Direktur PUPR Bendungan dan Danau Airlangga Mardjono, Direktur Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Sulut Erik A. Singarimbun, Kepala Infrastruktur Permukiman Daerah Sulut Pusat Komang Raka Maharhana dan Kepala Balai Pelaksana Pelayanan Perumahan (P2P) Sulawesi I, Dirjen Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Recky W. Lahope. (Tujuan)

Disadur dari Artikel : pu.go.id