Apa Yang Dimaksud Dengan Seni Lukis?

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

15 Maret 2024, 10.30

Sumber: Mona Lisa mungkin adalah lukisan termasyhur di Dunia Barat (Wikipedia)

Definisi Seni Lukis: Pengembangan dari Menggambar

Seni lukis merupakan bagian dari seni rupa yang fokus pada proses melukis. Lebih lanjut dari sekadar menggambar, seni lukis melibatkan pengolahan medium dua dimensi pada permukaan objek tiga dimensi untuk menciptakan kesan visual tertentu. Media lukisan dapat bervariasi, mulai dari kanvas, kertas, papan, hingga film dalam fotografi. Berbagai alat digunakan dalam proses lukisan, dengan tujuan memberikan gambaran yang diinginkan pada media yang digunakan.

Proses Pembuatan Lukisan: Penggunaan Cat dan Alat Lukis

Lukisan adalah hasil dari proses mengaplikasikan cat menggunakan berbagai alat seperti kuas lukis, pisau palet, atau peralatan lainnya. Proses ini melibatkan pengaplikasian berbagai warna dan gradasi nuansa, serta komposisi warna yang dipilih dari pigmen warna dalam pelarut atau medium, yang dikombinasikan dengan gen pengikat seperti lem untuk cat air atau minyak linen untuk cat minyak. Lukisan ini dikerjakan oleh seorang pelukis, mencerminkan kedalaman warna dan ekspresi pribadi sang seniman. Definisi ini umumnya digunakan ketika seseorang menciptakan sebuah karya lukisan.

Sejarah

Lukisan karya Adrianus Johannes, 1872

Sejarah Seni Lukis: Pengembangan dari Gambar Prasejarah

Secara historis, seni lukis memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan menggambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah menunjukkan bahwa nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua ribuan tahun yang lalu, menggambarkan bagian-bagian penting dari kehidupan mereka. Gambar-gambar ini dibuat menggunakan materi sederhana seperti arang atau kapur. Salah satu teknik terkenal yang digunakan adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan dedaunan atau batu mineral berwarna, menghasilkan jiplakan tangan berwarna-warni yang masih dapat dilihat hingga saat ini. Kemudahan ini memungkinkan perkembangan gambar (dan kemudian lukisan) lebih cepat dibandingkan dengan cabang seni rupa lainnya.

Media dan Objek dalam Lukisan Prasejarah

Lukisan prasejarah kebanyakan dibuat pada bidang datar seperti dinding, lantai, kertas, atau kanvas. Dalam konteks pendidikan seni rupa modern di Indonesia, ini dikenal sebagai pendekatan dwi-matra (dua dimensi, dimensi datar). Objek yang sering digambarkan termasuk manusia, binatang, serta objek-objek alam seperti pohon, bukit, gunung, sungai, dan laut. Bentuk objek dalam gambar tidak selalu serupa dengan aslinya, karena dipengaruhi oleh pemahaman dan interpretasi seniman terhadap objek tersebut.

Pembentukan Kegiatan Seni Lukis

Ada kelompok masyarakat prasejarah yang mulai lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan. Mereka menjadi mahir dalam membuat gambar dan menyadari bahwa bentuk dan susunan tertentu akan tampak lebih menarik jika diatur dengan baik. Mereka mulai menemukan kesenangan estetik dalam kegiatan ini, menjadi semakin terampil, dan membentuk seniman-seniman pertama di dunia. Pada titik ini, kegiatan menggambar dan melukis mulai diakui sebagai seni.

Seni Lukis dalam Berbagai Zaman

Seni Lukis Zaman Klasik:

  • Diarahkan untuk tujuan mistis, karena pada saat itu agama belum berkembang sepenuhnya.
  • Contoh propaganda terdapat dalam grafiti di reruntuhan kota Pompeii.
  • Lukisan meniru bentuk-bentuk alam secara detail karena berkembangnya ilmu pengetahuan.

Seni Lukis Zaman Pertengahan:

  • Terpengaruh kuat oleh agama, yang menyebabkan penjauhan dari ilmu pengetahuan.
  • Lukisan lebih banyak menggunakan simbolisme daripada realisme.
  • Digunakan sebagai alat propaganda dan religi, dengan beberapa agama mendorong perkembangan abstrakisme.

Seni Lukis Zaman Renaissance:

  • Berawal dari kota Firenze, Italia, setelah kekalahan dari Turki.
  • Ilmuwan dan budayawan melarikan diri dari Bizantium ke Italia, mendapat dukungan dari keluarga deMedici yang menguasai kota Firenze.
  • Sinergi antara ilmu pengetahuan modern dan seni menghasilkan kontribusi besar terhadap kebudayaan Eropa.
  • Seni rupa kembali mengambil inspirasi dari zaman klasik, dengan sains dianggap sebagai alat baru untuk merebut kembali kekuasaan yang dirampas oleh Turki.

Tokoh yang banyak dikenal dari masa ini adalah:

  • Donatello
  • Leonardo da Vinci (1452 - 1519)
  • Michaelangelo (1475-1564)
  • Raphael
  • Titian (c. 1488/1490 – 1576)

Art nouveau

Revolusi Industri di Inggris mengakibatkan penggunaan mekanisasi yang luas dalam berbagai aspek. Produksi barang-barang dilakukan secara massal dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Sebagai hasilnya, keterampilan manual seniman mulai kehilangan nilai karena digantikan oleh hasil produksi mesin yang lebih halus. Sebagai tanggapan atas hal ini, para seniman mulai mengarahkan karyanya ke bentuk-bentuk yang sulit dicapai oleh produksi massal, atau jika mungkin, biayanya menjadi sangat tinggi. Lukisan, karya seni rupa, dan kerajinan tangan diarahkan pada kurva-kurva halus yang banyak terinspirasi oleh keindahan garis-garis tumbuhan di alam.

Sejarah seni  lukis di Indonesia

Sejarah seni lukis di Indonesia dimulai pada masa penjajahan Belanda. Kala itu, pengaruh seni rupa Eropa Barat, terutama aliran romantisme, memengaruhi perkembangan seni lukis di Indonesia. Salah satu tokoh penting dalam sejarah seni lukis Indonesia adalah Raden Saleh, yang berkesempatan untuk belajar melukis gaya Eropa dari pelukis Belanda. Setelah belajar di Belanda, Raden Saleh menjadi pelukis Indonesia yang dihormati dan bahkan menjadi pelukis istana di beberapa negara Eropa. Namun, perkembangan seni lukis Indonesia tidak mengikuti pola yang sama dengan zaman Renaisans Eropa, sehingga mengalami perkembangan yang berbeda.

Pada masa revolusi di Indonesia, banyak pelukis beralih dari tema-tema romantisme ke tema-tema yang lebih mengedepankan "kerakyatan". Objek-objek yang menggambarkan keindahan alam Indonesia dianggap sebagai pengkhianatan terhadap bangsa, karena dianggap sebagai pengejaran kepentingan kaum kapitalis yang menjadi musuh ideologi komunisme yang populer saat itu. Kesulitan dalam mendapatkan alat lukis seperti cat dan kanvas juga menyebabkan seni lukis Indonesia cenderung mengarah ke bentuk-bentuk yang lebih sederhana, bahkan menghasilkan karya abstrak.

Gerakan Manifesto Kebudayaan pada tahun 1950-an bertujuan untuk melawan ideologi komunisme, membuat pelukis Indonesia lebih memilih untuk membebaskan karya seni mereka dari campur tangan politik. Hal ini memulai era ekspresionisme, di mana lukisan tidak lagi dianggap sebagai alat propaganda atau penyampai pesan politik.

Perjalanan seni lukis Indonesia hingga awal abad ke-21 masih dipengaruhi oleh berbagai konflik konseptual. Kemudian, muncul gagasan modernisme yang menghasilkan seni alternatif atau seni kontemporer, seperti seni konsep, instalasi seni, dan seni pertunjukan. Seni lukis konvensional juga tetap eksis di galeri-galeri, meskipun lebih sebagai bisnis investasi daripada sebagai apresiasi seni masyarakat.

Berikut adalah beberapa aliran seni lukis yang terkenal:

  1. Surrealisme: Lukisan dalam aliran ini menggambarkan bentuk-bentuk yang sering muncul dalam mimpi dan mencerminkan pikiran bawah sadar manusia. Salah satu tokoh terkenal dalam aliran ini adalah Salvador Dali.

  2. Seni Fantastik: Aliran seni ini menggambarkan karya-karya yang fantastis dan sering kali berhubungan dengan kisah fantasi, legenda, dongeng, atau fiksi ilmiah. Pelukis terkenal dalam aliran ini antara lain Frank Frazetta, Roger Dean, dan Boris Vallejo.

  3. Kubisme: Aliran ini cenderung mengabstraksikan objek menjadi bentuk-bentuk geometris atau balok-balok untuk menciptakan sensasi tertentu. Pablo Picasso merupakan salah satu tokoh terkemuka dalam aliran ini.

  4. Romantisme: Aliran tertua dalam sejarah seni lukis Indonesia yang bertujuan untuk membangkitkan kenangan romantis dan keindahan dalam setiap objeknya. Raden Saleh merupakan salah satu tokoh terkenal dalam aliran ini.

  5. Plural painting: Proses seni yang melibatkan meditasi atau pengembaraan intuisi untuk menangkap dan menterjemahkan gerak hidup dari naluri ke dalam bahasa visual. Pemahaman visualnya mencakup berbagai aspek multi-etnis, multi-teknik, dan multi-gaya.

  6. Badingkut(isme): Sebuah kecenderungan seni yang dikembangkan oleh Herry Dim sejak tahun 1970-an, yang melibatkan penggunaan bahan-bahan temuan atau bekas untuk menciptakan karya seni dua dimensi, tiga dimensi, instalasi, dan teater.

Aliran lain

  • Ekspresionisme
  • Dadaisme
  • Fauvisme
  • Neo-Impresionisme
  • Realisme
  • Naturalisme
  • De Stijl

Abstraksi

Abstraksi dalam seni lukis merupakan upaya untuk mengurangi penekanan pada representasi bentuk objek secara langsung. Dalam perkembangan seni kontemporer, abstraksi menjadi semakin populer sebagai alternatif untuk tidak meniru objek secara literal. Dalam konteks ini, elemen-elemen yang dapat menyampaikan sensasi keberadaan objek menjadi lebih dominan untuk menggantikan penekanan pada bentuk secara langsung. Oleh karena itu, abstraksi dianggap sebagai salah satu aliran penting dalam seni lukis.

Aliran lain

  • Ekspresionisme abstrak
  • Bidang warna

Kebutuhan lukisan

Dalam perkembangannya, lukisan dikategorikan ke dalam kebutuhan sebuah lukisan dibuat.

Lukisan idealis

Dalam seni lukis tetap memperhatikan perlunya cita rasa dalam menciptakan suatu karya, dengan memperhatikan segala aspek seperti bahan, warna, efek yang dicapai dengan teknik, tanpa dipengaruhi oleh faktor komersil.

Lukisan komersial

Lukisan sering menjadi fokus utama dalam mempercantik atau memberikan sentuhan estetika tambahan pada sebuah ruangan. Meskipun nilai sebuah karya seni tidak selalu sejalan dengan nilai ekonominya, namun dalam banyak kasus, hal tersebut terjadi. Permintaan akan lukisan sebagai elemen interior lebih dari sekadar apresiasi terhadap seni, membuat banyak lukisan diciptakan secara khusus untuk tujuan tersebut. Dengan kata lain, lukisan sering diproduksi secara komersial, bukan sebagai hasil dari proses kreatif yang murni.

Galeri

Lukisan pemandangan alam di sekitar rumah isolasi Pangeran Diponegoro karya Adrianus Johannes, sebelum 1872

 

Disadur dari: id.wikipedia.org