Apa yang dimaksud dengan Karet?

Dipublikasikan oleh Muhammad Ilham Maulana

16 Februari 2024, 13.06

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Latex_dripping.JPG

Karet adalah polimer hidrokarbon yang ditemukan dalam lateks dari berbagai tanaman. Sumber utama produksi karet untuk perdagangan internasional adalah para atau Hevea brasiliensis (famili Euphorbiaceae). Sejumlah tumbuhan lain juga menghasilkan lateks dengan sifat yang sedikit berbeda dengan karet, seperti anggota famili ara-araan (misalnya beringin), sawo (misalnya gutta-percha dan manila sapoda), tanaman Euphorbiaceae lainnya, dan dandelion.

Selama Perang Dunia II, mata air ini digunakan untuk mengisi kekurangan pasokan karet. Saat ini, gutta-percha digunakan dalam pengobatan (gutta-percha), sedangkan getah sawo digunakan dalam permen karet (ayam). Karet industri kini dapat diproduksi secara sintetis dan dapat menjadi pesaing industri karet.

Biokimia

Karet merupakan polimer satuan isoprena (politerpen) yang terdiri dari 5000-10000 unit dalam rantai tidak bercabang. Diduga kuat tiga ikatan pertama adalah trans dan cis berikutnya. Senyawa ini terkandung dalam lateks pohon penghasilnya. Pada suhu normal, karet bersifat amorf. Pada suhu rendah ia mengkristal. Dengan meningkatnya suhu, karet memuai searah sumbu longitudinalnya. Penurunan suhu mengembalikan keadaannya yang meluas. Itu sebabnya karet bersifat fleksibel.

Biosintesis

Lateks terbentuk pada permukaan benda kecil (disebut badan karet) berbentuk bola, berukuran 5 nm sampai 5 μm, yang sering ditemukan di sitosol sel pembuluh lateks (modifikasi floem). Isopentenil difosfat (IPD) diproduksi sebagai substrat dalam sel pembuluh lateks. Dikatalisis oleh preniltransferase, pemanjangan terjadi pada permukaan badan karet yang membawa polipeptida 14 kDa yang disebut faktor pemanjangan karet (REF). Sebagai inisiator, 3,3-dimetilalil difosfat juga diperlukan sebagai substrat kedua. Enzim isomerase diperlukan untuk tugas ini.

Budidaya tanaman karet

Kebanyakan permen karet komersial berasal dari sari permen karet atau Hevea brasiliensis. Hevea brasiliensis merupakan tanaman asli Brazil, Amerika Selatan dan dibudidayakan di Sumatera Utara pada tahun 1903 dan Jawa pada tahun 1906. Tanaman ini berasal dari bibit tunggal yang dikirim ke Bogor dari Inggris pada tahun 1876, sedangkan bibitnya berasal dari H.A. dikumpulkan dari biji karet. Wickman, Inggris, dari wilayah antara Sungai Tapajoz dan Sungai Medeira di tengah lembah Amazon.[1] Tanaman karet merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh hingga 30 tahun. Ciri khas tumbuhan ini adalah berupa pohon yang tingginya bisa mencapai 15-20 meter. Tanaman karet ditandai dengan gugurnya daun sebagai reaksi tanaman terhadap kondisi lingkungan yang buruk (kekurangan air/kekeringan). Tanaman karet juga mempunyai sistem perakaran yang ekstensif/tersebar cukup luas sehingga memungkinkan tanaman karet dapat tumbuh pada kondisi tanah yang kurang baik. Tanaman karet mempunyai masa belum menghasilkan selama lima tahun (masa TBM 5 tahun) dan dapat mulai ditanam pada awal tahun keenam. Secara ekonomis tanaman karet dapat dirotasi selama 15-20 tahun.

Manfaat

Karet merupakan bahan utama dalam pembuatan ban, berbagai alat kesehatan, perkakas yang memerlukan kelenturan dan ketahanan terhadap benturan. Di beberapa tempat salah satunya perkebunan karet di Jember, biji karet bisa dijadikan camilan dengan cara tertentu, rasanya enak, namun jika dimakan terlalu banyak terkadang bisa menyebabkan sakit kepala.

Disadur dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Karet