Apa itu Penemuan Masalah?

Dipublikasikan oleh Farrel Hanif Fathurahman

12 Maret 2024, 08.28

Problem finding atau Penemuan masalah mencakup pembentukan masalah dan pemecahan masalah. Pencarian masalah memerlukan visi intelektual dan wawasan tentang apa yang hilang. Penemuan masalah memainkan peran utama dalam penerapan kreativitas. Istilah yang berbeda telah digunakan untuk penemuan masalah dalam literatur termasuk penemuan masalah, perumusan masalah, identifikasi masalah, konstruksi masalah, dan pengajuan masalah. Telah dipelajari di banyak bidang. Matematika dan sains lebih menyukai istilah problem forming.

Para ahli membedakan antara masalah yang terdefinisi dengan baik dan masalah yang tidak terdefinisikan. Briggs dan Reinig mendefinisikan solusi yang terdefinisi dengan baik dalam istilah ruang solusi ruang. Pretz, Naples, dan Sternberg mendefinisikan masalah yang terdefinisi dengan baik sebagai masalah yang bagian-bagian penyelesaiannya berkaitan erat atau secara jelas didasarkan pada informasi yang diberikan. Penemuan masalah berlaku untuk masalah yang tidak jelas. Abdulla-Alabbasi dan Cramond meninjau literatur tentang penemuan masalah mengonseptualisasikan lima proses pengurangan ketidakjelasan dan membedakan proses ideatif dan evaluatif. Prosesnya adalah penemuan, formulasi, konstruksi, identifikasi dan definisi. Penemuan masalah adalah suatu proses bawah sadar yang bergantung pada pengetahuan dimana suatu gagasan masuk ke dalam kesadaran seseorang, rumusan masalah adalah penemuan suatu tujuan; konstruksi masalah melibatkan modifikasi masalah atau tujuan yang diketahui ke masalah atau tujuan lain; identifikasi masalah mewakili masalah yang ada dalam kenyataan namun perlu ditemukan (seperti virus yang tidak diketahui menyebabkan penyakit pada pasien); definisi masalah melibatkan modifikasi suatu masalah tetapi sebagian besar bersifat evaluatif daripada ideatif.

Disadur dari: https://en.wikipedia.org/wiki/Problem_finding