10 Startup RI yang Diramal Akan Jadi ‘Raksasa’ Baru di Asia Pasifik

Dipublikasikan oleh Siti Nur Rahmawati

28 Juli 2022, 16.25

m.medcom.id

Beberapa tahun terakhir dapat dilihat bahwa ekonomi digital Indonesia sudah mengalami peningkatan tajam. 1 dekade lalu, kurang dari 25 juta orang mengakses internet. Saat ini jumlah itu mencapai 212 juta orang atau lebih dari 70% populasi, menurut angka Bank Dunia, dilansir dari CNBC Indonesia, Jakarta.

Belum lagi kehadiran startup digital yang mengalami lonjakan. Mulai dari platform e-commerce Bukalapak yang mengumpulkan US$1,5 milyar saat menjadi unicorn pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) di bulan Agustus 2021.

Sementara itu total komunitas startup di Indonesia yang tumbuh menjadi lebih dari 5.400 bisnis.

"Anda melihat apa yang terjadi di China selama tahun 2000 an. Disitulah Indonesia sekarang di masa-masa awal take-off-nya industri digital," ungkap Susanto, Head of Clients and Markets and Insurance Practice Leader KPMG Indonesia, pada laporan Emerging Giants in Asia Pasific yang diterbitkan KPMG bersama HSBC, dilansir Kamis(21/7/2022).

Ini adalah industri yang akan terus berakselerasi. Terlihat dari total pendapatan perdagangan e-commerce mencapai US$275 milyar pada 2021 dan diperkirakan tumbuh 20% sampai 25% tahun selama beberapa tahun ke depan.

Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi cepat kelas menengah dan pertumbuhan yang berkelanjutan dari basis pengguna internet dan smartphone di Indonesia.

Dalam laporan tersebut melihat startup Indonesia yang diprediksi menjadi "raksasa-raksasa" baru di Asia Pasifik. Mereka datang dari industri e-commerce, fintech,  foodtech, dan SaaS.

Daftar startup RI calon raksasa Asia Pasifik

Untuk memilih startup calon raksasa, KPMG dan HSBC menggunakan 5 kategori yakni keunggulan teknologi dan pengetahuan, insight atas pasar lokal, keahlian terkait logistik dan rantai pasok, adaptasi model bisnis yang tepat, dan budaya perusahaan yang dapat menarik talenta terbaik.

 

Berikut daftarnya :

  1. Waresix (logistik)
  2. Stockbit (aplikasi investasi)
  3. Payfazz (fintech)
  4. BukuWarung (aplikasi pembukuan)
  5. Happy Fresh (e-grocery)
  6. Ralali (B2B e-commerce)
  7. Upbanx (fintech untuk kreator)
  8. Sirclo (e-commerce enabler)
  9. OY! (transfer dana)
  10. AwanTunai (p2p lending)

 


Disadur dari sumber cnbcindonesia.com